Solusi yang Bermasalah

Beberapa waktu yang lalu saya sempet kelimpungan, gara-gara hape jadul saya yang sudah berapa tahun ini kebanting-banting ndak pernah protes tiba-tiba ngambek. Yang pertama dia ndak mau mbuka phonebook, jadi tiap kali saya nyari nama orang yang ada di daftar si hape jadul ini langsung hang, ndak berapa lama kemudian dia akan restart sendiri. Yang kedua baterainya ngedrop, dari kondisi baterai full begitu dipake nelpon ndak sampe 5 menit dia akan mati, langsung low batt.

Pernah suatu saat ada seorang petinggi nelpon saya sambil marah-marah, belum sampe kalimatnya habis hape saya modar! Walah, saya jadi ndak enak, kesannya saya sudah bosen denger beliaunya ngomel trus saya tutup. Waktu di Jakarta beberapa waktu yang lalu juga gitu, sebelum kopdar sama Cah Ndableg dan Mbak Devi hape saya charge sampe penuh, begitu siang saya sampe di Plasa Semanggi indikator baterai sudah merah, sakaratul maut.

Tapi Kang Noyo cuma mesam-mesem denger keluhan saya, sambil nyeruput kopi seribuan di warung Mbok Darmi dia malah bilang kalo saya ini lucu.

“Lucu piye tho Kang?” Protes saya.

“Yo lucu, wong dulu kamu 20 tahun lebih hidup ndak make hape yo ndak papa, sekarang baru berapa hari hape bermasalah ributnya setengah mati.” Kata Kang Noyo sambil terkekeh.

“Yo lain Kang, sekarang ini hape sudah jadi kebutuhan pokok. Ndak bisa disamakan seperti dulu.” Bantah saya.

“Mosok sih? Kebutuhan pokok itu kan pangan, sandang, papan. Apa sudah dirubah sekarang? Jadi empat gitu, termasuk hape?”

Halah!

“Kamu inget cerita soal botol yang di pilem itu tho Le? Sama kayak kamu sekarang ini.” Kang Noyo ngakak.

Cerita botol ini ada di pilem The God Must Be Crazy, saat sebuah botol yang jatuh di perkampungan suku terasing Afrika dijadikan alat serba guna oleh penduduk lokal. Mereka yang sebelumnya ndak pernah liat botol, dan baik-baik saja hidup tanpa botol, tiba-tiba merasa bahwa botol adalah kebutuhan pokok, dan membuat kehidupan mereka yang sebelumnya tenteram tanpa gejolak menjadi penuh intrik.

Sama seperti saya sekarang. Asyem!

“Kadang aku yo bingung kok Le, sebenarnya hape itu solusi atau masalah?” Kang Noyo mendadak termenung, sambil mengisap rokok pelan-pelan.

Welhah, kesannya dalem bener, padahal cuma ngomong soal hape.

Menurut Kang Noyo, dunia ini berkembang karena orang berusaha untuk selalu menciptakan solusi. Masalahnya dari tiap solusi yang diciptakan akan selalu timbul masalah baru, yang juga akan dicarikan solusi baru. Berulangnya siklus solusi dan masalah itulah yang membuat dunia terus berkembang.

“Orang bisnis pun pada dasarnya menjual solusi, misalnya yang jualan hapemu itu, juga sebenernya ndak sekedar jualan produk. Mereka juga jualan solusi.” Kang Noyo mulai meracau.

“Orang yang cuma jualan produk ndak akan bisa bertahan lama Le, makanya setiap produk akan berusaha dibungkus dalam wujud solusi. Bahkan kalo sebenarnya produk itu ditargetkan untuk menjadi solusi atas masalah yang baru akan timbul setelah produk itu diciptakan.”

Waduh, mulai mumet saya.

Kang Noyo menyebutkan bahwa solusi dan masalah itu terbagi menjadi empat jenis :

  1. Solusi atas masalah yang sudah ada dan sudah dirasakan

    Misalnya di suatu daerah pertanian timbul hama wereng, petani sudah kewalahan menanganinya, kemudian datanglah seseorang jualan pestisida. Solusi ini datang sebagai jawaban atas masalah yang benar-benar terjadi, dan memang sudah dirasakan oleh masyarakat.

  2. Solusi atas masalah yang sudah ada tapi belum dirasakan

    Dulu kampung saya ndak punya akses jalan selain jalan setapak yang berkelok-kelok di sepanjang pematang sawah. Penduduk kampung saya terbiasa mengangkut gabah dengan cara dipikul atau make sepeda pancal, ndak ada masalah yang dirasakan. Sebenarnya ndak punya jalan itu masalah, mau nggiling padi susah, mau jual beras susah, tapi karena sudah terbiasa jadi seperti bukan masalah. Jalan yang kemudian dibangun secara swadaya adalah solusi yang membuat penduduk kampung saya sadar bahwa selama ini mereka sebenarnya hidup dalam masalah.

  3. Solusi atas masalah yang akan dimunculkan kemudian

    Buatlah sebuah produk lalu bentuk persepsi orang agar mereka merasa membutuhkan produk itu, kalo mau liat contohnya sampeyan tinggal pelototi iklan yang hampir tiap menit tayang di teve.

  4. Solusi atas masalah yang sengaja ditimbulkan agar solusi kelihatan seperti solusi

    Lha ini yang gawat, kadang seseorang sengaja membuat situasi yang mengakibatkan dirinya dibutuhkan sebagai pembawa solusi.

“Sik tho Kang? Hubungannya sama hape saya yang rusak ini apa?” Mumet saya denger Kang Noyo ngelantur soal solusa-solusi.

Kang Noyo mendelik karena omongannya saya potong, “Piye tho? Kamu harus tahu masalahmu termasuk kategori yang mana. Jadi kamu tahu persis bahwa solusi yang kamu cari memang benar-benar yang kamu butuhkan, bukan cuma yang kamu pikir kamu butuhkan.”

Makin mumet, saya pamitan, sudah cukup obrolan ini. Saya lho cuma pengen ngeluh soal hape, memangnya siapa yang nanya solusi?

Jiyan!

21 comments on “Solusi yang Bermasalah

  1. warm mengatakan:

    sudut pandang yang selalu keren

    trus, beli hape baru jadinya mas ?:mrgreen:

    #stein:
    hahahaha:mrgreen:

  2. agussupri mengatakan:

    kalau hp dipake sarana bisnis online,kalau kodisinya spt itu ya stress,mau tidak mau harus ganti biar lancar

    #stein:
    sepakat pak, yang seperti sampeyan berarti memang hape buat solusi😀

  3. rully mengatakan:

    Jadi, ke jakarta lagi buat kulakan HP?😀
    Kalo ke Jakarta mbok ayo reunian hehehehe….

  4. hajarabis mengatakan:

    hahaha…nice🙂
    sempatkan juga mengunjungi website kami di http://www.hajarabis.com
    sukses selalu!!

  5. mikhael mengatakan:

    Sungguh Kang Noyo nan bijaksana…
    Orang jaman dulu ndak punya hape tapi hidupnya tetap sentosa, lho kok kita jaman sekarang tiap menit mantengin layar hape, ketika hang lantas semaput…
    Saya kadang heran dengan ulah beberapa kawan, yang lebih asyik bersosialisasi melalui hape dan BBM padahal disampingnya ada banyak orang idup beneran yang bisa diajak ngobrol…
    Halah

  6. nDaru mengatakan:

    jadi kadang sebuah solusi itu lama2 ya bisa jadi masalah ya?

  7. mawi wijna mengatakan:

    Saya jadi terpikir mas Stein,

    Di suatu lingkungan ada masalah,
    Si A datang membawa solusi,
    Tapi solusi si A itu ternyata juga membawa masalah,

    Datanglah si B membawa solusi untuk masalah dari solusi si A,
    Tapi solusi si B itu ternyata juga membawa masalah,

    Datanglah si C membawa solusi untuk masalah dari solusi si B,
    Tapi solusi si C itu ternyata juga membawa masalah,

    ndak tahunya masalah dari solusi si C itu bisa diatasi oleh solusi si A.

    Lha, jadi mumet tow hidup penuh solusi dan masalah >.<

  8. susisetya mengatakan:

    itulah manusia, memang sudah begitu adanya, dulu sebelum punya Hape aku gak pernah bingung mikirin anggaran buat pulsa atau musti ganti batere karena ngdrop sekarang pergi lupa bawa HP aja udah panik setengah mati…

  9. risdania mengatakan:

    yang baca juga mumet,,jadi petiingginya mbeliin henpon ndak? atau skrg make botol jd henpon?

  10. devieriana mengatakan:

    Berarti nanti pas kopdar berikutnya udah i-Phone mungkin ya?:mrgreen:

  11. chocoVanilla mengatakan:

    Pengennya sih terlepas dari HP😦

  12. bowo mengatakan:

    belum lagi hp nya ada beberapa jenis, tambah mumet dah.

  13. salam kenal….
    sebenarnya punya hp masalahnya cuma pas harus beli pulsanya.

  14. PAI mengatakan:

    Awalnya hape jadi solusi komunikasi llau timbul lagi berbagai masalah yaa.. kayak hape ngadat gitu. Jadinya konter dan service hape jadi laku,hehehhee
    beli yang baru lagi aja mas. untung-untung kalo sampeyan udah nyimpen nomer kontak di kartu SIM

  15. dr. Eva mengatakan:

    hape lama meski sederhana tapi penuh manfaat..
    buktinya pas lagi rusak, kelimpungan juga…
    hmmm,,,
    semua harus disyukuri,,,

  16. Tanda tanda Kehamilan mengatakan:

    mantaplah masih bisa hidup dengan hape sederhana meski kadang tak bersahabat,,, tapi hape mahal juga kadang lemot kok!

  17. chocoVanilla mengatakan:

    Masteiiiin, nyang endi wae sampeyan iki? Kok gak ono sing anyar ki lhooo…..

    #stein:
    halo mbakyu, sik, lagi semedi sik:mrgreen:

  18. Emanuel Setio Dewo mengatakan:

    Sebuah solusi bisa jadi peluang bisnis baru juga. Artinya kita bisa terjun menjadi bagian dari solusi.

  19. thewill mengatakan:

    salut buat mastein yang bisa tetap hidup sederhana meski disekeliling berkehidupan glamour… sukses selalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s