Kompetensi Vs Attitude

Sedikit oleh-oleh dari In Hotel Training kemaren

Instruktur dari JRP yang cantik dan sekseh waktu membahas tentang maximizing yourself antara lain menyebut tentang kompetensi, yang merupakan gabungan dari ability, skill, dan knowledge. *yang ndak tau artinya bisa nanya mbah gugel buat menerjemahkan*😎

Beliau bilang untuk bisa sukses kompetensi ini harus ditingkatkan semaksimal mungkin sampe kita bisa menjadi The Great One, jangan mau jadi orang yang biasa-biasa saja. *masuk akal*

Yang jadi perhatian saya waktu sesi itu ada salah seorang peserta bertanya, “apabila ada dua pilihan, yang satu skill dan knowledge-nya tinggi, sedangkan yang satunya lagi rendah hati, baik, attitude-nya bagus, Ibu pilih yang mana?”

“Untuk bisa berkarir dengan sukses? Tentu saya pilih yang pertama” Jawab instruktur dengan tegas.

Ganti hari giliran intruktur dari ESQ Ary Ginanjar yang memberi pelatihan.

Kebetulan yang pertama kali disinggung adalah skill, knowledge, dan attitude. Menurut instruktur yang menyuruh senyum 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan ini berdasarkan riset skill dan knowledge hanya berpengaruh 10%-20% pada kesuksesan seseorang, 80%-90% lainnya ditentukan oleh attitude.

Nah, opo ndak bingung saya sebagai peserta, 2 instruktur dari 2 lembaga yang sama-sama ngetop, memberi pelajaran yang bertolak belakang.😯

Akhirnya saya simpulkan, karena menurut ibu yang cantik dan sekseh dari PRJ attitude itu kalah penting dari kompetensi dan menurut trainer dari ESQ Ary Ginanjar skill dan knowledge kalah penting dari attitude, artinya attitude dan kompetensi itu sama-sama ndak penting untuk keberhasilan karir seseorang.:mrgreen:

Menurut sampeyan, manakah yang lebih penting?

*Apakah postingan yang bertabur boso linggis ini bisa berarti saya dapet sesuatu dari training kemaren?

27 comments on “Kompetensi Vs Attitude

  1. nomercy mengatakan:

    yang saya tahu soal ability itu misalnya bisa terbang, tembus tembok, ngeluarin sinar laser dari mata, terus ada yang bisa mengubah tubuhnya jadi api …😀

    canda aja kerjaan saya nih … hehehe

    #stein:
    kalo sampeyan bisa mbok saya diajari melihat tembus tembok:mrgreen:

  2. mercuryfalling mengatakan:

    lha di handbook siswa dari kampusku ditulis : attitude is everything😀

    menurut aku sih semuanya hrs seimbang. pintar kalo gak sopan juga susah. sopan tapi gak kompeten juga bikin mangkel. contohnya customer services di amerika sini. banyak yg bikin mangkel meski attitudenya ok

  3. warm mengatakan:

    yg lebih penting tentunya ya bagaimana bersikap sebagaimana apa adanya diri kita
    *tambah bingung ya ? hihihi*

  4. suwung mengatakan:

    harusnyya diriku diundang untuk menyuwungkan para peserta bos

  5. sugiman mengatakan:

    berarti liburane memuaskan…in hos trenenge..ndak ada pengaruhnya

  6. arman mengatakan:

    hmmm asal gak parah2 amat skill dan kompetensinya, harusnya attitude megang peranan lebih penting.

    baru aja nih ada pengalaman juga di kantor saya. jadi ceritanya karena baru mengakuisisi suatu perusahaan jadi kita lagi punya beberapa lowongan, salah satunya accounting manager. dan beberapa saat lalu saya denger pas meeting, CAO kita ada ngomong kalo salah satu yang diinterview itu orangnya jago banget secara skill dan kompetensi, tapi akhirnya gak jadi diterima karena punya masalah attitude (jadi pas reference check, ternyata dikasih tau kalo ini orang susah bekerja sama walaupun pinternya setengah mati).

    jadi attitude itu penting banget lho…

  7. wijna mengatakan:

    Kalau intinya semua mau menjadi “The Great One”, ya skill, knowledge, dan attitude itu harus dimaksimalkan lah. Tapi yang namanya manusia kan pasti ndak bisa memaksimalkan semua itu toh, jd menurut saya ndak mungkin “The Great One” itu bisa ada.

  8. asri mengatakan:

    attitude donk… skill & knowledge masih bs dlatih…😉

  9. samsul arifin mengatakan:

    ya udah deh, kalau kesimpulannya dua hal di atas sama2 ga penting, berarti aku harus mengembangkan “sisi” yang lain aja. :mrgreen:

  10. adipati kademangan mengatakan:

    ditakokne bareng wae karo mbak seksi lan ESQ kuwi. sopo ngerti lek karo2 ne berdebat iso dijupuk hikmah e. *gak peduli sing menang sopo hihihihhiihii *

  11. egah mengatakan:

    yg lebih penting pesertanya training PRJ & ESQ mau dengerin trainernya ngomong…percuma trainernya njelasin pentingnya kompetensi & attitude(yg sangat membosankan) tapi pesertanya tidur dibelakang kayak saya😀

    salute to om stein yg ud bisa ngambil makna dari in hotel training

  12. Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    Kesimpulan sableng🙂
    buat sayah yang penting cantik dan sekseh kayak trainer itu
    hahahhaa

  13. Basyarah mengatakan:

    Menurutku, semuanya penting, termasuk guru yang sekseh itu😀

  14. zee mengatakan:

    Kalo saya, yg penting adalah attitude. Semua keberhasilan itu dibangun oleh orang yg punya attitude yg baik dan bisa masuk dgn misi perusahaan. Di kantor saya jg gt, kita gak butuh orang pinter yang skill tinggi but ga bisa kerjasama dgn rekan satu team, or yg sombong dan arogan, tp lebih suka mereka yg biasa-2 saja tp punya attitude yg baik.

  15. kucrit mengatakan:

    ketiganya penting, kalo berat sebelah jadinya repot, apalagi gak punya semuanya, tambah repot…

  16. Uke mengatakan:

    Yang penting sih *dari pengalaman saya berkarir* adalah mulut. Mengapa? Mau sampeyan punya knowledge, skill tinggi, attitude baik, tp kl ndak pintar ngomong, yah ndak maju juga karirnya.(yah kayak saya ini… mending disuruh masak daripada jual omongan..)

  17. dian mengatakan:

    kata bos saya, yang penting attitude.
    soalnya skill bagus tai atitutnya amburadul, biasanya akan jadi orang sok tau. nyrimpeti mas..

  18. Ria mengatakan:

    dua2nya penting mas
    both of attitude dan Skill
    karena kalau bisa mendapat dua hal tersebut insyaallah dunia akhirat ^_^

  19. zefka mengatakan:

    krn disuruh pilih satu…
    kayaknya skill dan kompetensi akan sangat berperanan dalam perkembangan karir seseorang, atasan cenderung akan melihat hasil kerja kita. Apakah projectnya berhasil, reportnya bagus ato gak, apakah efisiensinya tercapai dll. Meskipun dalam proses pencapaian hasil kerja itu kita main sikut kiri kanan, presentasi yg memojokkan rekan kerja, atau bahkan cari muka di depan bos dengan berperan dominan. Karir kita kan kemungkinan besar masih ditentukan oleh penilaian bos thdp kinerja kita, dia gak akan liat prosesnya tapi lihat hasil akhirnya.

    Kalo attitude mungkin akan sangat berperan dalam kehidupan sosial kita. Kita bisa jadi gak punya teman jika attitude jelek, dijauhin atau dimusuhin merupakan akibat langsung dr attitude yg gak diterima oleh khalayak ramai.

  20. Muzda mengatakan:

    Si Ibu bilang attitude gak begitu penting karena Beliau sudah cantik. Tapi Si Bapak bilang attitude-lah yang terpenting karena Beliau tidak cantik ??

  21. deeedeee mengatakan:

    hiyaaah.. kok ujung2nya malah ga penting sih, Mas…

    kalo saya nyimpulinnya sama penting… dari sudut pandang yg berbeda.. skill dan attitude penting bgt!😉

    #stein:
    sampeyan ini jawabannya indonesia banget, selaras, serasi, seimbang, disuruh milih salah satu maunya diambil semua😆

  22. - S - mengatakan:

    kalo menurut saya sih..
    yang paling penting : etos kerja😀

    *sok tau*

  23. Jafar Soddik mengatakan:

    Saya lebih memilih untuk mengutamakan attitude, karena biasanya kekurangan dalam hal skill dan knowledge pada diri seseorang akan tak terlihat (dihiraukan) jika akhlaknya itu baik. Kita lebih mengapresiasi terhadap mereka yang tidak terlalu pintar tapi orangnya rajin dan penurut jika dibandingkan dengan mereka yang pintar tapi sombong atau egois serta malas. Skill dan knowledge mungkin masih bisa dikembangkan, tp attitude yang baik sangat sulit untuk ditemukan dan dicari.

  24. Ade mengatakan:

    Klo saya yang penting attitude Mas.. klo knowledge dan skil itu bisa dilatih dan dipelajari.. klo attitude, dah bawaan orok susah ngerubahnya:mrgreen:

  25. si-69 mengatakan:

    Pernah dapet email gini nih, Mas.
    Misalkan A=1, B=2, C=3, dst..sampai Z=26, maka jumlah kata:
    1. KNOWLEGDE = 11+14+..dst = 96 doang
    2. ATTITUDE = 100
    Jadi, lebih besar andil attitude dlm mencapai kesuksesan. Tapi , untuk Indonesia, ada yang melebihi andilnya dari 2kata diatas, yaitu :
    KORUPSI : 109!🙂

  26. marshmallow mengatakan:

    karena saya sudah skilled and knowledgeable, maka penting bagi saya untuk meningkatnya attitude agar nggak terus-menerus sombong kayak barusan ini.

    pakabar, mastein?
    mana selamat hari seninnya?

  27. REJA mengatakan:

    SKill lebih penting
    karena orang yang memiliki skill yang lebih baik, lebih mudah untuk memanipulasi otak mereka, mereka akan dengan mudah sadar bagaimana berperilaku(attitude) yang seharusnya menguntungkan mereka,,,

    sedangkan

    orang yang memiliki attitude tapi tidak kompeten(tidak memiliki skill) akan membutuhkan waktu yang lama untuk merubahnya kalau training yang cuma 3 bulan,,itu susah…

    coz skills itu learning by thinking tapi kalo mengembangkan attitude learning by doing…jadi mengembangkan skill itu lebih sulit karena tidak ada aksi….jadi lebih memilih orang yang sudah punya skill add my fb (i m debating) jojoba_joqer@yahoo.co.uk

    #stein:
    yang saya heran, negara ini penuh orang punya skill tapi kok tambah rusak saja yo mas, apa mungkin karena mengembangkan attitude ternyata ndak semudah yang sampeyan kira? atau mungkin kita beda pengertian soal attitude?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s