Mengumbar Konspirasi lewat Twitter

Konon suatu saat di masa para samurai masih berkuasa di Jepang, ada sebuah kelompok bernama Shiseiten. Kelompok ini sangat menakutkan, seorang anggota Shiseiten mampu menumbangkan puluhan ribu orang prajurit tanpa sisa. Dalam perjalanan merebut kekuasaan tertinggi di Jepang kelompok ini mengalami perpecahan karena salah seorang anggotanya tidak lagi berminat dengan kekuasaan, dia hanya ingin menjadi samurai terkuat.

Ada satu hal yang menarik dari kelompok ini, bahwa sebenarnya mereka selalu penasaran untuk mencoba kekuatan satu sama lain, lebih ekstrimnya mereka ingin mengalahkan (baca: membunuh) kawan satu kelompoknya. Salah seorang anggota kelompok itu mengatakan, “Kami bukan sahabat, saat itu kami bersatu hanya untuk merebut kekuasaan. Andai saja saat itu kami berhasil merebut kekuasaan, tinggal menunggu waktu saja sampai kami saling membunuh satu sama lain.”

Sampeyan yang suka bacaan ndak mutu seperti saya bisa mencari komik Kyo di rentalan komik terdekat untuk mengetahui lanjutan cerita kelompok Shiseiten.

Sebagai orang yang hampir ilang kepercayaan dengan makhluk bernama politisi, saya mikir apa yang terjadi di pusat elit kekuasaan sana ndak beda jauh dengan apa yang diceritakan oleh salah seorang anggota Shiseiten dalam cerita di atas. Hanya saja karena sekarang jamannya sudah beda jadi orang ndak bisa seenaknya main tebas leher.

Dari sekian cara yang bisa dipilih untuh menjatuhkan lawan, pemanfaatan media untuk menggiring opini masyarakat adalah salah satu yang paling efektif. Bersyukurlah politisi yang punya perusahaan media macem koran atau televisi, setiap pemberitaan bisa disetting dengan metode membuka separuh fakta supaya masyarakat juga menilai dengan berat sebelah.

Untuk yang ndak punya perusahaan media?

Ndak masalah, seiring perkembangan teknologi tiap orang bisa memiliki medianya sendiri-sendiri, bisa lewat facebook, blog pribadi, plurk, atau yang sekarang makin populer, twitter.

Memangnya twitter bisa apa?

Sampeyan masih ingat ada seseorang yang memotret mobil menteri waktu menerobos kemacetan dengan cara masuk jalur busway kemudian menyebarkannya lewat twitter? Ndak lama kemudian jagat maya rame dengan foto tersebut yang akhirnya memaksa Pak Menteri untuk minta maaf. Itu mungkin bisa sedikit menggambarkan dahsyatnya twitter.

“Kowe iki jane ngomong opo tho Le?” Sentak Kang Noyo yang mulai ndak sabar dengan dobosan saya.

Lha ini, saya agak susah ngomong sama Kang Noyo yang jangkauan internetnya sebatas forum esek-esek dan dunia donlot-mendonlot pilem tanpa dialog. Tapi buat sampeyan yang kadang meluangkan waktu beraktifitas di social media, wabil khususon twitter, mungkin pernah mendengar tiga nama ini, arma1da, bangzul pki, dan benny israel.

Tiga akun ini memiliki kesamaan, menyiarkan sesuatu yang konon bersifat confidential alias rahasia, mungkin semacam dokumen yang diunggah sama wikileaks di kulon kali sana. Bedanya mereka menyiarkan terbatas pada 140 karakter, penuh dengan inisial yang makin menambah kentalnya aroma teori konspirasi.

Dari tiga akun tersebut mungkin yang paling fenomenal adalah benny israel, beberapa hari terakhir dia nyaris tanpa henti membeber teori konspirasi, mulai dari pembunuhan Munir, cerita di balik pemilihan menteri, penyadapan KPK, permainan seorang mantan dirjen pajak, sampe soal pemilihan presiden 2014. Menarik, apalagi untuk seorang penggemar teori konspirasi seperti saya.

Hal yang kemudian membuat penasaran adalah, siapa benny israel dan apa tujuan dia membuka semua cerita tersebut?

Membuka fakta, apalagi yang menyangkut borok seseorang bisa jadi dua hal: pertama karena dia memang seorang idealis yang ingin mengungkap kebenaran, menyebar berita secara anonim jadi pilihan karena konspirasi sendiri sering cuma tercium aromanya tanpa bukti nyata. Kemungkinan kedua dia adalah seorang politisi yang ingin menjatuhkan lawannya. *saya cenderung berpendapat seorang politisi ndak pernah punya kawan*

Beberapa orang di twitterland mencoba menebak siapakah benny israel:

  1. Mengingat dia begitu bersemangat membahas semua kasus kecuali kasus Gayus, Ical, dan Group Bakrie, kemungkinan dia adalah salah seorang simpatisan golkar.
  2. Seorang dedengkot blogger menduga dia adalah seorang kenalannya, wartawan binaan mantan kepala BIN, AM Hendropriyono.
  3. Melihat bahwa hal-hal yang dia ungkap sebenarnya merupakan pengetahuan standard seorang anggota DPR, lebih-lebih dari komisi III, bisa jadi dia sebenarnya adalah si anu, yang sekarang lagi mbikin buku “Negara, Pasar, dan Rakyat.”

Sampeyan bisa menambah panjang daftar di atas, tapi saya yakin levelnya tetep level menduga-duga tentang siapa dan apa motif di balik setiap tweetnya. Termasuk akun kloningan mana saja yang kemungkinan sengaja dibuat untuk menambah rame topik yang dia angkat.

“Tapi yo biar saja Kang, wong politik di negara ini menurut saya memang cuma soal mengumpulkan kartu lalu menunggu saat yang tepat untuk membukanya, nanti yang kartunya dibuka kan bakal panas trus mbales mbuka kartu lawannya. Kita rakyat kecil ini cukup jadi penonton saja, ndak banyak pengaruh buat kehidupan kita juga.” Kata saya sebelum menyadari Kang Noyo sudah amblas dari tadi.

Jiyan!

*gambar diambil dari sini

8 comments on “Mengumbar Konspirasi lewat Twitter

  1. budiono mengatakan:

    hwkwkwwk… sebelum mbaca artikel ini saya mbaca note di bawah foto sampeyan iku cak, dan kayaknya sudah mhampir memenuhi kriteria “menulis layaknya berbicara”

  2. […] This post was mentioned on Twitter by blogroll and Tobagus Manshor, Tobagus Manshor. Tobagus Manshor said: Mengumbar Konspirasi lewat Twitter: http://wp.me/ppZ5c-zN […]

  3. mawi wijna mengatakan:

    saya kok belum merasakan efek twitter yah Kang?

  4. ndaru mengatakan:

    mungkin ya…kalok ini mungkin…nagari kita ini akan tetep jalan walopun endak ada pemerintahannya..lha gimana to..rakyat itu semua2 dirasake sendiri, ditanggung sendiri…lombok mahal ya endak ada subsidi dari pemerintah, beras mahal ya dipikir sendiri, sekolah mahal ya usrek sendiri

  5. Abi Sabila mengatakan:

    pernah punya akun di twitter, fb, koprol dan plurk, tapi kini sudah ta tutup semua, bagaimanapun ngeblog jauh lebih cocok, untuk saya tentunya

  6. devieriana mengatakan:

    Sependapat nih Mas. Twitter itu menurut saya jejaring sosial yang paling dahsyat efeknya diantara situs jejaring sosial yang lain. Sekali tweet bisa di RT berapa banyak tweeples.

    Btw, soal Benny Israel itu saya juga ngikutin dan ikut nebak-nebak, tapi tetep aja nggak ketebak :lol:. Tapi tentang siapa orang dibalik akun-akun yang sok-sokan jadi “A1” itu ya hanya orang itu dan Tuhan yang tahu :mrgreen:
    *kemeruh*

  7. dobelden mengatakan:

    sayangnya saya tidak suka teori2 konspirasi 😦 ato karena sudah muak ya? 😀

  8. big sugeng mengatakan:

    kalau yang dituduhkan oleh staf pres itu bareng seangkatan dan diklat yang disebutin juga seangkatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s