Kendaraan yang Berhak Didahulukan

Kalo misalnya ditanya, siapakah orang di jalan raya yang paling ndak tau diri? Saya akan bilang para pejabat kampung lokal yang lewat dengan mobil dikawal voorijder.

Kok bisa?

Sederhana saja, kalo sampeyan ditraktir mestinya tau diri, bukannya malah memanfaatkan kesempatan, mumpung gratis trus sampeyan pesen makanan dan minuman yang paling mahal, dengan porsi dobel, dan saat pulang sampeyan masih pesen lagi buat dibungkus.

“Hubungannya sama mobil pejabat tadi apa Le?” Tanya Kang Noyo.

“Kelakuannya sama.” Ujar saya.

Misal suatu saat sampeyan lihat mobil bupati lewat, paling depan ada mobil polisi dengan sirine menyala, trus mobil bupati yang sejelek-jeleknya Toyota Camry, trus disusul dengan para punggawa kabupaten yang naik mobil plat merah, ditutup dengan mobil satpol PP atau DLLAJ yang juga bersirine.

“Sekarang saya tanya, yang mbayari bensin mereka itu siapa?”

“Memangnya siapa?” Kang Noyo balik nanya.

Jelas bukan dana pribadi bupati, uang bensin ngambil dari APBD, hasil urunannya rakyat.

“Yang beli mobilnya siapa?”

Bukan bupati juga, mobilnya dibeli pake duit rakyat lagi.

“Yang bikin jalannya siapa?”

Lagi-lagi bukan duitnya bupati, jalan dibikin pake duit pajak, duitnya rakyat.

“Yang nggaji polisi, para pejabat kabupaten, satpol PP, bahkan termasuk bupatinya sendiri siapa?”

Sekali lagi duit rakyat yang dipake.

“Sekarang sampeyan bayangkan, orang yang dibayar pake duit rakyat, naik mobil yang dibeli pake duit rakyat, dengan bensin yang dibayari rakyat, dan lewat jalan raya yang dibangun dengan duit rakyat, tapi menyuruh rakyat minggir supaya mereka bisa jalan duluan. Opo ndak kurang ajar itu namanya?”

“Bisa saja kamu itu Le.” Kang Noyo ngakak.

“Mereka kan pejabat, memang sudah sepantasnya dapet prioritas di jalan tho.” Kata Kang Noyo.

“Kalo menurut saya kebalik Kang, justru karena mereka sudah jadi pejabat jadi ndak perlu didahulukan. Soale ndak ada yang ngomeli kalo terlambat.”

Soal prioritas di jalan diatur di Pasal 134 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, mereka yang berhak didahulukan (sesuai urutan) adalah :

  1. Kendaraan pemadam kebakaran
  2. Ambulans yang mengangkut orang sakit
  3. Kendaraan yang memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
  4. Kendaraan pimpinan lembaga negara
  5. Kendaraan pimpinan dan pejabat asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
  6. Iring-iringan pengantar jenazah
  7. Konvoi/kendaraan untuk kepentingan tertentu

    Dalam penjelasan pasal 134 yang disebut kepentingan tertentu adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, misal kendaraan untuk penanganan bom, huru hara, bencana alam, dan kendaraan pengangkut pasukan.

Jadi pejabat yang sering minta didahulukan di jalan itu aslinya ngajak guyonan, di antara ketujuh kriteria itu mereka masuk kategori yang mana?

Yang juga lucu adalah saat sampeyan liat ada konvoi mobil/motor sedang touring dengan dikawal voorijder. Touring itu kan acara seneng-seneng, tapi sampeyan yang sedang ada kepentingan malah disuruh minggir.

Kalo misalnya mereka punya speaker yang cukup keras mungkin pengumuman ini akan diteriakkan di jalan, “Tolong minggir, beri jalan, kami mau rekreasi!”

“Makanya kamu jadi pejabat atau wong sugih, biar ndak disuruh-suruh minggir terus.” Kata Kang Noyo sambil berdiri mau pamitan.

“Kenapa Kang?” Saya liat Kang Noyo meraba-raba kantong seperti orang kebingungan.

“Duitku ketinggalan.”

Lagu lama.

“Ndak papa wis, saya bayari.” Kata saya.

“Oh, kalo gitu sekalian ya Mbok, minta plastik, saya nambah gorengan sepuluh, dia yang mbayari.”

Oalah, kelakuanmu Kang.

Jiyan!

20 comments on “Kendaraan yang Berhak Didahulukan

  1. putrimeneng mengatakan:

    baru kemarin, di pom bensin saya sama mas bojo antri duluan e la dalah ada bapak2 berseragam nyerobot dengan wajah lempeng, meh nesu kok yo kepiye ora nesu kok ya kebangeten, bebek ae iso antri kok menungso diajari antri susah bener😐

    *nyambung ga sih sama artikelnya*

    • Alex© mengatakan:

      Seragamnya seragam apaan? Biasanya yang begini ini yang berseragam aparat keamanan (TNI/Polri). Kayaknya merasa dengan seragam sebagai centeng negara, semua orang mesti minggir. Aku sering ketemu yang serobot antrian begini ini di ATM. Kesal jadinya. Apalagi kalau bawa bedil, seakan peluru di bedilnya itu dibeli dengan uang orang tuanya saja.

  2. Annas D Human mengatakan:

    Seharusnya DJP bikin saran ditujukan ke PNS, TNI, POLRI, DPR, DPR, pokoknya ambtenaar bahwa 70% gaji mereka berasal dari pajak yang rakyat bayar. Jadi Mindset mereka harus diubah dulu

  3. nasphie mengatakan:

    wah,,saya setujuuuuuu,,mantep banget nih tulisannya,,hehehe,,semua berasal dari duit rakyat tapi sombongnya,, tetp aja rakyat yang merana,,,ikh,,

  4. budiono mengatakan:

    hwkwkwkw… kalo orang dadi manten, trus berangkat ke gedung pake pengawal, iku termasuk yang mana ya kang? :d

  5. nengbiker mengatakan:

    makjleb jleb jleb

  6. warm mengatakan:

    sesekali ntar saya lempar batu ah
    nyebelin😐

  7. surya mengatakan:

    menurut saya kendaraan yang harus di dahulukan itu adalah AMBULANCE,,,,
    yuuk bertukar informasi bersama kami melalui http://unsri.ac.id

  8. fairyteeth mengatakan:

    *bukmark postingan ini* ada pasal dan UU nya…

    btw, di Jakarta gini yang macetnya ampun2an banget, yang namanya kendaraan pake voorijder tuh ngelesin blaaaassss…. gak tau diri, semua org pada nganti macet, padat eh dia enak2 nyuruh minggir… kalo ambulans, atau pemadam kebarakan sih kita maklum ya… lha ini pejabat. emang kalo kena macet bakal mati apa???

    Nyebelin!!

  9. Alex© mengatakan:

    Demi bintang matahari dan rembulan serta segenap angkasa raya, aku sangat mengaminkan setiap sabd di postingan blog ini. Terutama bagiani ini:

    “Sekarang sampeyan bayangkan, orang yang dibayar pake duit rakyat, naik mobil yang dibeli pake duit rakyat, dengan bensin yang dibayari rakyat, dan lewat jalan raya yang dibangun dengan duit rakyat, tapi menyuruh rakyat minggir supaya mereka bisa jalan duluan. Opo ndak kurang ajar itu namanya?”

    Sangat kurang ajar. Kemarin itu saat aku berangkat dari Medan ke Jakarta, kembali ke Bogor, pemandangan yang sama nampak di jalan tol. Iring-iringan dengan voorijder juga bikin macet di jalan tol. Jadi yang bayar tol, sipil-sipil macam kita ini, seperti tak memiliki hak di jalanan. Warga negara diperlakukan seperti kambing yang dihalau dari jalanan yang jadi hak mereka, cuma demi orang-orang yang makan, minum dan bahkan toilet untuk buang airnya dibayar dari pajak warga negara.

    Dan satu lagi yang tak tahu diri itu termasuk aparat seperti yang baru-baru ini kuomelkan. Segala truk, reo dan voorijder mereka itu nggak dibayar sama uang nenek-moyangnya, tapi dari uang negara. Rambu-rambu dibuat cuma untuk warga negara biasa, bukan untuk mereka.

  10. zaldy mengatakan:

    menurut saya kendaraan yang harus di dahulukan itu adalah AMBULANCE,,,,
    yuuk bertukar informasi bersama kami melalui http://unsri.ac.id

  11. chocoVanilla mengatakan:

    Aku pernah ndak mau minggir waktu iring-iringan Pak Wakil Walikota lewat. Sebetulnya bukannya ndak mau minggir, tapi posisi lagi tanggung, eh si Bapak DLLAJ nyalip terus mlerok galak sambil siap-siap nggebrak pintu mobil. Begitu liat aku yang masang muka jutek, ndak jadi nggebrak. Mungkin dalam hati mikir, eh emak-emak to bisa repot kalo urusan sama makhluk yang satu ini:mrgreen:

    Emang nyebelin yang beginian, Mas. Emangnya mereka doang yang punya kepentingan mendesak? Aku kan juga harus buru2 wong kadang selak ngampet pipis je…

  12. devieriana mengatakan:

    Di Jakarta, banyak yang pak voorijder, utamanya pejabat-pejabat yang bukan Kepala Lembaga Negara dan ikut menggunakan fasilitas ini. Pernah, kejadian di daerah Sudirman. Semua kendaraan berhenti total, macet parahlah, kalau bisa bergerak paling nggak ada semeter. Tiba-tiba terdengar raungan sirine voorijder sibuk meminta kendaraan-kendaraan untuk memberi jalan. Lah, kan macet, gerak aja nggak bisa gimana mau kasih jalan? Mau masuk got? Sampai akhirnya si mobil yang diiringi voorijder itu lewat dan terlihat platnya, healah, nggak penting. Cuma mobil pejabat yang platnya 4 angka (bukan RI 1)! Dengan sinis saya cuma bilang, “oh, mungkin yang di dalam ada pejabat yang mau ngelahirin dan udah bukaan dua belas…”

  13. […] yang kadang buru-burunya seperti mau perang beneran, atau voorijder yang sedang membuka jalan untuk rombongan pejabat kampung, yang datang adalah kendaraan yang menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 memang berhak […]

  14. Denny mengatakan:

    Artikel yang menarik, saya jadi tambah ngerti.
    Selama ini aku gak pernah ‘ngalah’ kalo ada iring2an touring yang gak ada petugas voorijder nya.
    Resiko memang, termasuk tadi siang mobilku ditendang ama sekawanan orang yang lagi touring pake Kawasaxx Ninjx, mungkin lagi buru-buru kebelet ‘eek’, jadi aku yang gak mau minggir dianggap bikin dia ‘ngantong’😀
    Tapi juga maklum sih, mereka juga beraninya rombongan, coba kalo cuman sendiri, apa berani mereka nyuruh orang lain minggir🙂

  15. […] saat ada seorang pejabat dari gedung belakang, bukan pejabat kemaki yang dengan kawalan voorijder suka minta didahulukan itu, pejabat yang saya maksud di sini adalah pemuda jawa beraroma batak. […]

  16. sofyan cholid mengatakan:

    voorrijder bagi moge motor besar mengganggu jalan khog bisa ya polisi sebagai pengawal????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s