Istri Lapor SPT Sendiri, Bagaimana Caranya?

Musim SPT Tahunan PPh Orang Pribadi memang sudah berakhir pada tanggal 31 Maret 2013, tapi ternyata pertanyaan tentang cara pengisian SPT Tahunan tersebut belum berhenti. Kemaren sore di warung Mbok Darmi yang sudah lama ndak saya kunjungi ada Kang Noyo, dengan kertas dan pulpen di tangan, memasang muka bingung, yang membuat saya bingung.

Bukan muka bingungnya yang membuat saya bingung, tapi auranya, saya terheran-heran ada orang yang walaupun mukanya bingung tapi aura kemakinya tetep ndak ilang. Biar bingung asal sombong, sunggguh prinsip hidup yang membingungkan, konsisten, tapi tetep saja membingungkan.

“Ono opo tho Kang?” Tanya saya, dengan nada rendah tentunya.

“Susah ini Le, kamu juga ndak bakal ngerti.” Cetus Kang Noyo, dengan nada kemaki pastinya.

“Ini soal PPh terutang yang diitung secara proporsional karena istri mau melaksanakan kewajiban perpajakannya sendiri. Paham ora?” Hawa kemaki makin sangit tercium.

Oalah, jadi ceritanya istri Kang Noyo itu punya NPWP dan mau laporan pajak sendiri, ndak masuk SPT-nya Kang Noyo. Kebetulan istrinya Kang Noyo itu punya usaha toko kelontong yang lumayan berhasil. Kang Noyo sudah konsultasi sama AR di KPP Pasuruan, katanya si istri harus melaporkan SPT dengan metode penghitungan PPh secara proporsional.

Makhluk opo itu? Penghitungan PPh secara proporsional? Baca lebih lanjut

Billing System, Bayar Pajak via ATM dan Internet Banking

Jaman sekarang ini konon banyak manusia yang hidup di dua alam, alam nyata dan alam ghoib maya. Sebagian waktu mungkin sampeyan habiskan untuk nongkrong di poskamling atau warung Mbok Darmi, tapi sebagian waktu yang lain bisa jadi sampeyan habiskan untuk nggedabrus di dunia antah berantah, entah itu dalam wujud update status facebook, ngoceh di twitter, atau mungkin nggambleh di forum-forum semacam kaskus dan kawan-kawannya.

Salah satu konsekuensinya, setiap organisasi atau entitas yang berorientasi pada pelayanan publik, baik yang mengharap laba maupun nirlaba harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Menyesuaikan diri atau mati. *bahasanya ketinggian, saya tahu*

Salah satu yang bisa sampeyan lihat adalah metode pembayaran. Jaman saya sekolah dulu antrian di loket Koperasi Unit Desa setiap menjelang tanggal 20 adalah pemandangan lumrah.

Ngapain?

Mbayar listrik, atau bahasa kerennya membayar tagihan PLN. Belum ada istilah membayar tagihan PLN pasca bayar karena jaman itu memang belum ada listrik pra bayar.

Memangnya sekarang sudah ndak ada antrian?

Lha mbuh, mungkin masih ada, tapi bagi sebagian orang sudah ada pilihan yang lebih nyaman untuk mbayar listrik, juga untuk mbayar tagihan-tagihan yang lain, dari mulai mbayar PDAM sampai mbayar zakat, semua bisa dilakukan tanpa antri dan ndak perlu pindah-pindah loket. Paling ndak ada tiga pilihan cara, lewat ATM, sms banking dan internet banking.

Di warung sebelah senior saya Esdoger sudah ngasih tau gimana cara mbayar pajak dengan cara “biasa”, sekarang saya mau ngasih tau gimana mbayar pajak dengan cara yang “luar biasa”. Baca lebih lanjut

Penghasilan Tidak Kena Pajak Dua Juta Sebulan

Seorang kawan pernah menulis, “cukup itu relatif, kalo kurang itu keniscayaan. Kata cukup memang kesannya minimal, sukur nutup kebutuhan, masalahnya adalah kebutuhan manusia itu ndak ada cukupnya. Batas psikologis cukup ini yang kadang susah dipahami, ada orang dengan gaji di bawah lima juta merasa cukup, tapi ada juga yang dengan penghasilan sekian puluh juta per bulan masih kelimpungan, merasa ndak cukup.

Lain kata cukup, lain lagi kata kurang. Kalo guyonan sarkastik jaman saya sekolah dulu bilang, cantik itu relatif, jelek itu mutlak. Sama juga dalam hal penghasilan, kalo cukup itu relatif maka kurang adalah mutlak. Ada kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi supaya orang bisa dikatakan hidup layak, dan pemenuhan kebutuhan ini biasanya butuh duit, butuh penghasilan. Kalo duitnya ndak cukup untuk menutup kebutuhan dasar ya berarti penghasilannya kurang, as simple as that.

Saat ngomong soal penghasilan minimal ada dua hal yang otomatis nyangkut di otak pas-pasan saya, yang pertama Upah Minimum Kabupaten/Kota, yang kedua tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak. Baca lebih lanjut

PPN Jasa Outsourcing, Total Tagihan atau Fee-nya Saja?

Sore kemaren tumben saya liat Mbah Suto, juragan pabrik yang sugihnya ndak kira-kira itu nongkrong di warung langganan saya. Saya yakin bukan sebuah kebetulan, karena kelas beliau memang bukan kelasnya warung Mbok Darmi. Kalo sampai Mbah Suto memaksakan diri untuk mengecap kopi dengan campuran jagung ala Mbok Darmi pasti ada apa-apanya.

“Sini kamu, duduk sini!” Kata beliau begitu melihat saya.

Lha tenan tho, pasti ada perlunya.

“Ada apa Mbah, tumben.” Saya mencoba berbasa-basi, seneng, yakin paling ndak setelah ini dapet rokok sebungkus.

“Penting ini, soal outsourcing.” Ujar Mbah Suto.

Welhah, jadi ini mau mbahas demo buruh kemaren yang rame-rame protes soal outsourcing?

“Nganu Mbah, saya ndak begitu paham soal undang-undang ketenagakerjaan.” Daripada nanti keliatan bodohnya, mending saya ngaku dari awal.

“Lha sopo yang mau nanya soal undang-undang? Bukan soal demo soutsourcing, ini soal PPN Jasa Outsourcing.” Baca lebih lanjut

Jasa Outsourcing Tidak Kena PPN?

Pasal 4A ayat (3) huruf K Undang-undang No 42 Tahun 2009 menyebutkan bahwa jasa tenaga kerja adalah termasuk jasa yang tidak kena PPN. Dalam penjelasan pasal tersebut dijelaskan yang dimaksud jasa tenaga kerja adalah :

  1. Jasa tenaga kerja
  2. jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang pengusaha penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut; dan
  3. jasa penyelenggaraan pelatihan bagi tenaga kerja.

Artinya jasa outsourcing tidak kena PPN?

Nanti dulu, jangan buru-buru. Bisa saja tidak kena, tapi bisa juga kena, tergantung apa yang sampeyan maksud dengan jasa outsourcing. Baca lebih lanjut

Andaikan Membayar Pajak Kendaraan Semudah ini

Hari ini pajak motor saya sudah hampir jatuh tempo, berarti sudah waktunya bersilaturahmi dengan orang-orang di kantor Samsat. Dengan hanya membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan alias STNK datanglah saya ke loket pembayaran yang disediakan di sana. Dilayani mbak-mbak teller yang cantik nan sekseh, saya cukup ngasih STNK, dikasih tau berapa yang harus saya bayar, lalu disuruh nunggu di bagian pengesahan.

Lepas dari loket pembayaran lalu saya ngantri di bagian pengesahan STNK, ini penting karena di lembar STNK ada empat kotak yang harus distempel oleh pihak kepolisian sebagai tanda pengesahan tahunan. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya nama saya dipanggil, dikasih STNK yang sudah distempel, selesai.

stempel pengesahan STNK

stempel pengesahan STNK

Cuma membawa STNK serta melewati dua loket, cepat dan sederhana bukan?

Bukan!

Tentu saja ndak sesederhana itu. Baca lebih lanjut

Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Seri III (1770 -Norma)

Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi sudah semakin dekat. Semoga sampeyan yang karyawan sudah beres dengan pengisian SPT 1770 S dan 1770 SS. Sekarang saatnya bagi sampeyan yang kerjanya ndak ikut orang, alias punya usaha sendiri, untuk mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Biar ndak terlalu panjang, saya tulis petunjuk pengisian untuk yang pake norma penghitungan penghasilan netto dulu. Sampeyan boleh menggunakan metode ini dengan syarat sampeyan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi (alias bukan perusahaan) dengan omset setahun di bawah 1,8 milyar. Dengan metode ini sampeyan cukup mencatat berapa jumlah penjualan bruto selama satu tahun.

Dan inilah langkah pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 untuk Wajib Pajak yang memilih menggunakan norma penghitungan penghasilan netto :

  1. Mengisi rincian peredaran usaha alias omset selama satu tahun

    Berdasarkan catatan yang sampeyan miliki silakan diisi jumlah omset per bulan.

    rekapitulasi omset

    rekapitulasi omset

  2. Mengisi Formulir 1770 – IV

    Ini adalah halaman terakhir dari formulir SPT Tahunan 1770. Seperti biasa, kita mengisi dari halaman terakhir dulu. Baca lebih lanjut

Langkah Pelaporan SPT PPh Karyawan Melalui E-Filing

Lagi repot, susah keluar kantor, kelamaan antri, adalah beberapa alasan orang selalu menunda pelaporan SPT Tahunan PPh. Sekarang ada solusi mudah untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi bagi para karyawan. Direktorat Jenderal Pajak menyediakan fasilitas pelaporan SPT secara online. Anda bisa melaporkan SPT PPh Orang Pribadi 1770S maupun 1770SS.

Berikut ini langkah-langkah pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770S :

  1. Melakukan pendaftaran e-FIN

    E-FIN merupakan nomor identitas Wajib Pajak yang mengajukan permohonan untuk melaksanakan e-Filing. Silakan mendaftar melalui link ini.

    pendaftaran e-fin

    pendaftaran e-fin

    E-FIN akan dikirim ke alamat yang anda cantumkan saat mendaftar NPWP, hal ini tentu memakan waktu karena pengiriman akan dilakukan via pos, untuk menyiasati hal ini anda bisa menghubungi KPP tempat anda terdaftar, minta dihubungkan dengan seksi pelayanan untuk menanyakan berapa nomor e-FIN anda. Baca lebih lanjut

Menjahit SPT Tahunan

Saat-saat menjelang bulan Maret dan April seperti saat ini adalah salah satu peak season di kantor pajak. Hampir semua orang yang punya NPWP mulai mumet karena sudah tiba waktunya untuk laporan tahunan, yang kalo di pajak disebut Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan, disingkat SPT PPh.

Kenapa mumet?

Karena laporan ini hanya dilakukan setahun sekali.

“Kalo diwajibkan tiap bulan ngisi laporan sebanyak itu yo malah mumet tho Le.” Ujar Kang Noyo waktu ngopi bareng saya kemaren sore.

“Iya, kalo sampeyan liatnya dari sisi yang itu. Maksud saya, karena cuma diwajibkan setahun sekali jadi apa yang sudah dipelajari waktu ngisi SPT tahun kemaren sudah lupa semua.” Kata saya.

Kalo misalnya sampeyan tanya orang pajak, “Susah ndak, ngisi SPT?”

Pasti jawabnya mudah. Sama seperti kalo saya nanya sama tukang jahit, “Susah ndak, ngganti resleting?” Baca lebih lanjut

Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Seri II (1770 S)

Setelah kemaren saya membahas soal pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770SS yang luar biasa simpelnya, sekarang saatnya kita naik kelas, membahas SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S yang satu setnya terdiri dari tiga halaman. Masih tetep sederhana tapi ndak pake sangat, cukup sederhana saja. *iki opo tho?*

Sampeyan yang boleh make SPT jenis ini adalah yang :

  1. Penghasilannya berasal dari mburuh alias kerja ikut orang tapi nilai brutonya lebih dari Rp 60.000.000 setahun
  2. Ndak punya usaha sendiri
  3. Punya penghasilan dari dalam negeri lainnya
  4. Punya penghasilan yang dipotong PPh Final dan atau bersifat final*)

    *termasuk dalam kategori yang dianggap final adalah penghasilan istri yang cuma kerja di satu pabrik dan PPh 21-nya sudah dipotong sama pabriknya

“Kok mbulet tho Le?” Tanya Kang Noyo.

“Cara gampangnya, sampeyan pake SPT jenis ini kalo sampeyan adalah karyawan dengan penghasilan kotor di atas Rp 60 juta setahun, atau penghasilan kotor di bawah Rp 60 juta tapi istri sampeyan juga kerja di pabrik.” Ujar saya menjelaskan.

Untuk mengisi SPT 1770S inilah langkah-langkah yang bisa sampeyan lakukan :

  1. Siapkan bukti pemotongan pajak dari pihak ketiga

    Bukti potong yang pertama dan utama adalah formulir 1721 A1 untuk pegawai swasta, atau 1721 A2 untuk PNS. Trus misalnya sampeyan pernah ngisi ceramah di mesjid Satpol PP, nulis artikel di majalah, yang saat sampeyan dibayar harusnya dikasih bukti potong PPh Pasal 21, kumpulkan semua. Baca lebih lanjut