Minggir, Saya Orang Penting!

Tadi pagi untuk kesekian kalinya saya terpaksa minggir ketika sebuah sepeda motor bersirine dengan penumpang berseragam loreng membuka jalan untuk mobil di belakangnya yang didominasi wana hijau. Saya ndak tau dari kesatuan mana karena di depan sana ada beberapa markas militer, mulai dari batalyon armed, divisi infantri 2 kostrad, batalyon kavaleri, sampe markas polisi militer yang ada di deket pasar Lawang.

Saya berpikir segenting apakah keadaannya sampe untuk rutinitas pergi ke kantor saja harus dikawal, meminta pengguna jalan yang lain untuk mengalah.

Saya jadi teringat cerita istri saya, konon sewaktu Hamzah Haz menjabat sebagai wakil presiden sebuah negara beliau sering lewat jalur busway untuk menghindari kemacetan. Kalau hanya sekali-kali karena mengejar jadwal yang padat mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalo jadi kebiasaan kok rasanya nggilani.

Atau sampeyan yang pernah tinggal di Probolinggo mungkin pernah melihat rombongan pejabat dikawal patroli yang meraung-raung minta jalan waktu mau menghadiri pengajian. Saya mbatin waktu itu, โ€œdasar norak, baru jadi pejabat kampung saja sudah nyusahin orang.โ€

Coba sampeyan pikir, selevel komandan, bupati, walikota, menteri, wakil presiden, kalo misalnya datang terlambat ke kantor, siapa yang berani ngomelin? Siapa yang berani motong gajinya?

Bandingkan dengan buruh swasta yang gajinya hanya selevel UMR, atau mungkin buruh negeri macem saya, telat satu menit pun langsung potong gaji. Menurut saya buruh-buruh rendahan macam saya inilah yang lebih butuh cepet-cepet sampe kantor.

Jadi menurut sampeyan siapakah yang lebih berhak didahulukan di jalan?

26 comments on “Minggir, Saya Orang Penting!

  1. MzJiwo mengatakan:

    Sing sareh kang…

    Gusti allah ora Sare…

    #mas stein:
    aku gak nesu kok kang

  2. edy mengatakan:

    sebenernya emang ada bbrp pihak yg dapet prioritas lebih di jalan. tapi tentunya prioritas itu bukan untuk digunakan seenaknya apalagi sekedar kepentingan pribadi
    http://caplang.wordpress.com/2007/09/10/prioritas-jalanan/

    #mas stein:
    sebenarnya pertanyaan saya ini normatif mas, sebaiknya gimana, tapi liat postingan sampeyan kayaknya kumendan tentara juga ndak dapet prioritas ๐Ÿ˜†

  3. hawe69 mengatakan:

    Jadi menurut sampeyan siapakah yang lebih berhak didahulukan di jalan?

    1. wanita yang mau melahirkan
    2. para WNI yang rajin bayar pajak

    :mrgreen:

    #mas stein:
    setujuh!

  4. annosmile mengatakan:

    paling didahulukan
    ya ambulance yang berbunyi
    menyangkut hidup seseorang

    #mas stein:
    tapi tau ndak pak, dulu temen-temen saya di Akper kalo pulang PKL suka naek ambulan trus sirinenya dinyalain. ๐Ÿ˜†

  5. Chic mengatakan:

    harusnya sih ada prioritas siapa-siapa yang harus didahulukan di jalan… emangnya sampeyan bisa jamin kalo pas mobilnya pejabat itu terjebak dikemacetan trus tiba-tiba di pejabat ditembak snipper? kan berabe… wakakakakakakakakaka ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†
    *kebanyakan nongtong pilem mafia*

    #mas stein:
    kan ada pengawalnya mbak, trus kalo memang kondisi lagi gawat naeknya panser saja :mrgreen:

  6. deeedeee mengatakan:

    trus tadipagi kena potong gaji gak, Mas? ๐Ÿ˜†

    saya juga suka kesel ma yg begini,, tapi kalo saya yg jadi pejabatnya saya sih mungkin saya bakal ikutan kayak mereka *mo enaknya sendiri* :mrgreen:

    #mas stein:
    halah!

  7. wijna mengatakan:

    yang berhak didahulukan di jalan adalah pengguna jalan yang paling sabar menghadapi perilaku pengguna jalan lain.

    #mas stein:
    waduh kalo yang paling pelan sabar di depan nanti gak sampe-sampe mas :mrgreen:

  8. ely mengatakan:

    di jerman belum pernah saya temui pejabat yg minta jalannya didahulukan, memang mau diprotes rakyat turun jabatannya kalau berlaku spt itu ? soalnya mereka jadi pejabat dibayar oleh pajak rakyat yg begitu tinggi di sini jadi rata rata pejabat sini rasa malunya tinggi banget mas

    yg sering saya lihat minta didahulukan jalannya adalah mobil ambulan yg meraung2 sirinenya membawa pasien yg lagi sakit berat butuh cepat sampai di RS, dan biasanya semua mobil yg ada dijalanan saat itu langsung menepi ke jalan memberi kesempatan pada mobil ambulan tsb

    #mas stein:
    memang seharusnya pejabat tuh begitu, kecuali presiden kali ya, boleh duluan

  9. egah mengatakan:

    memang congkak para pejabat kita itu maunya enak sendiri padahal…mungkin kebelet BAB jadi keburu-buru jalannya ๐Ÿ˜€

    #mas stein:
    hahaha!

  10. Uke Poet mengatakan:

    namanya juga indonesia mas…
    ada jabatan dikit langsung minta diprioritaskan
    btw domisilinya di probolinggo?
    huahhh saya mau pindah ke paiton akhir bulan ini loh

    #mas stein:
    pernah lima taun di probolinggo mbak ๐Ÿ™‚
    di paiton jadi penggede PLTU ya?

  11. mangkum mengatakan:

    hm… kita butuh pemimpin yang ga kek gitu berarti. aeh tapi pemimpin tuh emang cerminan rakyatnya, rakyatnya kek gini ya pemimpinnya kek gono juga.

    kalau saya mah ga peduli kesiangan juga mas, yang penting selamet sampe kantor. kalau emang kesiangan ya salah sendiri kenapa kitanya ga berangkat lebih awal.

    #mas stein:
    saya juga sebenernya ndak peduli kesiangan, yang saya pedulikan itu gaji saya yang dipotong :mrgreen:

  12. kejujurancinta mengatakan:

    ndak bisa ditanya siapa yg berhak didahulukan
    kalau menurut saya liat kepentingannya saja

    misalnya untuk orang sakit, dinas pemadam kebakaran
    ya monggo didahulukan
    kalau hanya sekadar pejabat negara
    urusannya juga kan ndak penting penting banget
    ndak usa didahulukan juga ndak opo opo toh ๐Ÿ™‚

    #mas stein:
    kecuali pejabatnya naek mobil pemadam kebakaran ya mbak ๐Ÿ˜†

  13. adipati kademangan mengatakan:

    kenyataannya yang lebih prioritas adlah mereka yang bisa membayar pembuka jalan ituh

    #mas stein:
    hahaha, jadi inget ketemu biker-biker semprul moge, yang ngawal ndak cukup pulisi lalulintas om, tapi pulisi militer, edan ora?! :mrgreen:

  14. ekaria27 mengatakan:

    Heeem…
    kalo di jakarta seuurrrrrring banget yangkayak gini mas.
    tau nggak.. pernah di jalan tol berhenti, parkir gak gratis (lha wong gue bayar tol) selama…
    tau berapa mas…???

    30 MENIT AJAH !!

    Seubeeel bgt !

    misu.misu di blog org hehehe

    #mas stein:
    sampeyan kok ndak nyepit di tengah-tengah konvoi saja mbak? ๐Ÿ˜†

  15. Harsa mengatakan:

    wah pakarnya sudah komen duluan nih (Oom Edy).. ๐Ÿ˜›

    tapi saya juga sebel koq kalo ada yang pake ngiung2 gitu, ngebelah jalan saenake dewe, macam orang penting aja….saya kan juga orang penting…penting untuk keluarga dan masa depan saya juga…hihihihi

    *duh dah malem saya jadi ngawur nih komennya*

    #mas stein:
    eh, yang bener ngiung-ngiung ato nguing-nguing sih mas?
    *mikir*

  16. Takodok! mengatakan:

    Maka… jadilah pejabat ๐Ÿ˜†

    #mas stein:
    lha..!

  17. masnoeยฎ mengatakan:

    baru jadi pejabat daerah saja sudah nyusahin orang apalagi kalau menjadi pejabat negara . . . . ya . . . . . ^_^

    yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin

    #mas stein:
    kok jadi inget lagu ndangdut ya? ๐Ÿ˜†

  18. Vicky mengatakan:

    Ceritanya, sirene meraung-raung, rombongan pejabat minta jalan.

    Kata rakyat, “Hah..itu pasti pejabatnya yang minta diduluin soalnya kebelet pipis..”

    Sementara itu di dalam mobil yang anti-peluru, pejabatnya lagi enak-enak sarapan bubur ayam.

    Tiba di tujuan, si pejabat dengan santai melenggang masuk ke gedung.

    Si petugas polisi yang tadinya mimpin rombongan sirene, juga ikut masuk gedung. Tapi jalannya bukan santai, tapi terburu-buru, setengah lari ke toilet.
    Tiba di WC, si polisi buka ritsleting, dan mendesah lega sepuasnya.

    Owalah, ternyata polisi yang tadi meraung-raungkan sirene itu yang kebelet pipis..

    #mas stein:
    kalo ini mbuka jalannya pasti nakutin :mrgreen:

  19. Jafar Soddik mengatakan:

    Bagi yang kesehariannya mondar-mandir di jalanan Jakarta tentu bakal sering menemukan yang seperti ini. Entah siapa yang sedang lewat tapi aturannya sekitar 10 menit menjelang lewat para polisi sudah memberhentikan lalu lintas.

    Tindakan seperti itu saya lihat malah mirip seperti zaman kerajaan dahulu, dimana tiap kali pejabat dengan kuda/kereta kudanya lewat maka para rakyat jelata harus diam dan memberikan penghormatan. Dan sepertinya memang kebiasaan di zaman dahulu masih berakar kuat, masih menganggap raja/pejabat sebagai ‘Anak Matahari/Dewa’.

    #mas stein:
    dulu malah pernah waktu jamannya habibi jadi presiden, saya berjam-jam macet di madiun karena jalanan disterilkan

  20. dian mengatakan:

    tunggu tunggu… Hamzah Haz di jalur busway, tapi baik busway nggak?
    kalo enggak, kok nggak malu ya dia.
    yang harus di dahulukan adalah yg perutnya super mules dan membutuhkan toilet secepatnya dan yg mau melahirkan. dua hal itu kalo ditunda bisa berbahaya, toh??

    #mas stein:
    wakakaka! :mrgreen:

  21. esdoger mengatakan:

    tapi pas bos/juragan/kepala lewat kan dia melambai yah ?
    lumayan terhibur kok liat dagelan

    #mas stein:
    lha mbuh, terakhir ketemu rombongan jusuf kalla sih mobilnya ketutup semua

  22. esdoger mengatakan:

    lha nek harley liwat terus nyuruh minggir yang lain iku piye ..

    setahuku itu ga bayar pajak kan?

    #mas stein;
    gak masalah tho kang, yang penting mampu mbayar pengawalnya itu ๐Ÿ˜†

  23. Muzda mengatakan:

    Yang berhak didahulukan di jalan, ya mereka yang nyawa dan penghidupannya dipacu waktu ..
    dan itu berarti, kita semua ??

    #mas stein:
    lha, repot pak pulisi kalo kayak gitu mbak ๐Ÿ˜†

  24. 1nd1r4 mengatakan:

    sesuk tuku sirine dewe mas….. ๐Ÿ˜€ bukannya pada minggir malah ditilang yah…hahaha

    #mas stein:
    lha iya, itu kan dilarang ๐Ÿ˜†

  25. fauziah85 mengatakan:

    Jadi inget kejadian beberapa waktu lalu. Sore jam 5 lewat, begitu keluar lift udah dihadang ma satpam, “minggir dulu mbak!” katanya. Padahal itu masih di dalem gedung. Walhasil saya dan beberapa orang lain yang mau pulang menyingkir ke sayap kanan-kiri lobby. Sekitar 5 menit kemudian, ternyata Pak Gubernur Jakarta lewat diiringi para ajudannya. Kayanya mau ketemu Bu Menteri. Halah, ni di dalam gedung aja pejalan kaki musti menyingkir, apalagi di jalan?! ga habis pikir…:(

    #mas stein:
    hahaha, itulah pejabat kita

  26. Adi F. Paputungan mengatakan:

    Menurut saya Mas Stein, yg harus diprioritas liwat, ya Blogger. Mengapa? Agar dia cepat bisa sampai tujuan dan update blognya cepat2, biar tidak mengecewakan para pengunjung yg harap2 cemas “apa postingan berikutnya”. Setuju tho?

    #mas stein;
    wakakaka! cocok om…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s