Kualat Sama Istri

Malam ini tiba-tiba saya teringat sama obrolan lama waktu masih mburuh di Probolinggo. Di sana ada sopir juragan saya yang berkumis tebal, panggilannya Pak Haji, pria kelahiran Madura yang sudah lama menetap di Probolinggo. Sebagai sesama jongos saya sering ngajak beliau ngopi di warung depan pabrik.

Yang saya tau Pak Haji ini bekas sopir bis antar kota antar propinsi yang sudah bosen berkelana dan memilih untuk jadi sopir di pabrik, ndak nyangka ternyata beliau punya kisah hidup yang berliku.

Suatu hari waktu lagi ngopi sambil udad udud di warung beliau ngomong, “Sampeyan ndak usah silau melihat orang-orang dengan kekayaannya, itu semua cuma titipan, kalo mau semua itu dalam sekejap bisa diambil sama Yang Menitipkan.”

Saya ngangguk-ngangguk saja, klise pikir saya.

Beliau melanjutkan, “Saya pesen sama sampeyan, ati-ati berlaku kepada istri. Jangan berkhianat, jangan berbohong sama istri, sebab sampeyan bisa kualat.”

Saya masih ngangguk-ngangguk saja sambil nyebul-nyebul asap rokok.

Pak Haji ngomong lagi, “Saya ndak gitu silau liat orang-orang bergelimang harta sebab saya pernah mengalaminya, saya tau itu hanya titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil karena saya juga mengalaminya. Dan saya bilang sampeyan harus ati-ati berlaku sama istri karena semua harta saya lenyap karena saya kualat sama istri.”

Lha ini baru menarik, “Memang ceritanya gimana pak?”

Sambil nyalain rokok Pak Haji meneruskan, “Dulu saya ini juragan di Madura, sawah dan ladang saya berhektar-hektar, mobil saya berjejer-jejer, truk punya belasan. Pokoknya saya ini paling top di kampung, kasarannya kalo buat tujuh turunan ndak bakal habis duit saya.”

Pak Haji nyruput kopinya, “Masalah terjadi waktu anak saya masuk pesantren. Saya sering nengok dia. Kebetulan waktu nengok itu saya sering ketemu sama seorang perempuan yang juga lagi nengok saudaranya. Dari kenalan, ngobrol, sampai akhirnya saya suka dan berniat mengawini dia. Akhirnya saya nikah siri.”

Saya nyalain lagi rokok, jarang-jarang denger cerita ala sinetron hidayah di dunia nyata.

“Walaupun saya gampang bepergian dengan alasan sibuk ngurusi bisnis tapi lama-lama istri saya curiga juga. Suatu saat dia nanya apakah saya punya istri lagi, saya bilang ndak punya. Saking ndak percayanya suatu saat istri saya meminta saya bersumpah bahwa saya ndak punya istri selain dia dengan sumpah bahwa kalo saya bohong maka biarlah semua harta ludes tak bersisa. Saya pun bersumpah, saya pikir yang kayak gitu ndak bakal ada pengaruhnya.”

Pak Haji menatap saya, “Ternyata saya salah. Beberapa waktu setelah saya bersumpah saya ketipu 150 juta, sampeyan bayangkan awal-awal tahun 80-an duit segitu. Setelah itu ada saja apesnya, gagal panen, pelanggan beralih, harga anjlok, banyak kejadian ndak masuk akal sampai akhirnya semua harta saya ludes. Bener-bener saya jadi kere.”

“Untungnya istri saya ndak matre, dia cuma berpikir ini mungkin jalan dari Yang Di Atas agar saya menyadari kesalahan. Saya yang stress, biasa ndak pernah kekurangan tiba-tiba ndak punya apa-apa. Suatu saat saya ngomong sama Gusti Allah, ya Allah, saya sekarang sudah ndak punya apa-apa, saya mau merantau, kalo memang Panjenengan mau matikan saya matikanlah, tapi kalo ndak berilah saya keberhasilan.”

Nyalain rokok lagi, Pak Haji menutup ceritanya, “Saya merantau kemana-mana, dari Jakarta sampai Kalimantan, mulai dari jadi kuli bangunan, sopir trailer di hutan Kalimantan, sampai nyopir bis Jakarta-Mataram. Saya kenyang pengalaman, yang seneng, yang susah, semua sudah pernah saya alami. Sampeyan masih muda, jalan masih panjang, jangan sampai hilang arah gara-gara silau harta, juga perlakukanlah istri sampeyan dengan baik karena bagaimanapun doa istri ikut membentuk hidup sampeyan.”

14 comments on “Kualat Sama Istri

  1. arman mengatakan:

    wow.. very nice story! setuju banget ama Pak Haji…

    thanks for sharing…

  2. […] Kualat Sama Istri Malam ini tiba-tiba saya teringat sama obrolan lama waktu masih mburuh di Probolinggo. Di sana ada sopir juragan saya yang berkumis tebal, panggilannya Pak Haji, pria kelahiran Madura yang sudah lama menetap di Probolinggo. Sebagai sesama jongos saya sering ngajak beliau ngopi di warung depan pabrik. Yang saya tau Pak Haji ini bekas sopir bis antar […] […]

  3. suryaden mengatakan:

    semoga saja cinta pada istri tak akan pernah berkurang 😀

  4. big sugeng mengatakan:

    Wah bagus sekali cerita sampean….
    menyentuh…

  5. ulan mengatakan:

    setuju setuju
    *jeritan hati istri *

  6. adipati kademangan mengatakan:

    istrinya jujur, wajar kalau perkataanya manjur. Maka jangan coba-coba menyakiti hati istri karena istri berdoa dengan hati. Begitu anak-anak …

  7. adipati kademangan mengatakan:

    di RT sebelah kan sudah dipubih postingan ini. mbok ya pembaca dikasih tahu sekalian siapa sebenarnya pak Haji itu sebenarnya, tinggal di mana? Barangkali ada yang mau kenalan.

  8. samsul arifin mengatakan:

    haduh, aku belum punya istri je, mas.
    tapi aku sangat yakin bahwa keberhasilan suami tidak akan pernah terlepas dari peran serta istri di dalamnya.
    terima kasih banyak mas, telah mengingatkan.

  9. esdoger mengatakan:

    hmm, pak haji (saya sih biasa manggil pak ji) ini emang legendary oldman di pabrik sono …

    terutama cara nyetirnya 🙂

  10. Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    Setuju dengan Pak haji!

  11. kelincibiru mengatakan:

    setujuuuhh!!!

    *dengan semangat 45

  12. luvaholic9itz mengatakan:

    pak aji naek kudaaaaaaa

    lupa bawa istrinyaaaa

    kapok dah pak aji,,

    *enggak nyambung memang, y sudah lahh

  13. “Kualat Sama Istri mas stein” ended up being a good posting.
    In case it possessed a lot more pictures this would most
    likely be even a lot better. Thanks -Jessica

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s