Lelaki Ketiga

Sabtu kemaren saya bangun jam 4 pagi, lebih pagi dari biasanya, bahkan saat hari kerja pun saya ndak biasa bangun sepagi itu. Tanggal 12 Desember 2009 memang bukan hari biasa, saya siap-siap nganter istri ke kamar yang sudah dipesen 3 hari sebelumnya, bukan kamar hotel tapi sebuah kamar di rumah sakit bersalin Melati Husada. Yup, saya bersiap menunggu kelahiran anak kedua.

Ndak seperti kelahiran anak pertama dulu yang agak penuh kemelut, kelahiran yang sekarang relatif lebih santai karena perencanaannya lebih mateng. Dari awal dokter sudah menyarankan cesar karena jarak dari kelahiran anak pertama (yang juga cesar) baru tiga tahun, agak beresiko untuk mencoba melahirkan normal. Waktunya dipilih bukan karena tanggal dan bulan yang sama-sama 12, tapi lebih karena pertimbangan praktis, minggu depannya saya cukup ngambil cuti 4 hari karena jumatnya tanggal merah.

Cek perbekalan, beberapa baju daster dengan kancing depan (agar mudah dibuka waktu menyusui), celana dalam ibu hamil (tidak disarankan make G-string, serius!), gurita untuk ibu (bayi ndak disarankan make gurita, konon menghambat perkembangan organ), baju bayi satu setel (untuk dipake waktu pulang), makanan kering dan air mineral gelas (untuk njamu penjenguk), kasur dan bantal (untuk penunggu), perlengkapan mandi. Siap berangkat!

Jadwal operasi molor, dari yang seharusnya jam 7 pagi mundur jadi jam 9. Ndak deg-degan, santai karena istri saya juga santai. Saking santainya saya ndak liat bayi saya sudah dibawa dari ruang operasi ke ruang bayi. Alhasil saya harus nanya-nyanya ke suster yang jaga, “Itu anak saya bukan…?” :mrgreen:

Sempet agak kuatir waktu susternya ngomong anak saya sesak nafas jadi harus ditaruh di inkubator lengkap dengan bantuan oksigen. Tapi Alhamdulillah ndak berlangsung lama, mungkin sekitar 2 jam, kata susternya ndak ada yang perlu dikuatirkan. Saya nanya beratnya 3,3kg dan panjang 50cm. Waktu sudah balik dari ruang bayi baru inget ada yang kelupaan, saya balik lagi nanya, “Suster, cewek apa cowok?”

Susternya mesem, mungkin karena kebodohan saya melupakan pertanyaan utama itu, “Laki-laki pak!”

Saya sebenarnya sudah menyiapkan dua buah nama tapi istri saya bilang mau mikir-mikir dulu. Untuk sementara baru nama depan yang kami sepakati, Haidar, yang berarti singa atau pemberani. Harapan saya semoga nanti anak saya tumbuh jadi orang yang berani mengatakan bahwa yang benar adalah benar dan berani menjalankannya, serta berani untuk mengatakan bahwa yang salah adalah salah dan berani menentangnya, semoga.

Iklan

16 comments on “Lelaki Ketiga

  1. alfakurnia berkata:

    Selamat ya… Semoga jadi anak sholeh, sehat & pandai. Pembawa kebahagiaan bagi keluarganya.

  2. Mawi Wijna berkata:

    hehehe, selamat! Bara punya adek lagi! Jadinya uger-uger lawang deh.

  3. ulan berkata:

    selamat ya maaaass… *iriiii *

  4. Takodok! berkata:

    waaaaa.. semalat ya mas stein dan istri, halo dek Haidar *dadah2*
    Smoga sehat, jadi anak yang berbakti 🙂

  5. Wempi berkata:

    Slamat…
    Haidar Satria
    bener gak tuh namanya 😀

  6. Chic berkata:

    uwaaaaaaaaaa lucunyaaaaaaa….
    *gemes gemes*

    selamat ya maaaaas, ibunya jadi paling cantik di rumah dong ya 😆

  7. adipati kademangan berkata:

    huaa ternyata bara sudah punya adek
    selamat ya atas kelahirannya

    Semoga lebih pinter dari bapaknya

  8. kucingusil berkata:

    selamat ya mas, nambah anggota keluarga lagi 😀
    semoga dek Haidar jadi anak yang sholeh dan kebanggaan ibu bapaknya *amiiiin*
    ng, ada niat mo buat artikel “perempuan ke dua” ndak? :mrgreen:

  9. njenengasli berkata:

    goodluck n welldone
    boy / girl not matter
    COBA LAGI ANDA MSH BELUM BERUNTUNG
    (undian bekno)
    qwqwqw
    smoga mjd anak yg sholeh berbhakti pd ORTU nya n tentunya bg Nusa dan Bangsa (PPKN yo..qwqwqwqw)

  10. Kang Syukur- Manajer Pabrik berkata:

    Slamat yo Gus…

    Jo suwi2 olehmu ninggalno pabrik
    Cak suto, Bik Siyem(warung kopi pojokan biasane awake dhewe ngutang), Kang Muji lan konco liane
    wes pengen krungu kabare si “thole”

    Pokok slamet kabeh
    seger waras
    aku melu bungah….

    Salam kanggo keluargamu

  11. mazcendhol berkata:

    wah..selamat ya om stein
    sugih anak lanang..
    kalo aku dah sejodho

    sik..sik..namanya ‘haidar’ ya?mirip sama nama ponakanku..haidar juga

  12. Mas Adien berkata:

    Barokalloh….selamat ya Stein di rumah dikau dpt saingan lagi cakepnya ( ojok mangut2 lo yo )….smoga jadi anak yg berguna bg keluarga, agama dan bangsanya…Insya Alloh bln depan ojobku nyusul lahiran…doakan ya…brarti kl aku mampir njenguk suguhane banyu putih thok ki?

  13. alfakurnia berkata:

    mas stein, kalo udah ga sibuk begadang mampir kesini ya:
    http://pojokmungil.wordpress.com/2009/12/15/my-first-ever-blog-award/
    ada award untukmu 😀

  14. chocovanilla berkata:

    Wah, selamat Mas Stein. Rupanya jagoan lagi yaaa….
    Gak papa, ntar satu lagi dapet cewek kok…. 😀

  15. […] Saya yang baru saja masuk setelah cuti seminggu nunggui kelahiran anak kedua mendadak dikasih pertanyaan ndak mutu kayak gini. Tapi saya patut waspada, biasanya Kang Noyo ndak […]

  16. sapimoto berkata:

    Selamat untuk kelahiran putra keduanya, semoga menjadi anak sholeh dan seperti yang diharapkan bapak dan ibunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s