Belajar Menikmati Piala Dunia

Saya sebenernya bukan penggemar sepak bola, ndak hobi main, juga ndak gitu menikmati nonton. Lha wong olahraga yang satu ini memang aneh, mosok 22 orang rebutan bola, begitu sudah dapet bukannya disimpen malah ditendang jauh-jauh, aneh tho? Belum lagi kalo melihat bayaran mereka yang bisa bermilyar-milyar perminggu, kok ya ndak kepikiran beli bola sendiri buat mainan, mereka tetep saja ikut rebutan bola. Wis pokoke ndak masuk akal lah menurut saya.

Tapi gara-gara ada peristiwa yang bernama Piala Dunia, mau ndak mau ya saya ikut-ikutan nonton. Pertama gara-gara istri saya termasuk suka nonton bola, ndak tega saya liat dia teriak-teriak sendirian di depan tipi menyemangati tim yang ndak bakal denger suaranya. Kasian juga liat dia sendirian nambah dosa gara-gara misuh-misuh tiap kali tim yang didukungnya meleset nembak bola gara-gara gawangnya kurang ke kiri atau ke kanan, kadang karena gawangnya kurang tinggi.

Dan herannya, lama-lama saya kok menikmati juga, melihat dengan sok serius dan tau-tau ndak sadar nyeletuk, “Wogh! Guoblok!” waktu ngliat penyerang tinggal berhadap-hadapan sama kiper tapi nembaknya masih meleset. Mungkin si pemain juga mikirnya sama kayak saya, “Heran, padahal biasanya ngincer tiang gawang itu susah!”

Pada saat seperti itu saya suka malu sendiri, derajad saya ternyata telah turun selevel dengan para anggota dewan yang suka teriak-teriak kritik sana kritik sini tanpa rasa empati pada yang dikritik. Ndak nyadar kalo menjadi pengamat sangat berbeda rasanya dengan saat bermain. Tapi ya tetep saja, rasa ingin mencela ini kadang susah ditahan. Mungkin memang bawaan lahir manusia.

Sepakbola mungkin termasuk olahraga yang paling merakyat. Jaman saya kecil dulu di kampung saya yang terpencil pun banyak orang main bola, kadang di pinggir kali yang waktu musim kemarau menyisakan lapangan pasir cukup luas, atau main di sawah yang sengaja ndak digarap sama yang punya karena alasan tertentu. Ndak cuma main ala kadarnya, sering juga kampung saya mengadakan pertandingan lawan kampung lain, dengan peralatan seadanya, pemainnya pun banyak yang nyeker alias ndak make sepatu.

Soal aturan dan istilah pun sepak bola di kampung saya ndak ketinggalan, kaki boleh nyeker, tapi aturan tetap harus ditegakkan. Berikut ini contoh istilah yang dipake waktu main bola di kampung saya :

  1. Hèng (seperti huruf e pada capek)

    Ini untuk menyebut istilah hands ball alias bola nyentuh tangan pemain non kiper

  2. Kornol

    Ini untuk menyebut tendangan pojok alias corner kick

Mungkin ada beberapa istilah lain, tapi saya ndak inget, maklumlah sudah bertahun-tahun yang lalu. Hanya saja ada yang berbeda untuk masalah pelanggaran, biasanya di even sepakbola resmi mengincar kaki lawan diharamkan, sedangkan di kampung saya adu kaki atau yang lazim disebut geprakan malah termasuk salah satu adu kemampuan. Jadi yang terkenal bukan hanya yang jago nggiring atau jago nembak, tapi juga yang paling tahan adu kaki.

“Oalah, pantesan kemaren waktu nonton bareng di warung Mbok Darmi kok ada yang teriak-teriak hèng- hèng, jebul itu kamu tho?” Kang Noyo mesam-mesem dengan hawa penuh pelecehan.

Asem! Cukup sekali saja saya nonton bareng Kang Noyo, bukan masalah dia nganggep saya ndeso karena ingatan di kepala saya masih sering dihinggapi istilah-istilah dari kampung yang merupakan bentuk penyerapan tak sempurna dari istilah aslinya, tapi karena kalo sama Kang Noyo rokok yang saya beli sebelum pertandingan sudah habis menjelang akhir babak pertama. Bener-bener ndak tau diri, ini kan sudah tanggal tua!

Jiyan!

18 comments on “Belajar Menikmati Piala Dunia

  1. camera mengatakan:

    hehehe….

    tega banget ya rokok di habisin…

    sabar…

  2. lekdjie mengatakan:

    itu istrinya nonton bola sambil main bola ya mas,pantesan misuh-misuh mergo bolane mleset..

    Mlayu ah,selak disawat asbak sirahku…

    #stein:
    halah!

  3. frozzy mengatakan:

    Hohoho,mas’e ngingetin sm temanku dkantor,laki pula,aku udh koar2 ngomongn bola,tiba2 dia nyolek nanya “offside apaan si?”. gubrakzz..

    #stein:
    welhah, untungnya saya ndak sendeso itu. *bisik-bisik nanya, ofset itu apa…?*

  4. […] This post was mentioned on Twitter by mangkum, mas stein. mas stein said: Belajar Menikmati Piala Dunia: http://wp.me/ppZ5c-tM […]

  5. arman mengatakan:

    saya juga gak suka nonton bola… mendingan nonton nba aja… 😀

    #stein:
    konon katanya sepak bola memang ndak gitu populer di amrik yo mas?

  6. Asop mengatakan:

    Ahahahahaha~
    Ternyata Mas Stein termasuk orang yang bukan penggila bola. 😀

    Sepak bola emang seru kalo udah pesta gol, kalo mainnya seri skor kacamata ya gak seru… :mrgreen:

    Jangan lupa Mas, sediakan kudapan dan camilan waktu nonton. 😉

    #stein:
    kalo piala dunia pertandingan rasanya cepet kok, ndak sempet ngemil 😆

  7. Nurudin mengatakan:

    Sampai hari ini belum tergiur nonton piala dunia

    #stein:
    dicoba pak, siapa tau ketagihan 🙂

  8. home insurance loan mengatakan:

    haloo..salam kenal.. blognya keren artikelnya juga bermanfaat ..

    di tunggu kunjungan baliknya..

    thanks..

  9. nDaru mengatakan:

    tapi kita bisa blajar banyak dari bola lho paklek..blajar tekun, kek orang2 korea itu..sudah dikosek 4-1 sama argentina, tapi sanggup nahan imbang Nigeria, blajar ndak egois kek Messi, membagi bola biar temennya yang mbikin goal, belajar seportip, dan tentu belajar taktik sepakbola dan istilah2nya biyar ndak wagu2 amat nantinya hahahahaha

    #stein:
    yang jelas alasan terakhir itu yang paling utama mbak, biar kalo orang ngobrol kita ndak kliatan ndeso-ndeso banget 😆

  10. Emanuel Setio Dewo mengatakan:

    Hahaha… kita sama2 ga suka sepak bola. Eh, daku ngga suka rokok juga. Hu-uh…

    #stein:
    tapi sekarang sudah mulai bisa menikmati kok mas 🙂

  11. adipati kademangan mengatakan:

    wahh istilah heng sampeyan yo kenal toh

    #stein:
    lha istilah itu kan ngambilnya dari kampung saya :mrgreen:

  12. blognya dian sahid mengatakan:

    wihh, istrinya suka bola y mas 😀

  13. mawi wijna mengatakan:

    aku yo bingung Kang, gawang gedine semono, dijaga wong siji, kok yo angel yo ngeleboni bola ng kono…aneh…

    #stein:
    mungkin karena diniati mas, jare nek wong pengen ki marai angel 😆

  14. chocoVanilla mengatakan:

    Nek saya nonton piala dunia ini soale banyak pemainnya yang ganteng hehehehe…..

    #stein:
    saya juga *eh

  15. alice in wonderland mengatakan:

    kok kebalik ya…biasanya kan yang suka bola kan para suami??? tapi aku juga kadang suka nonton kok^^

    #stein:
    biasa, pemain bola kan banyak yang ganteng. jadi waktu nonton jepang komentarnya, “Ih, kok jepang yang sekarang jelek-jelek sih?” :mrgreen:

  16. anonym mengatakan:

    Tsamina mina eh, eh..
    Waka waka eh, eh..
    Tsamina mina zangalewa..
    This time for Africa

  17. thanks for posting, I really enjoy it, I can learn a lot from this.

  18. rio mengatakan:

    sebaiknya nntn piala dunianya bareng2..
    tu lebih trsra seru dan menarik..
    coba deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s