Bang One : Efek Gayus

efek gayus

mosok ndak punya alphard?

Ada sebuah video di situsnya stasiun tipi milik grupnya salah satu orang terkaya di Indonesia yang konon kemaren lagi tersangkut kasus pajek. Dalam video yang berjudul Bang One : Efek Gayus tersebut ada kalimat-kalimat yang dilontarkan seorang anak kecil kepada seseorang yang (mungkin) digambarkan sebagai pegawai pajak sebagai berikut :

Bapak pegawai pajak?
Masak rumah reyot begini?
Ke kantor naik motor…??
Nggak punya mobil, apartemen…??
Perhiasan juga tidak…??
Tabungan cuma puluhan juta rupiah…??
Kesimpulanku cuma dua…!!
Kamu pembohong…!! atau kamu gila…!!

Jadi kalo misalnya saya seorang pegawai pajek dan tiap hari ke kantor naik motor maka hanya ada dua kemungkinan, saya ini orang gila, atau saya pembohong.

Itu menurut Bang One?

Menurut saya sih bukan, itu menurut orang-orang, atau setidaknya itulah yang menurut Bang One ada di pikiran orang-orang.

Itu salah atau bener?

Ya ndak tau, mosok ya saya ngomong dengan mewakili pikiran orang-orang. Tapi kalo melihat judulnya menurut saya video itu ndak sepenuhnya salah, karena memang efek gayus telah menjatuhkan derajad pegawai pajek ke titik nadhir. Dari mulai orang yang ngerti pajek, yang mbayar pajek, sampe ke orang yang selama ini ndak pernah nglirik pajek pun ikut komentar, dengan macem-macem versi sesuai yang mereka tau.

Kata Mbah Noyo, becik ketitik ala rupamu ketara, yang baik akan keliatan dan yang jelek akan ketauan. Biar waktu yang akan membuktikan. Sekilas memang terlihat provokatif, tergantung dari sisi mana sampeyan melihat, tapi ya sudahlah…

Iklan

28 comments on “Bang One : Efek Gayus

  1. clingakclinguk berkata:

    kalau kaya pasti dicurigai dari sumber yang ndak bener, sementara kalau kere, dibilang goblok, masak kerja di pajek bertahun-tahun ndak bisa kaya? gayus aja bisa sebegitu kaya, hahaha…

    #stein:
    lha sampeyan ndak liat bekas klining serpis kantor pajek yang di Surabaya? itu klining serpis saja bisa begitu kaya, gimana yang beneran pegawai :mrgreen:

  2. wongiseng berkata:

    Sing sabar yo mas ๐Ÿ™‚ Ngga semua orang menyederhanakan masalah begitu. Orang jaman sekarang percaya nek ora edan ora keduman, sing keduman akeh nek manut iki yo sing paling edhian.

    Mosok sing eling lan ra keduman malah sing dianggap edan ๐Ÿ˜›

    #stein:
    saya ndak marah kok mbah, seperti yang saya bilang, video itu ndak sepenuhnya salah ๐Ÿ˜†

  3. Dewa Bantal berkata:

    Bukannya becik ketitik, olo ketoro itu artinya, kebaikan nggak pernah kelihatan, tetapi kesalahan langsung terpublikasi?

    #stein:
    gitu tho? *mbuka-mbuka primbon*

  4. Mas Adien berkata:

    Sabar stein….ente ndak sendiri…..

    #stein:
    saya ndak nesu kok, malah harusnya wong pajek berterimakasih sama pidio ini, refleksi

  5. oglek berkata:

    rupanya masyarakat kita sekarang punya persepsi baru tentang PNS ๐Ÿ˜€

    #stein:
    ada benarnya pidio ini mas, memaksa PNS berkaca ๐Ÿ˜†

  6. oglek berkata:

    rupanya masyarakat kita sekarang punya persepsi baru tentang pegawe pajak ๐Ÿ˜€

    #stein:
    sabar mas… komennya muncul kok ๐Ÿ˜†

  7. Sigit Argo berkata:

    Bang one yg guoblok tur 99,9% gila…..

    #stein:
    wew, sing sabar mas…

  8. beruangqutub berkata:

    anda lulusan STAN ?
    anda salah

    anda lulusan STAN dan kerja di PAJAK ?
    anda salah kuadrat !!

    #stein:
    wakakaka, itung-itungan matematika di media memang kadang suka asal ๐Ÿ˜†

  9. masnoerยฎ berkata:

    mungkin jamam sekarang yg kaya akan semakin kaya dan yg miskin semakin ya mas

    #stein:
    lha bukannya dari dulu sudah begitu ya mas?

  10. Desty berkata:

    pemberitaan skrg ga di tv ga di koran banyak yg lebay ๐Ÿ™‚

    #stein:
    soale yang mbaca banyak tertarik model begitu mbak ๐Ÿ˜†

  11. Vicky Laurentina berkata:

    Lho, kan ndak pa-pa pegawai pajak punya mobil dan rumah dan segala macem? Yang penting nafkahnya halal..

    #stein:
    dalam kondisi normal memang begitu mbak, masalahnya sekarang kan lagi ndak wajar ๐Ÿ™‚

  12. prasetyandaru berkata:

    Ah..tipi itu lagi…ketika saya ndenger bahwa mereka membikin sebuah berita heboh tapi bohong kemaren, itu lho yang markus palesu itu to…dari dapur saya treak “LHAAAAAAA RAK TENAN TOOOOOO………” Kesimpulan yang saya tarik semenjak pertama saya nonton tipi itu ternyata benar..Ini tipi endak ubahnya seperti blog pribadi Oom AbBe.

    #stein:
    ……… :mrgreen:

  13. sugiman berkata:

    Dan epek gayus jadi inspirasi saya buat sketsa parodi ๐Ÿ˜€

    #stein:
    endi potone? tanpa poto brarti hoax!

  14. dewira berkata:

    emang sih kalo yang namanya musibah ga pandang korban, salah pa benar tetap di lalap.

    Tapi sebenarnya musibah yang datang itu bentuknya berbeda pada setiap orang, tergantung apa yang diperbuatnya selama ini.

    Kalo selama ini dia sudah berada pada jalan yang benar yang dalam istilah mas stein disebut “mujahid” maka musibah itu adalah ujian baginya. Untuk menaikkan derajat di hadapan yang Kuasa. Jika lulus ujian, maka yang dulu kualitasnya cuma jujur dan benar sekarang nambah jadi tabah dah sabar.

    Buat yang para “cowboy”(nakal), pake istilah mas stein lagi, mungkin bisa disebut dengan azab kali ya? (tepatnya masih DP azab sih, peluanasannya kan di akhirat nanti.

    Sedangkan buat yang selama ini masih lalai (setangah mujahid dan setengah cowboy) maka musibah ini adalah teguran. CMIIW ๐Ÿ™‚

    #stein:
    yang jelas ini membuat saya merenung

  15. dewira berkata:

    oya Mas media itu kan punya kepentingan sendiri. Even media seperti TV One dan Metro TV bisa dipastikan mereka pasti cenderung melindungi kepentingan si pemegang sahamnya.

    eh btw dah baca ini lom mas?

    http://ekonomi.kompasiana.com/2010/03/29/sketsa-merampok-ribuan-triliun-melalui-transfer-pricing-pajak-i/

    #stein:
    menuju tekape mbak

  16. mawi wijna berkata:

    Yah semoga bikin orang Pajak semakin inget kalau mereka memikul kepercayaan yg besar dari rakyat Indonesia

    #stein:
    amien…

  17. jamalonline berkata:

    Hahahaha…..tuh video lucu, dah Q tonton

    #stein:
    saya sendiri juga ngliatnya lucu, kecuali bagian ketawa terakhirnya

  18. chocoVanilla berkata:

    Waduh, jadi aku tergolong yang gila ya?

    (Siap-siap resign jadi pegawe pajak, hihihihi…..)

    #stein:
    lho, sampeyan itu pegawai pajek tho mbak?

  19. ulan berkata:

    kalo saya sekarang pengen ngelamar jadi PNS yang kerja di bagian pajak kira kira saya gila atau saya pembohong mas?

    #stein:
    mungkin calon gila atau calon pembohong ๐Ÿ˜†

  20. Asop berkata:

    Wah kasihan ya Mas, para orang Pajek… ๐Ÿ˜ฆ
    Gimana lagi, emang begini lah, kabar buruk gampang menyebar, kabar baik susah menyebar… *semoga nyambung* ๐Ÿ˜€

    #stein:
    sudah resiko mas, berita buruk adalah berita yang baik ๐Ÿ™‚

  21. Ria berkata:

    kalau saya sih ya pak…biarin aja deh orang2 itu mo ngomong apa mo ngapain…yg penting saya warga negara yg melaksanakan wajib pajak ๐Ÿ˜€

    #stein:
    salut mbak!

  22. me berkata:

    hhhhmmmm….memang efek gayus bener2 deh…Kmarin temen ane ngasih penyuluhan, eh…baru perkenalan wis ada yg teriak “Weh…mesti gayus ki!!!…”. Giliran yang satunya lagi perkenalan malah diteriaki “…lha sing iki mesti Amrozi!!!…” haduh…haduh…piye jal???

    #stein:
    sing sabar, Gusti Allah ndak sare

  23. Ahmad berkata:

    Lha di solo, kalo naek angkot mau turun di depan kantor pajek, Gayus stop ada turun…
    piye, jal..

    Salam kenal, mas.

    #stein:
    salam kenal juga mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s