Barra dan Kereta Api

Anak-anak adalah pemerhati yang baik. Mungkin ndak selalu terucap, tapi apa yang mereka lihat akan terekam dengan baik dalam ingatan layaknya harddisk yang baru dipasang.

Contohnya yang terjadi pada anak saya, Barra Faid Azizan, 3 tahun. Hari Minggu kemaren saya beserta istri dan anak saya pergi ke Giant, Mall Olympic Garden, Malang. Berhubung belum nemu jaket motor untuk menggantikan jaket lama saya yang rusak karena kecelakaan maka saya memutuskan beli jaket yang ada di barisan peralatan motor. Ndak gitu bagus tapi lumayan untuk saya pake wira-wiri ke pabrik sementara belum nemu jaket yang lebih aman.

Sambil jalan-jalan menelusuri lorong-lorong Giant saya melihat-lihat rak mainan, ada beberapa macam kereta api mainan yang dipajang di situ. Sekedar informasi, anak saya tergila-gila pada tiga hal, lampu merah, palang jalan, dan kereta api. Saya liat-liat harganya, antara 100 sampai 200 ribu, relatif mahal untuk ukuran buruh pabrik macem saya. Saya taruh lagi mainan itu di rak dan saya teruskan dengan acara milih-milih jaket. Anak saya ndak ngomong apa-apa, cuek saja dia lari-larian.

Begitu sampai di rumah saya coba jaket barunya. Kata si ibu, “Barra, liat tuh ayah punya jaket baru.”

Anak saya ngomong, “Ndak, ayah ndak punya jaket baru.”

“Itu ayah punya jaket baru, kan tadi kita beli di MOG”, kata ibunya lagi.

Kata anak saya, “Endak!, kita tadi ke MOG ndak beli jaket.”

“Trus beli apa?”

Menusuk sekali kata-katanya, “Kita kan mau beli kereta api, tapi ndak jadi!” 😯

Oalah! Gitu kok ya ndak ngomong blas waktu di sana. Akhirnya tadi pulang dari mburuh saya sempatkan mampir di toko mainan, beli produk Cina yang lebih miring harganya. Dan anak saya menyambut di rumah dengan mata berbinar, “Itu kereta api!” 😆barra dan kereta

Iklan

9 comments on “Barra dan Kereta Api

  1. adipati kademangan berkata:

    hiyaaa … ternyata nurun sampeyan. kata-katanya bijak tur menusuk hati hahahaha

  2. sugiman berkata:

    Anakku 2 laki semua, klo beli harus 2, dah abis berapa kerata yang dibeli, dari model yg kecil ampe yang besar dapat dipastikan ancur semua…

  3. sugiman berkata:

    eh keretanya sama ama aku beli!! cinoan

  4. Vicky berkata:

    Harus bilang apa mestinya supaya kita ngeh bahwa dia kepingin mainan kereta api, Mas? Saya aja sering bikin ngeri orang tua saya dulu kalo saya pergi ke rak mainan..

  5. Takodok! berkata:

    Like father like son jadinya ya mas? :mrgreen:

  6. Gandi Wibowo berkata:

    Wah… jadi pengin beliin maenan buat anak.. Tapi blom punya nih 😀

  7. detx berkata:

    fyuh… tertusuk sekali mendengar jawaban anak seperti itu. gimana-gimana sebagai orang tua kita pasti ingin memberikan kebahagiaan kepada anak..

  8. zefka berkata:

    wahhh senangnya Barra dapat mainan baru….meskipun pake acara nyindir2 dulu.
    Buah jatuh tak jauh dari pohonnya 🙂

  9. oalah mas Barra kamu cerdik nian 🙂
    namun kadang kita gak ngerti ya apa yang ada di hati sang buah hati….

    *hmmm kenapa tiba2 mellow jd pengen punya buah hati juga ya :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s