Tips Menulis

menulisMeskipun saya termasuk penulis pemula, ijinkan saya membagi sedikit tips menulis.

Buat saya menulis itu gampang-gampang susah. Kadang kalo lagi lancar banyak ide bermunculan begitu saja di kepala, menusuk melalui sela-sela rambut, mengering, dan rontok berjatuhan. *halah!*

Sekarang yang serius, ide bisa muncul dari mana saja, bisa sesuatu yang terjadi secara nyata di sekitar kita, bisa juga suatu pikiran yang sekonyong-konyong koder muncul dari negeri antah berantah. Yang sering membuat ide terbuang sia-sia adalah sampeyan percaya bahwa ide itu begitu kuatnya sehingga yakin ndak akan lupa, beberapa jam berlalu dan hilanglah ide itu, yang tersisa hanya pikiran, “Kayaknya tadi pengen nulis sesuatu, apa ya…?”

Tips pertama, selalu catat ide yang muncul walaupun ide belum tentu selalu jadi tulisan. Saya biasa mencatat di buku, atau kalau lagi ndak bawa buku kadang saya catat di draft sms henpon.

Kalau sampeyan pernah membaca tulisan saya, bahasanya sangat memprihatinkan sederhana. Nyaris ndak ada istilah-istilah yang bisa membuat saya kelihatan intelek atau gawul, bukan karena saya ingin membumi tapi memang kemampuan bahasa saya cuma segitu.

Tips kedua, menulislah selayaknya sampeyan berbicara. Menulis adalah cara untuk mengkomunikasikan isi kepala sampeyan kepada orang lain, bukan untuk membuktikan bahwa sampeyan pinter menulis.

Mungkin sampeyan pernah membaca tulisan yang terasa dangkal, misalnya tulisan-tulisan saya, hanya berisi opini sepihak, analisa ngawur tanpa referensi jelas. Hal ini bisa dihindari dengan sedikit riset. Ndak usah mbayangin riset di laboratorium, yang sederhana saja, misalnya nanya paklik gugel atau mbah wiki.

Tips ketiga, lakukan sedikit pendalaman atas apa yang sampeyan tulis dengan memperbanyak referensi.

Sampeyan punya ide mbikin tulisan soal Pemilu, tapi tertunda-tunda dan baru sampeyan tulis waktu Pak eSBeYe melantik kabinet. Basi!

Tips keempat, jangan mengendapkan ide terlalu lama, ndak cuma karena masalah faktual, kadang emosi yang mengikuti ide itu juga bisa berkurang atau hilang. Yang ada nanti tulisan sampeyan terasa datar tanpa perasaan, sampeyan bisa merasakan saat menulis, masihkah ada emosinya.

Kadang saking semangatnya waktu menulis banyak pilihan kata yang ndak tepat, atau struktur kalimat yang kurang bagus. Yang paling standard ada kesalahan pengetikan (bukan ejaan! karena ejaan saya parah).

Tips kelima, biasakan tahap dalam menulis adalah membuat draft, mengedit, baru menerbitkan. Kalo perlu proses mengeditnya ndak hanya dilakukan satu kali.

Perlu waktu beberapa lama sebelum tulisan saya jadi agak enak dibaca. Kadang saya membaca tulisan-tulisan lama di blog, memalukan, tapi itulah bagian dari proses yang membentuk tulisan saya sekarang.

Tips keenam, practice makes perfect (jangan protes kalo tulisannya salah, boso linggis saya memang memprihatinkan), jangan putus asa dalam menulis. Menulislah dan menulis lagi… 🙂

18 comments on “Tips Menulis

  1. Mawi Wijna mengatakan:

    Menulis itu harus diburu agar ide tak hilang karena lupa. Pernah seminggu kemarin saya mandeg kerja. Karena seminggu itu lagi mood nulis. Hasilnya? Belasan tulisan yang aneh bin ajaib! 😀

  2. Ar mengatakan:

    Tipsnya mantab kang! saya suka gaya nulis panjenengan..sederhana tapi mengena 😀 sip dah!!

  3. Wempi mengatakan:

    Wempi lebih hoby membaca tulisan dan komentar yang mengikutinya *padahal hoby blogwalking :mrgreen:

  4. detx mengatakan:

    tips dari penulis profesional ini rasanya..

  5. zefka mengatakan:

    paling senang dengan tips “menulislah selayaknya bicara”.
    Kalo untuk orang yg tuna bicara (maaf), menulis mungkin bisa di analogikan dengan bicara ya…

  6. David mengatakan:

    Betul! Bahasa sederhana membuat tulisan itu bertenaga. Tulisan dengan banyak istilah asing sangat melukai saya dan saya biasanya langsung berhenti membacanya. Good tips bro!

  7. Chic mengatakan:

    wooogh thanks Mas tips-tips nya, kalo saya sih ide banyak, waktunya yang ngga ada.. 😆

  8. sabri mengatakan:

    tips nulis sederhana namun memberiku pencerahan biar lebih banyak berlatih….thanks…

  9. sabri mengatakan:

    tipsnya oke, mas…

  10. adipati kademangan mengatakan:

    nah kayaknya tips sampeyan kok masih ndak nyanthol bagi saya. Berarti ada yang ndak beres dengan saya, piye mas ?

  11. harikuhariini mengatakan:

    Hehe, iya nih mas stein tampak makin profesional aja gaya nulisnya. Mantaf!!
    Kalo saya nulis ntu seringnya mood2an, sering mendadak kehilangan ‘energi’, padahal tulisnya belum selesai. Jadi aja menuh2in draft. Uhh..trus ujung2nya di delete deh.

  12. Stephen Langitan mengatakan:

    bukannya ngeblog adalah ngetik? hehehe.. gw setuju dengan artikel ini, sesuai pengalaman.. 🙂

  13. Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    Nih aku belajar nulis komen di blogmu mas’e 😀 hehehe

  14. oglek mengatakan:

    nambahin satu lagi, kalau sedang gak ada ide jangan meksa nulis 😀

  15. rinibee mengatakan:

    mas, numpang tanya.. klo draft menghilang.. gimana ya cara menelusurinya.. ? makasih..

  16. harni mengatakan:

    sip…!!ane setuju mas, klo ane mengawali nulis yang agak susah, tapi klo udah mepet waktunya harus selesai baru metu…

  17. Rizal Dwi Prayogo mengatakan:

    wah, terimakasih atas tips2 nya..
    sy juga sedang belajar menjadi penulis handal, punya rencana juga membuat buku.. Doakan ya 🙂
    good luck1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s