Touring, Kepalan Tangan Simbol Mengancam?

Sampeyan mungkin sudah baca berita soal iring-iringan motor gede yang konon melecehkan Gubernur Bali yang juga seorang pensiunan jenderal polisi I Made Mangku Pastika. Apa yang tergambar di benak sampeyan waktu membaca berita itu? Jengkel mungkin? Soalnya itu yang ada di kepala saya. saya inget waktu ketemu konvoi sebuah klub motor gede di jalan antara Malang-Batu, ada tiga hal yang mbikin saya anyel:

  1. Mereka pake motor gede, harganya mahal, yang berarti saya ndak mampu beli! *lha*
  2. Mereka pake pengawalan aparat, yang mengindikasikan bahwa mereka biker manja, wong acara seneng-seneng kok minta bantuan aparat negara.
  3. Ini yang menurut saya keterlaluan perlakuannya, yang mengawal mereka adalah polisi militer!

Sampeyan bayangkan, kumpulan orang-orang kaya nan manja lagi berkumpul trus minta prioritas di jalan karena ndak biasa ngantri. Ditambah dengan teori kemeruh saya yang mengatakan saat individu-individu berkumpul maka secara psikologis mereka kehilangan rasa tanggung jawab pribadi, apapun yang dilakukan seolah-olah menjadi tanggung jawab kelompok, yang menjadikan mereka lebih beringas dari biasanya.

Manteb banget tho untuk memupuk kejengkelan?😈

Lebih parah lagi saat membaca berita bahwa banyak motor gede yang bodong alias ndak dilengkapi dengan surat-surat resmi, yang berarti juga mereka ndak mbayar pajek. Kadang kalo ketemu bis yang ugal-ugalan di jalan saya berusaha meredam panasnya hati dengan mbatin, “Wajar mereka berlaku kurang ajar di jalan, wong mbayar pajeknya gede.”

ducati monster

contoh ducati tanpa plat nomer yang saya liat di Batu, Malang

Lha ini si kumpulan motor gede, sudah ndak mbayar pajek masih ndak punya sopan santun di jalan??

Sekarang balik ke masalah awal, benarkah konvoi motor gede yang di Bali bersikap mengancam serta melecehkan gubernur dengan cara mengepalkan tangan dan menendang?

Kalo menurut Safety Officers Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Bali M Rifan, yang waktu itu ada di lokasi, kejadiannya ndak seperti itu. Berita yang saya kutip dari Okezone mengatakan

Rifan berdalih, kepalan tangan yang diacungkan termasuk ke arah mobil gubernur, bukan berarti mengancam gubernur. “Kepalan tangan itu sudah menjadi simbol internasional moge di seluruh dunia. Artinya mengurangi kecepatan atau berhenti karena di depan ada rintangan,” beber Irfan.

Demikian pula soal tendangan kaki kiri, menaikkan kaki kiri ke depan, atau ke samping, menurutnya itu mengandung arti memberi tanda ada halangan di depan.

Berita lain yang saya kutip dari Media Indonesia menggambarkan kejadian yang kurang lebih serupa,

Mobil Gubernur dikabarkan ditendang-tendang. Parahnya lagi, ketika kendaraan Gubernur hendak ke pinggir, anggota klub IMBI mengepalkan tangannya ke arah Gubernur. Meski demikian, Gubernur Made Mangku Pastika tidak melakukan aksi apa-apa.

Yang saya tangkap ada dua hal yang dilakukan para biker moge di sini, melakukan gerakan kaki, yang diterjemahkan oleh media dengan menendang, serta melakukan gerakan tangan mengepal, yang diartikan sebagai gerakan mengancam.

Saya ndak bermaksud membela peserta konvoi moge, tapi pernah suatu saat saya ketemu rombongan touring Honda Tiger yang melakukan gerakan menurunkan/menjulurkan kaki kanan. Hal itu dilakukan oleh pimpinan rombongan karena ada lubang di tengah jalan, dan gerakan tersebut diikuti oleh semua peserta touring. Itu bukan gerakan mengancam, melainkan pemberitahuan bahwa ada bahaya di sebelah kanan.

Untuk sampeyan yang ikut klub motor, atau minimal pernah mengikuti touring, mungkin sudah tau bahwa ada Standard Operating Procedure yang seharusnya dijalankan dalam berkonvoi. Mulai dari hirarki yang meliputi adanya kapten, vooridjer, safety officer, sampe sweeper. Juga isyarat-isyarat yang harus dimengerti dan dijalankan peserta konvoi.

Di bawah ini contoh beberapa isyarat dalam konvoi yang saya ambil dari SOP-nya Honda Tiger Miling List, sebagai tambahan pengetahuan saja, biar sampeyan ndak salah paham waktu ketemu rombongan touring.

    1. Kendaraan atau pengendara mengalami gangguan

    2. Peserta meninggalkan barisan

    3. Isyarat belok kanan atau kiri, dilakukan oleh vooridjer dan diikuti seluruh peserta konvoi

    4. Konvoi bergerak lurus, isyarat ini dilakukan oleh vooridjer dan diikuti seluruh peserta konvoi

    5. Konvoi memutar, isyarat ini dilakukan oleh vooridjer dan diikuti seluruh peserta konvoi

    6. Isyarat untuk memperlambat kendaraan, isyarat ini dilakukan oleh vooridjer, safety officer, serta sweeper, dan diikuti seluruh peserta konvoi

    7. Isyarat untuk menghentikan kendaraan, isyarat ini dilakukan oleh vooridjer, safety officer, serta sweeper, dan diikuti seluruh peserta konvoi

    8. Isyarat yang disampaikan oleh sweeper agar peserta konvoi mempercepat laju kendaraan

    9. Isyarat adanya bahaya di sisi kiri, sisi kanan, serta isyarat untuk menunjukkan adanya bahaya di kedua sisi.

Jadi kesimpulannya, apakah benar konvoi motor gede di Bali sudah bersikap arogan dan melecehkan gubernur?

Saya baru ngomong waktu terdengar suara Kang Noyo, “Yang ikut konvoi wong sugih, jenderal, dan pejabat, yang satunya gubernur yang juga pensiunan jenderal, mosok kamu yang cuma buruh pabrik berani memberi kesimpulan. Dan lagi, apa kira-kira ada yang mau dengar?”

Jiyan!

11 comments on “Touring, Kepalan Tangan Simbol Mengancam?

  1. mawi wijna mengatakan:

    ah, tentang Moge, seminggu yang lalu saya dapat pengalaman menyebalkan. Saya sedang naik sepeda, berhenti di lampu merah. Eh, di belakang saya ternyata ada mobil pengangkut Moge (beserta moge tentunya) yang nyuruh saya minggir alias mau nerobos lampu merah. Padahal mereka nggak dikawal polisi. Awalnya saya bersikukuh nggak mau menyingkir, tapi akhirnya saya menyingkir juga karena mulai “terancam” … ckckckck

    #stein:
    kalo kata mandor saya dulu, wong sugih itu terserah, bebas mau ngapain saja😆

    • OZON mengatakan:

      aku jg pnh kyk gt….sampek motorku ditendang….ya..tak ajakin brantem ja…tp inget..jgn maju smua tar kalah malah. sampek skg pun aku inget club motorY dan msh exist. waktu itu aku dr jateng-surabaya…pas disurabaya kejadian deh mslh tu. hufff….
      prinsipku jk brantem….”kamu hrs ngalahkan aku..jika aku tak kalah..kamu MATI”.

  2. big sugeng mengatakan:

    Sudah merasa kaya, nyampur bekas kapolri, rombongan otomatis sombong dan takabur jadi penyakit yang mungkin gampang terjangkit. Soal kode saya kira tidak hanya sekedar kode saja tapi ada unsur misalnya berusaha mendominasi jalan.
    Jalan milik bersama hormatilah aturan sesama pengguna jalan

    #stein:
    idealnya begitu om, tapi pada saat terpaksa ngrusuhi jalan, rusuhilah dengan efek kerusakan seminimal mungkin🙂

  3. Desudjia (DSK) mengatakan:

    jujur aku ga suka low ada rombongan moge. kerjaanya cuma bikin macet jalan aja.

    #stein:
    kalo saya sebenernya suka mbak, maklum jarang2 liat motor mahal😆

  4. chocoVanilla mengatakan:

    Hahaha…. saya lagi ndak percaya sama koran, Mas. Ketemu cacing jugak bilangnya ketemu anaconda😛

    Gimana kalo kode kepalan tangan itu diganti dengan dadah ala Miss Universe saja?

    #stein:
    boleh-boleh, tapi yang dadain juga Dayana Mendoza ya mbak😆

  5. kemaruk mengatakan:

    Jadi inget ceramahnya Mbah Tholib:

    Dan hamba2 yg baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu adalah orang2 yang berjalan di atas bumi dg rendah hati dan apabila orang2 bodoh menyapa mereka,mereka mengucapkan kata2 yang mengandung keselamatan.

    QS AL-FURQON:63

    #stein:
    bingung saya mbalesnya gimana

  6. seto mengatakan:

    ternyata ada juga ya yang kayak gitu…
    baru tau aku
    wkwk

    #stein:
    makanya gawul mas, gawul!

  7. mr. sectiocadaveris mengatakan:

    biker itu masih pengguna jalan raya kan ya? maka disiplin dan toleran dgn pengguna jalan lainnya adalah harga mati.😀

    #stein:
    idealnya begitu, tapi dunia memang bukan tempat ideal tho😆

  8. Emanuel Setio Dewo mengatakan:

    Lha itu kalau ada rintangan di kanan dan kiri berarti kedua tangan ngasih kode ya? Jatuh dong? Hehehe…

    Tapi bener kok, kode2 itu dipakai utk konvoi. Malah masuk ke training safety riding. Sering lihat juga konvoi yg mempraktekkan kode2 itu. Tapi tidak jarang ada juga konvoi yg arogan yg cenderung provokatif.

    Salam

    #stein:
    isyaratnya bukan make tangan mas, tapi kaki

  9. kunthul mengatakan:

    gemblung kabeh

  10. SPN Group mengatakan:

    sakarep-karepnya kang
    sing penting waras, slamet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s