Koneksi, Ngeblog, dan Ngerumpi

Sebagai seorang buruh pabrik dengan fasilitas pas-pasan dan kemampuan menulis yang cuma ala kadarnya sebenarnya ngeblog itu berat buat saya. Maksud saya di sini ngeblog secara kaffah, ya nulis, ya mbalesi komentar, ya blogwalking, sukur-sukur kalo blognya bisa diotak-atik sendiri.

Fasilitas saya pas-pasan karena saya ndak punya koneksi internet di rumah, jadi mau ndak mau saya harus nunut ngenet di pabrik. Kenapa ndak di warnet? Karena kalo di warnet istri saya bisa ngomel-ngomel, mosok anak istri ditinggal di warnet. Celakanya di pabrik pun koneksi internet cuma dibatasi untuk juragan dan para mandor, sebagai jongos saya harus pinter-pinter nyolong untuk bisa internetan.

Sudah fasilitas minim gitu kemampuan menulis juga pas-pasan. Saya sebenarnya pengen bisa bikin nulisan yang nendang, ada beberapa judul yang sempat terpikirkan, misalnya Sepatu Tanpa Huruf U, Tendangan Tanpa Sepatu, Sepatu Tak Bertali, Ada Apa Dengan Sepatu, Ketika Cinta Bersepatu, tapi saya kuatir nantinya sama saja, cuma judulnya yang nendang karena ada kata sepatu tapi isinya tetep ndak jelas.

Keinginanย  saya untuk bisa mbikin tulisan yang menyentuh, mendayu, mendesah, dan menggigit itu bukan tanpa alasan. Selama ini saya mengandalkan jejak yang saya tinggal di sana sini agar blog saya dikunjungi balik, tapi karena susahnya dapet koneksi bikos ai hef tu nyolong dan kalopun dapet sering luemotnya ngaudubilahiwongurip maka saya terpaksa ndak bisa jalan-jalan, bahkan untuk sekedar setor muka ke imam madzhab bocor alus, pendiri jamaah assilliyah, juragan penghancur, mbak cantik, tukang candi, mbak batak yang suka ngomong jawa, ahli matematika, dan semua yang ada di feed reader saya. Pengennya orang-orang balik ke blog jelek saya bukan karena kasian liat saya yang sudah susah payah berkunjung tapi karena memang tulisan di sini enak dibaca dan perlu. *dirajam orang tempo karena njiplak* :mrgreen:

Paling mentok saya cuma bisa mbaca blog yang disetting agar bisa tampil penuh di feed reader, untuk komen mohon maap, kadang sudah nulis banyak-banyak begitu mencet tombol submit yang keluar tulisan “please check your internet connection and try again“, yang berakibat saya misuh-misuh. Sementara kalo nulis tanpa ada yang komentar rasanya juga sepi, seperti manggung tanpa penonton, sedih karena merasa ndak ada yang mengapresiasi tulisan yang saya bikin.

Alternatifnya?

Ikut ndobos sama mbok-mbok yang saya curiga pada kelebihan gajih di RT sebelah! ๐Ÿ˜†

Di sini bisa sedikit mengatasi susah dan lemotnya koneksi saya, karena cukup dengan membuka satu situs yang lumayan ringan saya bisa menikmati membaca, dibaca, komentar dan sekaligus dikomentari. Saya bisa mendapat keramahan tetangga cukup dengan berpindah dari satu lapak ke lapak lainnya, tidak perlu pindah-pindah toko. Ibaratnya sampeyan lagi main ke pasar tradisional, atau bazar, ramah dan meriah.

Tentu ada juga ndak enaknya ndobos sama mbok-mbok di sebelah, perputaran tulisannya sangat cepat. Kadang pagi nulis sorenya tulisan sudah ilang, karena sudah datang barang baru yang lebih seger maka tulisan yang lama segera digudangkan. Untuk itu beberapa tulisan saya di situ saya pajang juga di sini, karena blog bagi saya monumental.

Untuk sampeyan yang main ke sini dan saya belum sempat berkunjung balik, maapkanlah, bukan karena saya malas hati, tapi karena koneksi. Kalo sampeyan pengen tepe-tepe atau kena penyakit lemah koneksi, atau pengen menginjak sepatu mbok-mbok, silakan main ke RT sebelah, konon katanya bukan sekedar ngerumpi tapi ngerumpi dengan hati. ๐Ÿ™‚

15 comments on “Koneksi, Ngeblog, dan Ngerumpi

  1. Chic mengatakan:

    woooooogh pantes dirimu kok seneng bener ngerumpi bareng mbok-mbok di sebelah.. ๐Ÿ˜†

  2. samsul arifin mengatakan:

    mas, sesibuk apapun njenengan dengan simbok2 itu, tolong rawat rumah pertama njenengan ini ya.
    rumah ini awal tempat kita bertemu mas, ga ingin hilang begitu saja.
    jangan tinggalkan rumah ini yah, aku mohon.

  3. mawi wijna mengatakan:

    Tenang mas, saya juga langganan RSS Ngerumpi kok, memperhatikan dirimu, Mbok Venus, mbok Silly, mbok Dosen, mas Tugiman, dkk saling melempar debat dan canda. Tapi saya jarang komen je, takut kalah heboh sama mbok-mbok itu masalahnya, hehehe. Tapi saya sekarang juga aktif di RT sebelah mas, di Publikana.com.

  4. Yu2n mengatakan:

    hehe.. teteup ditunggu tulisan-tulisannya mas Stein! teteup semangat! ๐Ÿ˜†

  5. Eka Situmorang - Sir mengatakan:

    Tenaaang mas ๐Ÿ˜‰
    tetep balik kow walopun ndak dikunjungin balik
    yooo dimaklumin ๐Ÿ˜› hehehehe

    btw, link saya koq masih yang ke wordpress ya.
    jangan2 malah gak tahu kalau saya udh pindah [dot] com lagi….

  6. clingakclinguk mengatakan:

    mas, ngerusuh disini boleh ndak? kalo boleh ntar saya bawa geng rusuh kemari, hahahaha…. ๐Ÿ˜€

  7. amril mengatakan:

    Hahaha…boleh juga istilahnya Mas Stein

    Tapi salah tuh, harusnya mantan perjaka disarang penyamun wanita…

    Salam sesama rumpiers pria, yang ceria, jenaka dan apa adanya :))

  8. sysca mengatakan:

    ma kasih atas infonya ya!!!

  9. ipied mengatakan:

    kucing perusuh datang ๐Ÿ˜€

    sama mas koneksi saya senen kemis ginih menggih-menggih… jadi sebel jadang ngerumpi jadi terganggu :p

    kalo dah gini badan langsung meriang karena telat minum ngerumpi !

  10. […] Hal ini diperparah dengan google page rank saya yang ndak nambah-nambah dari angka nol besar. Sampe akhirnya saya putus asa dan males ngurusi blog lagi. Waktu itu kebetulan saya juga dapet mainan baru, ndobos sama simbok-simbok di RT sebelah yang bertajuk ngerumpi[dot]com. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s