Kesurupan?

moronSuatu pagi beberapa tahun tahun yang lalu saya terbangun karena mendengar jeritan dari rumah salah seorang tetangga di kampung. Horor! Beberapa orang termasuk saya berlarian menuju rumah asal suara tersebut, rumah yang sehari sebelumnya menggelar hajatan pernikahan salah seorang anak perempuannya. Letaknya hanya berjarak beberapa rumah dari rumah saya.

Waktu saya datang beberapa orang sudah berkerumun. Saya nanya, “Ada apa?”

“Mbok Minah kesurupan!”

Saya lihat Kang Dadap, si menantu yang konon katanya punya ilmu kebatinan sedang memegang kaki ibu mertuanya sambil mulutnya komat-kamit membaca doa. Beberapa orang bilang Mbok Minah menjerit karena makhluk halus dalam dirinya kesakitan walaupun kalo menurut saya sakit yang ditimbulkan disebabkan kuatnya tekanan Kang Dadap pada urat kaki si mertua.

Saat ayat kursi dibacakan Mbok Minah malah cengengesan, meledek, “Kalo cuma ngaji aku juga bisa!”

Mbok Minah pun ngomel ndak karuan, katanya waktu hajatan kemaren sesajennya kurang. Dia minta seekor ayam putih mulus (jangan mikir macem-macem, putih mulus artinya putihnya ndak berbelang) dilepaskan di kuburan bayi yang letaknya beberapa kilometer dari kampung.

Ayam dilepaskan, selametan diadakan, tapi Mbok Minah tetep ndak sembuh dari kesurupannya. Kulitnya makin hari makin pucat, tatapan matanya kosong. Dia mengenali orang-orang yang menjenguknya tapi sering marah-marah ndak jelas pada keluarganya.

Saya yang awalnya percaya Mbok Minah kesurupan lama-lama jadi mikir, jangan-jangan ini bukan karena makhluk halus. Dan benarlah, ternyata banyak cerita keluarga itu yang tidak tersebar keluar. Masalah tekanan batin yang diderita Mbok Minah akibat kekerasan verbal yang dilakukan suaminya. Terakhir saya dengar waktu hajatan kemaren Mbok Minah dibentak-bentak gara-gara ikut menghitung uang sumbangan yang diperoleh.

Sayangnya saat kebenaran itu terungkap kesehatan Mbok Minah sudah semakin parah. Sempat beliau dirawat di rumah sakit jiwa tapi ndak lama sebelum akhirnya meninggal dunia.

Dari situ saya belajar, tanpa mengesampingkan adanya makhluk gaib, selama masih ada penjelasan yang masuk akal selesaikanlah setiap masalah dengan hal yang masuk akal. Kalau semua yang masuk akal sudah mentok, barulah berpikir yang ndak masuk akal.

Mungkin karena terbawa kebiasaan suka instan dipadu dengan kepercayaan yang kuat akan adanya kekuatan di atas kekuatan manusia, orang kadang mengaburkan masalah pada hal yang ndak masuk akal. Mau ujian pensilnya didoakan, ndak dapet jodoh katanya diguna-guna, sakit setelah berantem sama tetangga dibilang karena santet, rumah tangga rusak katanya kena pelet. Menyederhanakan masalah dengan menimpakan kesalahan pada sesuatu yang berada di luar logika.

Tapi cerita Mbok Minah tidak berhenti sampai di situ. Simbok saya sempat menjenguk beberapa hari sebelum Mbok Minah meninggal, dia berpesan, “Dik, kalo aku mati tolong jaga kucingku.”

Untuk sampeyan ketahui, Mbok Minah punya peliharaan kucing kampung yang nurut banget. Kata orang-orang kalo Mbok Minah berangkat ke pasar kucingnya akan ngikuti sampe pinggir kali, Mbok Minah nyeberang dan kucingnya baru pulang. Tapi seumur-umur belum pernah saya lihat kucing itu nongol di rumah saya.

Dan sampeyan boleh percaya boleh ndak, sehari setelah Mbok Minah meninggal kucing itu dateng ke rumah saya, dan tinggal menetap!

Iklan

18 comments on “Kesurupan?

  1. itikkecil berkata:

    antara percaya dan tidak soal kesurupan ini….. eh, tapi kucingnya maih ada gak sekarang?

  2. itikkecil berkata:

    eh typo…. harusnya masih.. 😳

  3. boneth berkata:

    hiiii….
    saya merinding mbaca soal kucing..
    😀

    ktnya sih insting kucing sangat tajem.. mgkn dia memilih rumah mas stein selain krna udah ditunjuk sm tuannya, jg krna dia merasa cocok dirumah sampeyan..

    tolong dirawat yahh.. jgn lupa dikasih makan..
    oh iya, ikan asin dia nggak suka.. mendingan kasih semur jengkol, dia doyan banget tuh.. 😛
    *belagak jd mbok darmi

  4. Mawi Wijna berkata:

    kucing itu…

    Saya memang mas selalu menyelesaikan masalah dengan akal sehat. Tapi saya juga ngeh kalau di dunia ini semuanya serba relatif. Jadi untuk hal-hal macam ini saya manut saja.

  5. Chic berkata:

    skrinsut kucingnya mana? 😀

  6. clingakclinguk berkata:

    kira-kira knapa kok sampeyan yang dikasih amanah dan tanggungjawab merawat kucing itu? *membayangkan apakah wajah mastein cukup masuk dalam kategori penyayang binatang terutama kucing*

    btw, ndak ada tokoh lain kah? knapa slalu mbok darmi dan kang dadap?

  7. Vicky berkata:

    Jadi sekarang Mas Stein piara kucing?? Bagus, bagus, nggak perlu beli lem tikus dong..

  8. lina ling berkata:

    bagus nih mas stein, saya dapat point pentingnya : menyelesaikan masalah pada pokok permasalahannya, jangan dikeruhkan dengan hal-hal gak logis.

    untung mas stein yang dapat amanah memelihara kucingnya, coba kalau saya. uh…saya takut kucing soalnya.

  9. oglek berkata:

    kucing, dekat sekali dengan mitos ya

  10. chocovanilla berkata:

    Hati-hati Mas, kucingnya jugak perlu dikasih sajen ayam putih mulus lhoo…. hihihihihi….. 😀

  11. 1nd1r4 berkata:

    wah ada juga kejadian seperti ini yah

  12. dan di foto itu kucingnya mbok darmi?

  13. JR berkata:

    wakh kucingnya bagus gag nih, kalo bagus kirim aja ke aku….soalnya aku seneng ama kucing

  14. Basyarah berkata:

    Dah lama ga’ berkunjung nih, sekarang nyempetin lagi liat blog mas stein.

    Aku terharu banget, kasian mbok ya. Dari kalimat “selesaikanlah masalah dengan hal yang masuk akal dulu” sangat setuju sekali. segala sesuatu harus di analisa dahulu melalui ilmu pengetahuan.

  15. frozzy berkata:

    saya termasuk yang tidak percaya sama hal-hal superstitious kaya begituan, mas. dan saya setuju, selama bisa diselesaikan dengan ilmu pengetahuan, kenapa harus menggantungkan penyelesaian sesuatu masalah sama hal di luar logika, yang belum tentu bisa menyelesaikan masalah.

  16. Eh, aku nitip kucing juga ya? Tolong dipelihara ya? Ini ada sekeluarga kucing yg meneror keluarga kami.

    http://dewo.wordpress.com/2010/06/11/terror-kucing/

    Salam.

  17. kesurupan terjadi karena kehilangan kesadaran

  18. keimanan bisa menyelesaikan masalah seperti ini.

    terima kasih,

    petunjuk investasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s