Pilih Sewa atau Beli?

Konon pada saat diumumkan bahwa Presiden Nixon mengundurkan diri dan digantikan Gerald Ford, beliau sedang berada di pesawat kepresidenan Amerika Serikat yang berjuluk Air Force One. Saat itu juga kapten pilot yang menerbangkan pesawat menghubungi pengatur lalu-lintas udara dan melaporkan bahwa pesawat Air Force One berganti callsign menjadi N-xxx, sesuai dengan nomer registrasi pesawat tersebut.

“Yang berarti bahwa istilah Air Force One itu lebih cenderung punya arti simbolik sebagai pesawat yang membawa presiden, bukan semata julukan atas satu pesawat tertentu.” Begitu Kang Noyo mengawali percakapan waktu istirahat jumatan tadi siang.

Ah, ini pasti soal rencana pembelian pesawat kepresidenan yang katanya sudah disetujui DPR. Soal ide pembelian ini datang dari siapa masih simpang siur, pihak istana bilang kalo yang mengusulkan untuk mbeli pesawat adalah komisi II dengan pertimbangan lebih murah dibanding nyewa, sementara DPR menuding pihak pemerintah yang mengusulkan, DPR hanya dalam posisi menolak, menerima, atau merevisi usulan pemerintah.

“Biasa itu, sama kayak kita lagi ngobrol begini, trus tercetus ide, kan bisa saja idenya dari aku tapi inspirasinya dari kamu, atau sebaliknya. Begitu jadi rame main tuding-tudingan” Kata Kang Noyo.

Jiyan! Kali ini Kang Noyo ngawurnya kebablasan, mosok urusan negara disamakan dengan obrolan warung kopi.

“Tapi bener tho Kang, kalo beli sendiri lebih murah daripada nyewa?” Tanya saya.

“Lha mbuh, wong aku ndak pernah nyewa pesawat, apalagi mbeli!” Jawab Kang Noyo asal.

Halah!

Konon katanya anggaran untuk nyewa pesawat kepresidenan pada tahun 2007 mencapai 175 milyar, dengan rincian 150 milyar untuk presiden, 25 milyar untuk wakil presiden. Pembelian pesawat baru, anggaplah Boeing 737-800, diperkirakan menyedot dana sekitar 700 milyar. Berarti harga pesawat sama dengan biaya sewa pesawat selama kurang lebih 4 tahun.

“Kalo segitu yo mendingan beli, lebih murah.” Ujar Kang Noyo.

Tapi tunggu dulu, yang namanya punya pesawat kan harus punya anggaran perawatan tho? Konon biaya ngopeni pesawat diantaranya :

  • Biaya perawatan        : US$ 1,200/jam terbang
  • Aircraft crew maintenance    : US$ 500/jam terbang (termasuk asuransi)
  • Bahan bakar            : US$ 4,000/jam terbang
  • Lain-lain            : US$ 300/jam terbang

Berhubung nantinya mungkin yang jadi kru adalah personel angkatan bersenjata, gajinya ndak usah dimasukkan. Untuk kepentingan komersial konon nilai keekonomian pesawat Boeing 737-800 adalah 200 jam terbang tiap bulan. Misalnya kita asumsikan pesawat kepresidenan dalam satu bulan terbang 100 jam maka biayanya adalah Rp 5,4 milyar tiap bulan, dengan asumsi kurs dollar di angka 9 ribu. Dikali 12 jadi 64,8 milyar setahun.

“Kok mahal ya?” Tanya Kang Noyo.

“Lha mbuh, itu cuma katanya lho Kang, wong saya juga blom pernah punya pesawat.” Kata saya.

“Tapi ndak popo kali ya, kalo pesawatnya boleh ditukar sama beras, jadi nanti beras petani dibeli pemerintah dengan harga standard yang ndak dimainkan tengkulak, trus nanti beras itu dituker sama Boeing. Piye, manteb tho?” Kata Kang Noyo mesem.

Ya ya, manteb, manteb, ai lop yu pull! Batin saya sambil beranjak pergi.

8 comments on “Pilih Sewa atau Beli?

  1. mobil88 mengatakan:

    Anda orang yang kreatif, teruslah menulis !!
    http://mobil88.wordpress.com

  2. rizda mengatakan:

    katanya siy belinya kan sistem kredit bertahun2,,dimana bayar angsurannya sama kaya bayar sewa pesawatnya,,tp soal itung2anya ya ndak paham,,wong uda biasa kl wakil rakyat kita bermulut manis,,heheh
    nipu rakyat muluuuu,,,

  3. wongiseng mengatakan:

    Ndak mau kalah sama bos pengemplang pajak kali mas 😛 Waktu kampanye JK kan pinjem boeing 737-700 punya bakrie yang harganya beda-beda dikit ama 737-800 😛

    http://www.suaramedia.com/berita-nasional/8106-ical-pinjami-jk-pesawat-pribadi-untuk-kampanye.html

  4. suwung mengatakan:

    pilih memperhatikan nantinya gimana bos

  5. itikkecil mengatakan:

    yang penting kan gaya….

  6. budiono mengatakan:

    kalo di industri adanya hanya: MAKE or BUY

  7. mawi wijna mengatakan:

    weleh, presiden kemana-mana juga mesti mbayar toh? Tapi toh presiden kan ndak sering2 pergi ke luar negeri kan ya? Pakai pesawat komersil sekali sewa aja kenapa?

  8. Very nice post. I just stumbled upon your weblog and wished
    to say that I’ve really enjoyed browsing your blog posts. In any case I will be subscribing to your feed and I hope you write again soon!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s