Ketika Nama Tuhan Turun Harga

“Orang-orang jaman sekarang ndak kalah berani sama pahlawan kita jaman dulu yo Kang, lebih berani malahan.” Kata saya waktu ketemu sama Kang Noyo kemaren. Sambil leyeh-leyeh ngudud dan minum kopi seribuan di warungnya Mbok Darmi.

Dahi Kang Noyo berkerut, menangkap nada satir pada omongan saya, “Kamu mau ngomong apa tho?”

Sambil mesam-mesem saya nyalakan rokok, “Kalo pahlawan dulu ndak takut apapun, nekat saja nenteng senjata seadanya melawan londo yang senjatanya lebih kumplit, konon beliau-beliau itu cuma takut sama Tuhan. Bermodal tingkat kepasrahan super tinggi bahwa yang mengatur segala sesuatunya, termasuk hidup dan matinya adalah Sang Kholik alias Yang Maha Pencipta, maka semua makhluk alias yang diciptakan ndak ada yang ditakuti.”

Sambil mendengarkan Kang Noyo ngambil sebatang rokok saya, nyeruput kosidangtu (kopine sithik banyune sakdandang campur latu) trus menimpali “Lha itu kan sudah level keberanian paling tinggi, memang ada yang lebih berani lagi?”

Kopi sesruput, sambil nyebul-nyebul asap rokok saya melanjutkan, “Berita di tipi sama koran itu lho Kang, pejabat-pejabat yang pada kena kasus. Berbantah-bantahan dengan nama Tuhan. Opo ndak lebih berani daripada mbah-mbah kita yang musuh londo dulu? Ndak cuma takut sama makhluk, sama Sang Kholik pun berani. Murah bener nama Tuhan sekarang, sampai masyarakat yang mendengar orang bersumpah dengan nama Tuhan pun ndak serta merta percaya. Terlalu banyak nama Tuhan yang diobral.”

Kang Noyo ngakak, “Kamu itu ndak pernah berubah, ngomong selalu nyinyir dan nyindir. Awalnya nyanjung tapi terakhir mbanting. Mbok jangan terlalu sinis, siapa tau yang lagi kena kasus itu memang sedang teraniaya tapi kesulitan mbantah, jalur cepatnya ya mbantah dengan bersumpah atas nama Tuhan.”

Gantian saya yang ngakak, “Yang namanya lagi berseberangan, salah satu pasti pihak yang benar, satunya lagi salah. Minimal dari pihak-pihak yang bantah-bantahan itu pasti ada yang dengan kurang ajar membajak nama Tuhan tho Kang.”

Temen saya yang rokoknya ndak pernah modal itu terdiam sejenak, “Ndak selalu seperti itu, bisa saja ndak bohong, hanya ndak mengatakan seluruh faktanya. Mungkin itu yang lagi dilakukan para petinggi kita.”

Saya penasaran, “Lha kok bisa?”

Kang Noyo mesam-mesem ndak jelas, “Jaman di pesantren dulu santri-santri ndak berani bohong sama Kyai, takut kualat. Tapi kalo berbuat kesalahan mereka juga ndak berani jujur karena takut dihukum. Solusinya ya itu tadi, mengatakan sebagian fakta saja. Misalnya kamu nonton ndangdutan di kampung sebelah, setelah puas liat paha dan dada yang diumbar itu trus pulangnya makan di warung. Waktu ditanya Mbah Kyai jangan bilang habis nonton ndangdut, bilang saja habis makan, lha mbok disumpah seribu kali pun ndak perlu takut wong kamu memang ndak bohong. Dan yang paling penting kamu ndak perlu dihukum gara-gara ndangdutan.”

Saya ngakak lagi, “Dasar wong ediyan!” 😆

Iklan

11 comments on “Ketika Nama Tuhan Turun Harga

  1. JR berkata:

    walah kok bisa ya mas….kalo mbo darminya…gimana

  2. yim berkata:

    sing terakhir koyone pengalaman pribadi tu. wkwkwkwk…

  3. Vicky Laurentina berkata:

    Kang Noyo itu pasti nama belakangnya Sumitro ya?
    SUka MInTa ROkok..

  4. eliabintang berkata:

    nyebutin sebagian fakta itu senjata utama pembohong untuk berkelit tuh.. saya sering gitu soalnya. haha 😆

  5. oglek berkata:

    saya suka bagian terakhirnya, trik yang bagus itu, besok tak praktekin ah 😀

  6. maya berkata:

    hahahah bener juga ya mas, tetep berani nyebut nama Tuhan tapi nga semua fakta di keluarin. kan emang bener di kerjain ya, tapi lainnya di umpetin 😀

  7. itikkecil berkata:

    yeah, you’re not lying. you just did not tell the whole truth 😆

  8. lina ling berkata:

    ini obrolan berat

  9. minanube berkata:

    paragraf terakhir sudah tak praktekan huahahahah……

    cepat mudah dan tak perlu takut sakit hati 😛

  10. kucingusil berkata:

    guru ngaji saia ngajarin ndak boleh sumpah-sumpahan pake nama Tuhan, mau jujur atau bohong tetep ndak boleh :p

  11. […] repotnya kalo nama tuhan sudah turun harga Kang, wong setau saya tiap pejabat waktu dilantik pasti sudah disumpah dengan nama tuhan kok. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s