Like Father Like Son

dsc00665Abis mlaku-mlaku dari blog ke blog, gak sengaja nemu ini, saya jadi inget pernah baca tulisan yang membahas masalah like father like son ini. Sampeyan tentunya tau lagu “Cats In The Craddle” tho? Itu lho, yang aslinya lagunya mbah Harry Chapin yang dinyanyiin lagi sama Ugly Kid Joe, kalo ndak tau berarti sampeyan ndak gawul! Pernahkah sampeyan memperhatikan liriknya? Kalo belum monggo sampeyan pelototi liriknya di bawah ini

My child arrived just the other day
Came to the world in the usual way
But there were planes to catch and bills to pay
He learned to walk while I was away
He was talkin’ ‘fore I knew it
And as he grew he said,
“I’m gonna be like you, Dad,
You know I’m gonna be like you.”

And the cat’s in the cradle and the silver spoon,
Little boy blue and the man ‘n the moon.
“When you comin’ home?”
“Son, I don’t know when. We’ll get together then.
You know we’ll have a good time then.”

Well, my son turned ten just the other day.
He said, “Thanks for the ball, Dad. Come on, let’s play.
Could you teach me to throw?”
I said, “Not today. I got a lot to do.”
He said, “That’s okay.” And he walked away and he smiled and he said,
“You know, I’m gonna be like him, yeah.
You know I’m gonna be like him.”

Well, he came from college just the other day,
So much like a man I just had to say,
“I’m proud of you. Could you sit for a while?”
He shook his head and he said with a smile,
“What I’d really like, Dad, is to borrow the car keys.
See you later. Can I have them please ?”

I’ve long since retired, my son’s moved away.
I called him up just the other day.
“I’d like to see you, if you don’t mind.”
He said, “I’d love to, Dad, if I could find the time.
You see my new job’s a hassle and the kids have the flu,
But it’s sure nice talkin’ to you, Dad.
It’s been sure nice talkin’ to you.”
And as I hung up the phone it occurred to me,
He’d grown up just like me.
My boy was just like me.

Baca liriknya saya jadi merasa bersalah sama anak saya yang sering saya tinggal pijet leyeh-leyeh setelah pulang kantor dengan alasan capek. Dia saya biarin maen sama ibunya saja yang kantornya dalem kota, yang tentunya ndak secapek saya yang harus mancal sepeda motor 100km tiap hari. Lirik lagu ini yang mbikin saya tersentak, plus campur ketakutan kalo sampe anak saya selama ini ternyata ndak menikmati rasanya punya bapak.

sampeyan tentunya ndak punya cita-cita bakal mendapat perlakuan kayak bapak-bapak yang diceritain di lagu itu tho?

12 comments on “Like Father Like Son

  1. joe mengatakan:

    kalau pepatah belanda mengatakan, buah apel tak kan jatuh jauh dari pohonnya…

    #mas stein:
    lho saya baru tau kalo bahasa kita sama bahasa belanda sama!! :mrgreen:

  2. sapimoto mengatakan:

    Mudah-mudahan tidak mengalami yang dialami Mas Stein, eh maksudnya seperti dalam lagu yang ngetrend waktu saya masih smp… 🙂

    #mas stein:
    saya kok menduga dalam waktu yang gak terlalu lama anaknya om sapimoto bakal mbikin blog tentang motor, modif, touring, dan tetek bengeknya dengan strategi SEO yang canggih :mrgreen:

  3. edy mengatakan:

    anaknya diajarin ngeblog juga? 😀

    #mas stein:
    ini kan ceritanya lagi like father like son om 😆

  4. hawe69 mengatakan:

    ‘intropeksi’ yang bagus… 🙂

    ada orang bijak yang bilang, di mata seorang anak,
    TIME is LOVE, sedangkan para orang tua, atau orang dewasa TIME is MONEY..

    gitu deh.. susah jadi manusia ..hahaha

    #mas stein:
    betul sampeyan mbak, hal pertama yang harus kita sadari dalam berkomunikasi adalah bahwa tiap orang memandang sesuatu melalui matanya sendiri 😀

  5. Vicky Laurentina mengatakan:

    Ya sudah, lain kali kalo Mas Stein lagi pijet-pijet, anaknya ya mbok diajak pijet-pijet sekalian..

    #mas stein:
    waduh, ampun bu dokter… 😆

  6. mercuryfalling mengatakan:

    100 km ? alamak….

    waktu aku kecil, malah seneng kalo bokap traveling wekkekkekk soale bokap strict sih. plus aku bisa bobok ama nyokap

    #mas stein:
    100 km itu sudah pulang pergi mbak, sekali jalan cumak 50km 😆

  7. Chic mengatakan:

    wooogh Vio belum keliyatan sih kayak ayahnya.. 😆

    #mas stein:
    sapa tau niru maknya.. 😆

  8. Catra? mengatakan:

    kalau saja anaknya tahu bapaknya kayak gini gimana ya?

    #mas stein:
    emang bapaknya kenapa mas…?

  9. bodrox mengatakan:

    calon pembalap itu om 😛

    mas stein:
    jangan mbalap ah, mahal itu… 😆

  10. deeedeee mengatakan:

    panjang yah perjalanannya…

    Hm,,, moga kalo aku dah gede *skr msh imut, bukan kecil, hehehe* akan tetep merhatiin ortu..
    Baiknya diambil, jeleknya dibuang 🙂

    moga bisa bagi waktu ma keluarga 🙂

    #mas stein:
    amien…

  11. ntieholic mengatakan:

    waahh, semoga anakku yang cuman mengenal aku sebagai satu satunya orang tua, sebagai ayah skaligus sebagai ibu, dia bisa menikmati semua usaha ku, kasih sayang & perhatian ku termasuk menghargai perjuangan2 ku demi dia …

  12. Mireya mengatakan:

    This specific blog, “Like Father Like Son mas stein” illustrates that you really fully
    understand what you’re speaking about! I really 100 % am in agreement. Thanks ,Michel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s