Anak Durhaka

Saya ini wong ndeso, ndeso dalam arti sebenarnya karena saya memang lahir dan besar di sebuah kampung terpencil di pelosok Jawa Tengah. Sampe sekarang pun depan dan belakang rumah bapak saya di sana masih sawah, jauh dari jalan beraspal, pokoknya ndeso.

“Ndeso kok bangga.” Sergah Kang Noyo.

“Bukan bangga Kang, saya cuma mendadak teringat kenangan masa lalu gara-gara tadi di pabrik ada orang nyetel lagu dari masa kecil yang selama ini saya cari.” Kata saya.

Waktu itu setelah dengan susah payah akhirnya listrik bisa masuk ke kampung saya, bapak saya membeli radio tape. Walah, senengnya bukan main, karena selama ini hiburan saya cuma radio kotak segede gaban, tenaganya make aki waktu setrumnya sudah ndak kuat buat nyalain tipi item putih, salah satu aset bapak saya yang lain.

Setelah bapak mbeli radio tape itu beliau nanya, “Kamu mau kaset apa?”

Sebagai anak kelas dua SD yang kemeruh saya njawab dengan mantab, “Kaset rock!”

Padahal apa itu musik rock saya juga ndak ngerti. Oleh bapak saya dibelikan sebuah kaset kompilasi lagu rock, yang saya inget ada lagunya Harry Mukti, judulnya lupa, ada lagu Menjilat Matahari-nya God Bless, dan ada satu lagu dengan interlude panjang bernuansa neo klasik yang jadi favorit saya.

“Halah gayamu pake ngomong interlude, neo klasik, kayak kamu ngerti musik saja.” Ledek Kang Noyo.

Asyem!

Samar-samar saya inget itu lagunya Elpamas, tapi juga ndak yakin. Apalagi setelah saya denger salah satu lagunya Elpamas yang terkenal, Pak Tua, lagunya kok cuma mak pletak pletok gitu. Padahal seinget saya lagu yang ada di kaset kompilasi itu ada bagian instrumental yang panjang dengan gaya-gaya mirip Yngwie Malmsteen, sendak-ndaknya mirip Power Metal lah.

Sampe akhirnya tadi siang dari ruangan sebelah di pabrik terdengar bagian solo gitar yang sepertinya akrab di telinga, begitu terdengar suara penyanyinya, “Kau sakit jiwa ya? Bertingkah s’makin ganas!”

Welhadalah! Saya langsung lari ke sebelah, ini lagu yang selama ini saya cari! Ternyata judulnya Anak Durhaka (Brutal), dan yang nyanyi memang bener Elpamas. Lha kok beda banget sama jenis musiknya di lagu Pak Tua. Mungkin seperti kalo pertama kali sampeyan denger Kings Will Be Kings-nya Helloween kemudian dengar lagu Windmill, bisa jadi sampeyan ndak bakal percaya kalo lagu ini dari band yang sama (walaupun dengan personel beda).

Lagu ini konon berasal dari album Dinding-dinding Kota yang dirilis pada tahun 1989, lumayan jadul. Dan setelah saya denger-denger lagi ternyata musiknya ndak segahar yang saya inget, tapi bagian interlude-nya lumayan enak didengar. Saya pun mengkopi lagu itu, tentu saja mp3 bajakan.

Mungkin sampeyan juga punya lagu dari masa lalu?

Iklan

11 comments on “Anak Durhaka

  1. ikhsan berkata:

    Jadi inget waktu kanak2 dulu,suka denger God Bless ‘anak asuhan rembulan’ 🙂
    Jatengnya mana mas?

    #stein:
    saya mBlora mas

  2. Dewa Bantal berkata:

    Kalau ngomong masalah kaset pertamaku waktu kecil, yang kubeli adalah kasetnya Dragon Ball 🙂

    Harganya Rp. 7500 di kota Jepara hahaha…

    Gembiranya bukan main xD

    #stein:
    kaset cerita anak-anak mas?

  3. budiono berkata:

    emane di rumah saya dulu ada koleksi kaset sak peti kotak [peti kayu], mungkin itu punya mbah2 dulu, lha kok dibuang gitu aja, dibakar!

    wasyem!

    #stein:
    dan nasib koleksi kaset saya juga mungkin nantinya ndak jauh beda, kaset metal-metal sekotak yang sudah 3 tahun berdebu di kardus

  4. Asop berkata:

    Wahaha…. saya baru 20 tahun, kalo ditanya lagu dari masa lalu, ya lagunya Bondan Prakoso, Susan dan Kak Ria Enes, Trio Kwek-kwek, Eno Lerian, Chiquita Meidy, pokoke penyanyi cilik. 😀

    #stein:
    saya juga tau, tapi ndak ada yang berkesan 🙂

  5. Vicky Laurentina berkata:

    Ada dong. Lagu dari jaman masa lalu saya adalah Debbie Gibson + Chris Cuevas, judulnya Someday. 😀

    #stein:
    lagu yang gimana itu mbak?

  6. lambenesugiman berkata:

    Seh SD, radio jadi milik bapak, seng disetel kasete ora irama…

    *Terlhaaluu….

    #stein:
    pantesan kok raimu ndangdut tenan Kang :mrgreen:

  7. fi'ah berkata:

    laguku cicakuswoyo dan helen

    #stein:
    lebih tua lagi ternyata 😆

  8. mbakDos berkata:

    nggg lagu masa lalu saya itu ya jadi lagu masa sekarang. masa lalu saya dengernya dari kangmas2 saya, macem GNR, Scorpion, Jimi Hendrix, Aerosmith, trus masa sekarang ya nggak ada perkembangan, lagu2 itu juga yang saya dengerin.

    ckckck masa gitu ya?!

    #stein:
    hahaha! mirip sama saya mbak, jaman sepertinya berhenti di era itu

  9. prasetyandaru berkata:

    ooo..tak pikir tulisan tentang anak yang mbalelo sama bapaknya

    #stein:
    sekali-kali nulis yang ndak perlu mikir mbak

  10. Chic berkata:

    Windmill! satu-satunya lagu yang masih mengingatkan saya akan keberadaaan Hallowen 😆

    #stein:
    padahal itu lagu itu dari album gagal helloween lho mbak, jiyan parah banget lagunya

  11. Tetanggajenderal berkata:

    sewaktu googling “anak durhaka”, saya malah dapat video 3gp nya, hiii…serem

    #stein:
    serem piye Kang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s