Susno Duadji Dikorbankan?

Sampeyan mungkin sudah tahu kalo salah satu yang membuat korupsi sulit diberantas adalah karena hal itu berjalan secara sistematis, buruh korupsi karena harus nyetor ke mandor, mandor minta upeti karena harus nyetor ke atasnya lagi, atasan mandor juga rutin minta jatah karena level di atasnya harus ngasih jatah piaraannya. Sepintas mirip seperti rantai makanan. Ndak usah mimpi korupsi bisa berhenti kalo level pimpinan ndak punya integritas.

Di kepolisian pernah ada selintas mimpi untuk lepas dari pungli saat salah seorang Kapolda mengumpulkan para perwira Satuan Lalu Lintas yang menjadi bawahannya dan meminta agar budaya pungli serta upeti ditiadakan, mereka diberi waktu tujuh hari untuk berbenah dengan ancaman copot jabatan bagi yang masih main-main. Saya ndak menutup mata bahwa pungli terbesar di kepolisian sebenarnya bukan di Satuan Lalu Lintas, tapi gebrakan seperti itu patut mendapat acungan jempol.

Sampeyan tau siapa Kapolda yang saya maksud? Dialah Susno Duadji, yang waktu itu berpangkat Irjen dan menjabat Kapolda Jawa Barat.

Wajar kalo di kemudian hari saya kaget mendengar berita bahwa beliau menjadi salah satu aktor intelektual di balik kasus kriminalisasi KPK. Di antara sekian banyak perwira tinggi kepolisian, kenapa harus Susno?

Setiap institusi ndak mungkin bebas dari masalah, entah kecil atau besar. Kadang untuk melindungi kepentingan yang lebih besar dilakukan kebijakan melokalisir masalah dengan tujuan meminimalkan kerusakan yang ditimbulkan. Tindakan seperti ini kadang membawa konsekuensi, harus ada yang dijadikan titik pusat perhatian, pihak yang bertanggung jawab menjadi pembuat kesalahan. Kesalahan yang dilakukan secara kolektif tidak boleh menjatuhkan semuanya, cukup satu saja yang dikorbankan.

Kasus Bibit Candra mungkin menjadi salah satu masalah bagi Polri, dukungan berbagai pihak membuat kepolisian dipaksa menghentikan kasus ini. Salah satu hal yang masih saya ingat dari kasus ini adalah pernyataan dari Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, yang menyatakan kalo beliau menjadi presiden akan memecat penyidik kasus Bibit Candra, meralat pernyataan beliau sebelumnya yang menyatakan akan memecat Kapolri apabila beliau menjadi presiden.

Pertanyaannya adalah, siapa penyidik kasus Bibit Candra? Kalo diliat dari penggambaran tugas maka yang bertanggung jawab adalah Kabareskrim, Susno Duadji. Dan sang jenderal bintang tiga pun akhirnya benar-benar dicopot dari jabatannya.

Sebagai perwira tinggi yang sempat bersinar wajar kalo Susno kecewa dengan keputusan pencopotan dirinya, walaupun di media dia bilang sebagai prajurit akan selalu patuh dengan perintah. Beliau sempat curhat Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane tentang ketidakjelasan statusnya pasca pencopotan sebagai Kabareskrim. Sebagai jenderal bintang tiga tapi ndak punya ruangan di Mabes Polri, tentu menyakitkan.

Entah apa yang ada di pikiran beliau saat memutuskan untuk bersaksi di sidang kasus Antasari. Yang jelas fakta yang diungkap lumayan mengejutkan, antara lain fakta bahwa yang mengepalai tim supervisi untuk kasus Antasari adalah Wakabareskrim Hadiatmoko dengan tanggung jawab langsung kepada Kapolri. Pernyataan yang membantah pernyataan resmi Mabes Polri bahwa Hadiatmoko tidak masuk tim pengawas kasus tersebut.

Kehadiran dan pernyataan beliau di persidangan ternyata menyulut masalah. Dan saya agak merasa janggal saat reaksi pertama Mabes Polri adalah mempermasalahkan kode etik berkaitan dengan tidak adanya permintaan ijin dari atasan oleh Komjen Susno Duadji untuk hadir menjadi saksi. Pernyataan yang kemudian dibantah oleh Susno dengan menunjukkan laporan beliau kepada Kapolri sebelum bersaksi di persidangan.

Saya ndak berani memastikan kalo Susno Duadji dikorbankan dan sedang berusaha melawan tapi indikasinya memang ke arah situ. Pada saat suatu sampeyan ndak bisa membantah secara material dalam suatu perkara lawanlah dengan mencari-cari kesalahan kesalahan formalnya, dan itulah yang nampaknya yang sedang dilakukan Mabes Polri.

10 comments on “Susno Duadji Dikorbankan?

  1. Dardiri mengatakan:

    tapi aku ndak seneng ndelok raine susno..hehehehe

  2. christin mengatakan:

    Kok pak Susno ndak langsung ngomong pas dulu itu dicopot dari jabatan Kabareskrim?

    Nampaknya citra polisi mulai dipertaruhkan (lagi) ya pak? 😀

  3. budiono mengatakan:

    kita lihat aja kisah drama korupsi ini larinya ke mana.. baru kali ini ada “drama” yang sulit ditebak di indonesia :mrgreen:

  4. samsul arifin mengatakan:

    persis seperti apa yang aku pikirkan, mas. aku yakin sebagian besar orang juga berpikir seperti ini.

  5. pendekar mengatakan:

    sapa yg ndak tau citra polisi saat ini.
    lah kalau ada seorang susno si kambing hitam mau membeberkan kebobrokan didalam sana ya monggo.
    biar masyarakat pada tau toh,yo kita dukung ramai2.

  6. ruliandri mengatakan:

    kok ya aku sama seperti @dardiri sih… hehe…
    tau ah, pusing tiap lihat berita susno melulu di tv.

  7. Naruto Manga Chapter mengatakan:

    Sebenernya Susno bukan dikorbankan mas, tapi stres gara-gara ga bisa jadi wakapolri maka bertindak seperti ini. Seharusnya Susno tau akibat dia datang ke sidang tanpa memeritahu institusi, yahh cuma meraih simpati publik aja.(belajar dari kasus Bibit dan Chandra)

  8. omiyan mengatakan:

    akibat rasa sakit hati mungkin dia merasa kayak WW

  9. romailprincipe mengatakan:

    susno…intrik..
    seolah-olah
    biar dikasihani
    seperti kepala negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s