Mengatur Anggaran Rumah Tangga

Seorang perencana keuangan, Ahmad Gozali, pernah mengatakan dalam blognya: jangan sisakan gaji anda! Konon menurut beliau karena sudah dari sononya, duit itu seperti air yang mudah mengalir dan mudah menguap. Uang itu memang diciptakan untuk dipakai alias dihabiskan, dan bukan untuk disisakan. Tentu saja yang dimaksud beliau bukan sekedar dihabiskan, tapi dihabiskan dengan cara yang benar.

Dalam postingan blog tersebut pada prinsipnya Ahmad Gozali menyuruh kita untuk membayar pos-pos keuangan yang vital terlebih dahulu, semisal utang, zakat, menabung, dan investasi, baru kemudian menghabiskan sisanya untuk kebutuhan hidup dan bersenang-senang. Jangan menunggu sisa untuk menabung dan investasi karena yang namanya duit jarang sekali bisa tersisa.

Saya sebenarnya juga pengen seperti itu, bukan sekedar mengalokasikan, tapi langsung membayar pos-pos utang, tabungan, dan investasi, dan baru kemudian mengatur sisanya agar cukup untuk memenuhi kebutuhan rutin sehari-hari, sukur-sukur masih banyak lebihnya untuk bersenang-senang. Tapi prakteknya susah, karena saya hidup memang ndak cuma untuk mbayar utang, nabung, dan investasi.

“Berarti kamu mau bilang kalo saran dari seniormu itu ndak masuk akal, ndak bisa dilaksanakan?” Tanya Kang Noyo dengan nada menyerang, seperti biasanya.

Walah, yo ndak tho. Tapi saya butuh sarana untuk bisa lebih mudah melaksanakan saran dari Ahmad Gozali. Ngomong-ngomong beliau memang senior saya, kakak kelas di atas saya setahun. Nasib yang membedakan, beliau sudah jadi perencana keuangan terkenal, sementara saya masih berkutat sebagai seorang buruh pabrik.

“Bukan nasib Le, memang dasarnya kamu yang males!” Tukas Kang Noyo.

Asyem!

Dulu saya pernah bikin postingan tentang mengatur keuangan pribadi, yang melampirkan file excel untuk mencatat pengeluaran bulanan. Maksud dari pencatatan itu adalah untuk mengetahui besaran masing-masing pengeluaran, dan pada akhirnya untuk menilai tingkat kewajaran masing-masing pengeluaran, demi menuju keseimbangan anggaran yang sehat dan dinamis. *dan lama-lama postingan ini jadi mirip penataran P4* 

Saya sudah dua tahun lebih melakukan pencatatan.

Dan hasilnya?

Ya pengeluaran saya tercatat.

Dari pengalaman catat-mencatat itu saya jadi tahu, ada satu hal penting yang saya lupakan, yaitu penganggaran alias budgeting. Seharusnya pengeluaran ndak sekedar dicatat tapi juga diberi limit anggaran, agar saya tau kapan saatnya berhenti mengalirkan duit ke pos tersebut. Atau kalo memang ndak bisa dihentikan berarti saya harus tau pos mana yang bisa saya kurangi untuk menambal kekurangan di pos tersebut.

Dan akhirnya keluarlah file Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga versi II, dengan menambahkan kolom alokasi dana alias budget. Dengan tambahan kolom ini saya bisa mengetahui apakah sebuah pos pengeluaran masih surplus atau sudah defisit.

ada tambahan alokasi anggaran dan kolom surplus/defisit

Untuk yang lain masih relatif sama, yaitu bagian arus kas untuk melihat berapa porsi pengeluaran untuk utang, tabungan, konsumsi rutin, dan pengeluaran lain-lain alias yang ndak terduga.

rangkuman arus kas

untuk mencatat pengeluaran di luar anggaran rutin

Mungkin yang berbeda di catatan saya versi yang ini adalah ada tabel khusus untuk mencatat transaksi dengan bank. Kolom ini penting ndak penting, ndak penting kalo sampeyan rutin mencetak buku tabungan ke bank atau mendapat rekening koran, tapi kalo tipikal macem saya yang males mencetak buku tabungan dan juga ndak pernah dapet rekening koran maka tabel ini jadi penting. Minimal biar saya ndak kaget waktu saldo mendadak nihil, karena percayalah, ndak ada yang namanya mendadak nihil, pasti ada ceritanya.

abis dari ATM catet di sini

Dengan pencatatan seperti ini sebenarnya ada manfaat lain di luar masalah anggaran, yaitu transparansi. Dengan rincian pendapatan dan pengeluaran yang tercatat dan bisa diliat baik oleh suami maupun istri Insya Allah bisa mengurangi prasangka macem-macem. Kalo sampeyan berminat silakan donlot di sini, tersedia dalam bentuk excel 2003 dan 2007.

Atau kalo sampeyan termasuk generasi digital yang suka serba online, silakan bikin akun di situs ngaturduit.com. Di situs yang dikelola oleh mas Aidil Akbar ini sampeyan bisa membuat anggaran secara online.

*)catatan: angka yang tercantum di situ hanya merupakan ilustrasi saja, tidak mewakili kondisi keuangan saya

29 comments on “Mengatur Anggaran Rumah Tangga

  1. itikkecil mengatakan:

    saya lebih suka pake http://www.ngaturduit.com😀
    saya kan generasi digital😎

    #stein:
    hedop generasi digital!!😆

  2. mandor tempe mengatakan:

    hahahaha jadi tahu dhuwit mastein per bulannya berapa😀

    #stein:
    anggaran saya ndak sekecil itu lah *sombong*😈

  3. arman mengatakan:

    setuju banget mas! karena kita juga melakukan semua itu. cuma format excelnya beda aja. hehehe.
    mencatat harian itu perlu banget. trus bikin anggaran juga perlu. walaupun ya ntar pada kenyataannya ditilik lagi sih, tergantung sikon apakah anggaran itu applicable gak buat saat itu ya. tapi at least itu bikin kita ada patokan, supaya gak tiba2 semua duitnya tak bersisa dan gak tau kemana. hahaha.

    #stein:
    yup, paling ndak memang ada patokan mas. bisa rusak keuangan kalo ndak ada anggaran😆

  4. hajarabis mengatakan:

    nice..
    tapi, beda crita dong buat org seperti saya yang masih melajang…hahaha. tetap harus sisakan gaji dong ya??😀
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

    #stein:
    justru lajang yang sangat butuh budgeting, soale bujangan cenderung ndak bisa nyimpen uang😆

  5. mawi wijna mengatakan:

    oke, saya download Kang, terima kasih sudah berbagi, semoga sukses selalu, jangan lupa shalat, salam buat anak-istri

    #stein:
    ah, pesennya mak jleb tenan

  6. umiabie mengatakan:

    terima kasih mas infonya…

    #stein:
    sama-sama

  7. Vicky Laurentina mengatakan:

    Iya yah..saya sendiri suka lupa bikin anggaran. Kadang-kadang rasanya saya menghabiskan terlalu banyak uang untuk pos tertentu lantaran saya nggak punya target berapa yang harus saya keluarkan untuk pos tersebut.

    #stein:
    sebenernya ndak masalah tho mbak, selama duit kita memang terlalu banyak:mrgreen:

  8. chocoVanilla mengatakan:

    Saya pernah bikin tapi ndak diteruskan. Mumet! Banyak lupanya daripada ingetnya. Dan lagi pengeluaran indomaret dan bakerynya kok banyak juga😦

    Mas, catatannya itu kok cilik buanget to?:mrgreen:

    #stein:
    sebenernya saya mau bikin yang gede, tapi takut yang mbaca nanti minder *plak!*:mrgreen:

  9. giewahyudi mengatakan:

    Mas Ahmad Gozali memang keren tips-nya..
    Saya biasa mengikuti lewat tweet2nya..

    #stein:
    yup, muda dan sukses.

  10. Silvi Anggraini mengatakan:

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://nganu-nganu.wordpress.com/

    #stein:
    if it sounds too good to be true, it is😈

    mbok ya kalo njanjikan sesuatu itu yang masuk akal, dan bukan demi kepentingan sampeyan sendiri

  11. susisetya mengatakan:

    wah jadi meresa diingatkan nich kalu mencatat pengeluaran itu memang penting, soalnya selama ini aku suka manual aja di otak yang hasilnya akhir bulan suka bingung kok uangnya bisa abis semua yach…🙂
    makasih infonya…

    #stein:
    sama-sama

  12. fauziah85 mengatakan:

    Saya juga udah nyatet dan bikin anggaran walau ga serumit mastein, tapi ya gitu…anggaran tinggal anggaran, masih sering kali dilanggar (maklum masih baru, jadi masih butuh banyak modal) *ngeles

    btw, catetan harian saya masih di buku kas. Rekap mingguan baru di excel… berasa jadul banget dibanding senior2 di sini :oops

    #stein:
    justru lebih baik begitu mbak, lebih cepet akses ke buku kas daripada excel tho?😆

  13. mamaray mengatakan:

    hiahaha… duuh, makasih Mas, ijin unduh, Mas…
    selama menikah, saya belum berhasil bikin APBRt, selalu gagal…

    sudah diajarin sama kakak kelas yang Akt juga belum bisa telaten… hiks.

    #stein:
    memang yang paling susah telaten mbak, semangat di awal, loyo beberapa minggu kemudian😆

  14. rully mengatakan:

    wah keren mas…
    btw, mosok sih cuma 3 jeti sekian gajine, enek sing gak dilaporne kie… hayo ngakuuu….

    #stein:
    hahaha:mrgreen:

  15. wiwikwae mengatakan:

    Saya malah ndak pernah nyatet2 yg beginian, mas. piye iki? Tapi suwun udah kali file yg bisa didonlot.

    #stein:
    ndak nyatet pun kalo sudah terstruktur ya ndak masalah tho mbak

  16. devieriana mengatakan:

    Harusnya sampeyan juga sudh jadi perencana keuangan dong, Masnya..
    Penjelasan yang sampeyan bikin disini itu jauh lebih mudah khususnya untuk para newbie yang mencoba mengatur keuangan keluarga kaya saya beginih😀

    #stein:
    hahaha, wong keuangan saya saja masih amburadul kok mbakyu

  17. Usaha Sampingan mengatakan:

    emang bener sih mas,
    pencatatan itu penting, cuman
    konsistensi pencatatan itu yang aduh .. hehehe
    apalagi buat orang seperti saya yang usahanya jualan serabutan
    kalo nggak dicatat .. puyeng .. kemana tuh larinya duit *padahal duit nggak punya kaki🙂
    membaca artikel mas ini, jadi melecut🙂 untuk mulai mencatat lagi,
    sik, tak cari bukunya dulu .. dimana kemaren nyimpen🙂
    salam kenal mas

    #stein:
    salam kenal juga mas

  18. ulan octavia mengatakan:

    ckckckckckckkc saya minta uang jajan aja deh

    #stein:
    wew, ndak kebalik tho mbak?

  19. David mengatakan:

    mengatur keuangan rumah tangga, ini yang menjadi target saya 3 bulan kedepan..
    thanks atas inspirasinya

    #stein:
    sama-sama mas

  20. chocoVanilla mengatakan:

    Endi iki, kok gak ono postingan anyar? Pasti lagi bingung kok catetan pengeluaran gak balance ya?:mrgreen:

    #stein:
    lagi banyak kerjaan mbak, tenan iki. *buka-buka donlotan*

  21. rooly mengatakan:

    ANDA BUTUH DANA TUNAI 2 HINGGA 200 JUTA,PROSES CEPAT BUNGA MULAI 0,72% PERTAHUN,CUKUP JAMINKAN BPKB MOBIL,TRUCK,TRAVEL,JEEP,SEDAN,PICK UP,COLT MULAI TAHUN 90 KE ATAS LEASING RESMI BPKAB AMAN DAN TERJAMIN,PERSYARATAN BAWA FOTOCOPY NYA KTP,KK,REK LISTRIK,STNK,BPKB
    VIA SMS 085229348635 DAN 085876764880 RULLY
    KANTOR CITRA MANDIRI MULTI FINANCE Jl Puri Anjasmoro Bl F-12, Semarang , Jawa Tengah, 50144, Indonesia ( herbalmodern.blogspot.com )

  22. Ravens mengatakan:

    Memang pengeluaran itu butuh untuk dicatat agar lebih teratur. Dan yg paling penting jg, bukan hanya pencatatan bulanan saja, tpi jg penganggaran keuangan. Mksh mas, sharingnya🙂

  23. hasan mengatakan:

    ko filenya ga bisa di donlot bos?

  24. erimuslim mengatakan:

    makasih Mas, aku ijin donlot yah. Semoga berkah !

    #stein:
    amien…

  25. azhar mengatakan:

    mantap banget infonya.. itu strategi mengatur anggaran ya…🙂

    #stein:
    yup, biar ndak kebobolan

  26. bella mengatakan:

    excel yg buat harian dong!www.ngarep.com

  27. dr. Iqbal Perdana S. mengatakan:

    Salam kenal Mas,

    Saya ketemu blog ini pas lagi nyari tentang anggaran belanja rumah tangga, kebetulan pucuk dicinta ulam pun tiba.Hehe, saya izin untuk unduh ya mas, saya rencana akan segera berkeluarga jadi mau mencoba mengatur keuangan dengan calon istri mas supaya nantinya bisa terbiasa. Karena saya tahu ada beberapa kerabat yang keuangannya morat-marit karena perencanaan keuangan yang amburadul. Makanya saya dan calon istri berkomitmen untuk membuat perencanaan keuangan yang matang. In Shaa Allah ilmu yang diberikan mas barokah dan menjadi amal karena dapat diamalkan bagi kami semua.

    Salam dan Terima kasih,

    Iqbal Perdana Saputra, dr.
    metalmoggle.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s