Bukan Sekedar Eksis

Kadang saya suka geli sendiri saat membaca posting status di beberapa media sosial, facebook misalnya, “Gan, catfiz ane cuma sedikit.” Atau, “Yang make whatsapp, ini nomerku…”

Lucu, bener-bener pengen ketawa ngakak sambil nunjuk-nunjuk, “ndesooo…!” sampai saya teringat bahwa dulu saya pun ndak jauh beda.

Jamannya friendster bikin akun di friendster, ada plurk bikin akun di plurk, ada facebook bikin akun lagi di facebook, ada twitter bikin akun lagi, google+ nambah akun lagi. Belum termasuk akun yang standard macem yahoo messenger atau gtalk.

Setiap buka akun baru bingung, kok daftar kontaknya cuma sedikit? Akhirnya berburu kontak baru, kenal ndak kenal pokoknya[tm] yang penting banyak! Sampe akhirnya saya sadar bahwa media sosial bukanlah ajang lomba banyak-banyakan teman.

Buat apa teman di facebook ribuan kalo yang benar-benar sampeyan kenal ndak sampe itungan jari dua tangan?

Biar eksis!

Itu yang dulu ada di pikiran saya, dan mungkin itu juga yang ada di pikiran sampeyan.

Salahkah?

Yo ndak, ndak ada yang salah dengan eksis, tapi kata-kata Dahlan Iskan dalam bukunya “Dua Tangis dan Ribuan Tawa” ini mungkin bisa sama-sama kita renungkan :

Gunung tidak harus tinggi, yang penting ada dewanya, sungai tidak perlu dalam, yang penting ada naganya

Bukan eksis yang jadi isu utama di sini, tapi seberapa besar ke-eksis-an sampeyan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Misalnya sampeyan bisa berbagi ide, tips, tentang apapun, yang bermanfaat bagi orang-orang di lingkaran media sosial sampeyan. Sukur-sukur ide sampeyan ndak sekedar berhenti di dunia maya, tapi juga membumi, punya manfaat nyata bagi orang banyak. Sampeyan bisa lihat Mbak Silly dengan gerakan Blood For Life-nya, atau Mbak Hanny dengan Coin A Chance, bukan sekedar eksis tapi juga bermanfaat bagi sesama.

Konon yang pertama dinilai dari setiap perbuatan adalah niatnya. Jadi saat sampeyan masuk ke media sosial niatkanlah untuk bisa berbagi manfaat dengan orang lain. Sayangnya niat saja ndak pernah cukup, ada hal-hal lain yang diperlukan untuk mewujudkan niat itu, diantaranya adalah eksis!

Lha? Tadi katanya eksis itu ndak penting!

Saya ndak bilang eksis itu ndak penting, eksis tetep perlu, tapi eksis hanyalah sebuah jalan, bukan tujuan utama.

Bagaimana sampeyan mau berbagi ide kalo orang-orang bahkan ndak sadar sampeyan itu ada? Sebuah warung pun butuh penarik perhatian, biar ada pelanggan yang mampir, agar mereka tau makanan di warung itu enak. Sampeyan perlu eksis, tapi sebatas agar sampeyan bisa lebih jauh menebar manfaat.

Bagaimana caranya biar eksis?

Banyak cara yang bisa sampeyan tempuh, tapi beberapa langkah berikut ini mungkin bisa sampeyan pertimbangkan :

  1. Buatlah blog

    Sebenarnya ndak ada yang istimewa dari blog, dia hanyalah tempat pengabadian kilasan-kilasan ide, gagasan, wangsit, rasa anyel, mangkel, dan juga seneng, yang kadang mampir di kepala. Tapi dengan blog, kilasan ide, gagasan, dan wangsit yang sampeyan dapat bisa terus ada, ndak akan hilang termakan jaman, apalagi kalo blognya gratisan.

  2. Buatlah link untuk menghubungkan blog dengan akun media sosial yang lain

    Manfaatkanlah akun media sosial yang sampeyan miliki untuk menyebarkan tulisan-tulisan di blog sampeyan. Bisa juga dengan memberikan fasilitas share, agar orang yang merasa tulisan sampeyan bermanfaat bisa ikut menyebarkan ke media sosial lainnya.

  3. Rajin berkunjung ke blog lain

    Ini adalah salah satu cara terampuh, layaknya di kehidupan nyata, kalo sampeyan rajin silaturahmi ke tetangga tentu sampeyan akan banyak dikenal. Tapi tentu saja jangan asal berkunjung, soale termasuk kategori menyebalkan adalah saat sampeyan ndak mbaca tulisan yang sudah dibuat dengan susah payah oleh pemilik blog, lalu komentar sesukanya.

  4. Bergabunglah dengan komunitas tertentu

    Bergabung pada sebuah komunitas akan memperluas pergaulan sampeyan, nambah teman, nambah wawasan, nambah eksis tentunya.

  5. Ikutlah kopdar

    Percayalah, hubungan yang cuma terjadi di dunia maya ndak akan bisa segayeng hubungan dengan orang lain yang benar-benar pernah ketemu muka. Dijamin eksis sampeyan lebih berasa nyata.

  6. Milikilah koneksi internet sendiri

    Ini syarat utama walaupun ndak mutlak, sepertinya agak menyusahkan kalo sampeyan pengen eksis tapi numpang koneksi kesana kemari. Ndak selalu harus mahal, salah satu operator seluler dengan koneksi internet lumayan cepet dan harganya terjangkau yang bisa sampeyan manfaatkan adalah AXIS. blog Dunia AXIS

Tapi seperti yang tadi saya bilang, ndak usah ngoyo jadi eksis. Bukan masalah seberapa eksis sampeyan, tapi seberapa besar manfaat yang bisa orang lain rasakan.

17 comments on “Bukan Sekedar Eksis

  1. lilliperry mengatakan:

    oo pantes blog saya ndak eksis2. poin nomor 2 itu yg belum saya lakukan mas, alasannya klasik, malu.
    Malu kalau tulisan saya dibaca teman2 pesbuk/twitter saya, keluarga apalagi. Alasan utamanya sih karena tulisan saya banyak ndak manfaatnya :))

    Eksis itu yg nyanyi gerimis mengandung bukan? *eh

    semoga menang dan jangan lupa makan2 *sama keluarga sampeyan tentunya* πŸ˜€

    #stein:
    pede saja, soal ada manfaatnya atau ndak itu kan orang yang nilai

  2. fajarembun mengatakan:

    eksis yuuk pake axis *halah

    #stein:
    halah tenan nek iki πŸ˜†

  3. Imam Bukhori mengatakan:

    Cara yg saya tempuh sesuai saran mas :

    1. Sudah ada
    2. Gak ngerti
    3. Sudah gabung, itupun gak sengaja
    4. Waktunya selalu bentrok (kalo ini hanya alibi saja) … πŸ˜›
    5. Sudah ada

    apakah saya eksis ?
    embuh … πŸ˜›

    #stein:
    sekarang sudah ngerti tho? dan sudah eksis pastinya πŸ˜†

  4. nengbiker mengatakan:

    Milikilah koneksi internet sendiri

    Ini syarat utama walaupun ndak mutlak, sepertinya agak menyusahkan kalo sampeyan pengen eksis tapi numpang koneksi kesana kemari. Ndak selalu harus mahal, salah satu operator seluler dengan koneksi internet lumayan cepet dan harganya terjangkau yang bisa sampeyan manfaatkan adalah AXIS.

    –> tambahin: yang koneksinya stabil di daerah rumahmu.

    #stein:
    kalo saya yang penting murah dulu, sukur-sukur stabil *balada kantong cekak*

  5. Risdania Syf mengatakan:

    jd inget akun skype saya temennya cuma 1,,itupun bikin ya cuma buat pacaran,,maklum LDR hahahahhaha

    #stein:
    yang penting kebutuhan tercukupi tho mbak πŸ˜†

  6. untouch mengatakan:

    manteb iki, sayang aksis nang nggonanku njepat…

    #stein:
    nek nang malang kota kene rodo lumayan mas dab

  7. yustha tt mengatakan:

    teman2 FB sy yang cuma 700an itu, pj Tuhan sy kenal semua. Minimal kenal lewat blog. πŸ™‚

    #stein:
    eksisnya nyata berarti πŸ˜†

  8. budiono mengatakan:

    aku ndak punya pulsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa….

    #stein:
    waduh, ndak punya pulsa ya ndak eksis tho *ngok*

  9. Dhenok Habibie mengatakan:

    waahh, gk sia2 jalan jauh kesini.. ternyata ada yang sedang ikut lomba, ikutan aahh biar eksis juga.. πŸ˜›

    sukses kontesnya mas

    #stein:
    amien…

  10. social bookmark mengatakan:

    mantab gagasannya mas bro…..

  11. Chic mengatakan:

    ajiyeeeeee :mrgreen:

    #stein:
    asyem!

  12. Ikut menyimak artkelnya Gun πŸ™‚

    Salam,

  13. zulhaq mengatakan:

    saya? pengen menghibur orang lain aja sebisa dan segaring yang yang bisa. walaupun lebih banyak unsur menyampah. that’s it.

    #stein:
    tapi sampeyan sudah terbukti ketenarannya πŸ˜†

  14. putrimeneng mengatakan:

    yang nomer lima itu lho …. apa perlu bikin BTS sendiri pake provider apa2 kok tetep lemot 😐

    #stein:
    hahaha, itulah mbakyu, lemot kok merata

  15. adiekeputran mengatakan:

    wah tulisannya mas stein emang mantap…
    mesti nge-eksis nih.. πŸ˜€

    #stein:
    eksis pake aksis *halah*

  16. Antyo Rentjoko mengatakan:

    oh… ngeksis. masih jadi mantera dalam perblogkan, ya?
    ngeblog itu cuma butuh niat untuk menulis dan ilmu pede: “kalau orang lain gak tahu blog saya itu bukan masalah saya.” gampang, kan?

    #stein:
    dalem bener kata-katanya :mrgreen:

  17. mamaray mengatakan:

    Nice

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s