Seberapa Besar Kejantananmu?

Wanita dijajah pria sejak dulu…

Sampeyan mungkin pernah mendengar lagu yang dipopulerkan oleh Mbah Titik Puspa ini. Masih relevankah lagu itu di jaman sekarang?

Kemaren temen-temen di pabrik mbahas soal ini sambil ketawa-tawa ndak jelas. Yang membuat ketawa ndak berhenti-berhenti adalah karena mereka membahas ini secara terbalik. Betul sodara-sodara, yang dibahas adalah para pria yang dijajah wanita.

Misalnya ada salah seorang yang bilang, “kemaren si Suto itu ditelepon istrinya gara-gara jam 7 blom sampe rumah, pas diomel-omelin gitu hapenya mati karena baterenya ngedrop, mampuslah dia. Hahaha. Mosok jadi suami dipantau terus.”

Ada yang lain lagi bilang, “kasian bener si Noyo, udah di pabrik mandornya galak, di rumah istrinya lebih galak lagi, kerjaan macem ngepel sama nyuci piring dia yang ngerjain. Waktu main keluar pun masih harus bawa anaknya. Lama-lama bisa depresi tuh!”

Yang ini lain lagi, “kemaren aku di mal ketemu Dadap, jalan-jalan sambil nggendong anaknya make gendongan yang di depan itu, istrinya lagi sibuk nyari-nyari sepatu sama tas. Aku bilang sama istriku, aku ndak akan pernah mau seperti itu!”

“Wanita dijajah pria sejak dulu, sudah ada lagunya itu, jangan sampe syairnya dibalik.” Timpal teman yang lain.

Saya agak bingung, sebenarnya bagaimana kehidupan rumah tangga yang diimpikan oleh laki-laki?

Apakah istri yang harus tunduk patuh sama suami, surga nunut neraka katut, nurut saja apapun keinginan suami? Suami kerja nyari duit, berapa duit yang didapet, apapun aktifitas suami di luar, istri ndak boleh tau, yang penting duit belanja cukup, kebutuhan rumah tangga terpenuhi. Di rumah istri harus melayani suami sepenuhnya, kopi dibikinin, makan minum diambilin, pendek kata setelah masuk rumah suami adalah raja sedangkan istri adalah pelayan.

Apakah seperti itu?

Kata orang jawa istri adalah garwa, singkatan dari sigaraning nyawa, belahan jiwa. Pantaskah sampeyan membuat perbedaan kasta dengan belahan jiwa?

Kadang saya diledek di kantor karena selalu bawa duit ngepas dan ndak bawa atm. Ada yang bilang hidup saya teraniaya. Benarkah? Yo ndak tho, wong saya bawa duit ngepas dam ndak bawa atm karena keinginan saya sendiri biar segala macem pengeluaran lebih terkontrol karena lewat satu pintu.

Yang namanya belahan jiwa harusnya setara. Kenapa kerjaan rumah tangga saja harus diplot ini bagian suami ini bagian istri? Bukankah lebih enak kalo disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi.

Jatuhkah harga diri sampeyan sebagai laki-laki kalo misalnya karena suatu keadaan harus bikin kopi sendiri, nyuci sendiri, masak sendiri? Apakah sampeyan merasa kejantanan sampeyan berkurang kalo harus jalan-jalan di mal sambil momong anak?

Suami kadang butuh waktu laki-laki, saat-saat nongkrong bareng temen pabrik, ngopi, ndobos ndak jelas. Biarkan saja selama tidak lupa statusnya sebagai suami dan ayah. Istri juga kadang butuh waktu ke salon, spa, hang out sama temen-temennya. Biarkan juga selama tidak melupakan kodratnya.

Bukankah suami itu pemimpin? Benar sodara-sodara, suami adalah pemimpin, dalam kondisi tertentu yang memerlukan keputusan segera seorang suami harus bisa menentukan arah, dan seluruh keluarga wajib mengikutinya. Ingat sodara-sodara, hanya dalam kondisi tertentu seorang suami boleh menggunakan hak prerogatifnya.

Saya pikir suami yang berusaha meraih wibawa dan meninggikan derajadnya dengan jalan merendahkan derajad istri adalah tipe suami masa lalu yang akan semakin berkurang terkikis oleh jaman.

Selamat hari jumat sodara-sodara, maukah sampeyan membuatkan wedang untuk istri sampeyan sore nanti?

Iklan

42 comments on “Seberapa Besar Kejantananmu?

  1. arman berkata:

    setuju sama sampeyan. suami istri itu harus setara!
    harus itu! 🙂

  2. yimz berkata:

    emoh. lhawong rung ono:D

  3. esdoger berkata:

    mungkin sigarane nyowo yang ideal tanpa batas derajat kasta dan selalu didengungkan para penganut feminisme itu bisa berlaku apabila keduanya bekerja di pabrik sehingga amanah macam mengurus anak dan merawat rumah bisa dibagi berdua dengan toleransi tinggi.

    tapi asyik juga model sigarane nyowo pada jaman dulu, mm maksudnya sigarane nyowo nya ada 4 🙂

  4. samsul arifin berkata:

    istri itu adalah partner, mas. tapi di dunia ini memang semuanya komplit kok. ada suami yang merasa terjajah, ada pula istriyang merasa terjajah. semuanya ada. tinggal kita mau memilih hidup bagaimana dan seperti apa nantinya. hanya kita dan pasangan kita yang tahu?

  5. mawi wijna berkata:

    wah mas, jangan sampai aja karena “nggak mau dijajah wanita” malah kita yang ganti “menjajah wanita”. Bukankah lebih banyak kasus KDRT, dimana pria menjajah wanita? Mending kita singkirkan dulu itu pemikiran kasta. Bukannya cinta perlu pengorbanan dari dua pihak 🙂

  6. sekartaji berkata:

    waduh om, tangan kiri saya belum nyampe di telinga kanan nih. tp lumayan sih, artikel ini bisa buat ancang2 klo bersuami nanti ha..ha..

  7. dian berkata:

    istrimu insyaallah adalah istri yang paling bahagia di dunia mas. *bayangkan yang ngomong adalah titik puspa ya*
    jadi inget bapakku, yang setiap hari ‘menjajah’ ibuku dengan request kopi kentelnya. tapi giliran membersihkan babat, bapakku yang gantian ‘dijajah’ karena ibu gilo sama babat.
    tapi mereka berdua adalah penjajah dan terjajah yang selalu tersenyum, sampai di tahun ke-35 perkawinan mereka.

  8. nomercy berkata:

    cinta, rasa memiliki, saling memberi, saling mengalah, dan lain lain …
    saya rasa wajar apabila salah satu ingin membahagiakan pasangannya …

  9. Ade berkata:

    Setuju mas.. suami istri memang harus setara dan saling hormat menghormati!

  10. warm berkata:

    setuju sekali,
    ah sampeyan ini bijak skali ternyata,
    err.. kami jarang bikin minum sendiri dirumah, paling minum aer putih, tapi kalo die berkenan, why not ? 😀

  11. GeLZa berkata:

    haha
    sebuah pelajaran buat saya yang lom nikah….

  12. adipati kademangan berkata:

    lek jare aku mas kejantanan iku ora duwe gender, ora lanang ora wedok. Wong wedok iso diarani jantan yen iso teges, ngrumat rumah tangga, anak kopen, bojo kopen, akeh ide, ngrewangi bojo sing susah, opo maneh ngadepi bojo sing gak teges blaz, wani ngomong bener mangsane wong liyan ora wani ngomong.
    Wong lanang yo ngono, lek gak iso mimpin rumah tangga, gak iso duwe keputusan, gak iso tanggung jawab anak bojo, gak iso ngelindungi keluwarga, kluyuran saben bengi ganok gaene, nganggur tok mekso bojone kerjo, dijaluki duwit blonjo malah mlayu, anak nagis malah muring-muring, gak iso diarani jantan mas,diarani bencong sing kapiken. dikon nggawe rok ae piye ?

  13. kucrit berkata:

    saya gak bisa berkomentar mas… lawong belum punya istri kok… saya takut kalo punya istri yang suka nindas.. mudah-mudahan punya istri yang baik, seperti istrinya mas stein yang cerdas.. wkwkwkwkwkwk

  14. Jafar Soddik berkata:

    Selain ada hak dan kewajiban yang sifatnya ‘saklek’ dalam berumah tangga, juga dikenal akhlak.

    Suami yang menerapkan akhlak yang baik tentu akan mengerjakan pekerjaan rumah manakala istrinya berhalangan akibat sakit atau mungkin lelah mengurus anak dan begitu juga sebaliknya jika istri yang menerapkan akhlak yang baik tentu tidak akan membicarakan semua keluh kesah dan deritanya mengelola rumahtangga kepada suaminya yang baru datang dari kantor dengan wajah kusut dan bete.

  15. Laki-laki yang seperti ini yang saya cari 😀
    Meskipun katanya sekarang zaman modern, masih banyak laki-laki menolak kalo harus setara. Maunya tetep jadi ndoro…

    sayang saya telat *aarrrrggghhhhh*
    *kemplang*

  16. Kuliah Gratis berkata:

    Kesetaraan atau apapun pada Intinya Rumah Tangga itu adalah sebuah Kapal Layar bukan kapal mesin

    Sebagai Narkoda Suami harus pandai dan sebagai penjaga kapal harus amanah agar semuanya berjalan seperti yang diharapkan

    tidak boleh ada rasa iri atau merasa lebih namun juga tidak boleh melawan kodrat

    salam kenal dari Kuliah Gratis 😀

  17. yustha tt berkata:

    ya mas..setuju…
    namanya suami istri harus saling mengisi & melengkapi…

    wah…senengnya istri mastein…
    udah baik, mau momong anaknya…*diajak kopdar juga ;)*, inget anniversarynya pula…..
    ayayaya……..

  18. Chic berkata:

    lah terus ndobosan temen-temen sampeyan kemaren itu, sampeyan jawab apa Mas? 😉

  19. hawe69 berkata:

    hahaha.. curhatan kolega cowok di kantor juga mirip..
    ‘pan ada sinetronnya tuh.. Suami Takut Istri..

  20. deeedeee berkata:

    manggut-manggut…. ngajungin dua jempol…

    sebuah tulisan yg sangat jantan, mas :mrgreen:

  21. zee berkata:

    setuju mas.
    harus ada kesetaraan dalam rumah tangga. yg penting kan gimana kesepakatan pasutri itu sendiri. jd sbnrnya gak ada istilah suami takut istri ato istri takut suami, krn semuanya semata-mata karena masing2 menghargai pasangannya… ya toh. 🙂

  22. eoin berkata:

    sebenarnya kalo mau nengok sejarah dan agama dikit, gak ada ajarannya tuh istri jadi pembokat.. tugasnya cuman dua, ngedidik anak ama bercantik2 buat swami.. blanja, masak, nyuci2 adalah kewajiban suami nyediain pembantu.. gitu sih kalau aku baca di buku Fellow of the prophet, Omar.
    btw aku sedang dalam kondisi dibuntuti trus ama bini heuhuahahuewa 😛

  23. eoin berkata:

    satu lagi maaf.. KDRT wanita atas pria juga banyak sebenernya.. cuman gak di ekspos ajah.. dan ada konspirasi dalam gerakan emansipasi ini

  24. Catra berkata:

    Wah wah… Untung saya belum punya bini. Jadi gak ngerti siapa yang dijajah sebenarnya.
    Tp saya jd ingat papa mama saya drmah… :mrgreen:

  25. zefka berkata:

    suami-istri akan lebih bisa menikmati bagian dan peran2 masing jika mereka juga bisa berbagi peranan2 itu.Tidak ada yg dominan lebih tinggi atau lebih rendah, tergantung kondisi dan suasana. Adakalanya suami istri menjadi sepasang teman/sahabat, adik/kakak, atasan/bawahan atau jadi sepasang petarung (bukan dalam arti fisik lho..)

  26. Vicky Laurentina berkata:

    Saya pengen dimasakin nasi goreng oleh suami, dibikinin teh frutty oleh suami, dicuciin baju oleh suami. Setelah itu..saya janji deh, saya mau setrikain singletnya sampai 10 kali..

  27. wahyu ¢ wasaka berkata:

    Nice post… antara laki2 dan wanita sudah di tentukan batasannya, baik itu dari segi agama maupun negara.

  28. wishper girl berkata:

    😀 mringis dewe baca hihihi… lucu banget temen2 ne sampean mas :p , buat referensi ah kelak jika bersuami harus sejajar, 🙂

  29. chonz berkata:

    yang penting antara keduanya harus bisa saling mengisi satu sama lain tidak saling menyalahkan, apapun klo saling menyalahkan tidak ada ujungnya…

  30. Huang berkata:

    kemarin aku ngobrol ama bapak-bapak di ayunan mall, gara2 aku lupa bawa kunci rumah terus ke mall sampe malem buat nunggu orang rumah balik.

    bapak itu jalan berdua ama anaknya, dan pas aku tanya kenapa ibunya gak diajak. jawabnya kasihan si ibu kan capek abis balik kerja..

    dan dia bercerita tentang suami istri itu ya harus balance.. gak boleh nuntut lebih. wkwkwkwk..

  31. sugiman berkata:

    sebelumnya seng bawa aku terus (satu pintu)karena takut overload hehe..istriku baru buat rek. minggu kemarin.(soale biar ga bolak balik neng ATM aku ae)

    durung pernah gawekene…nek jikukke wes tau..

  32. muhamaze berkata:

    setuju kalo suami istri itu saling mengisi dan melengkapai.. tanpa ada istilah jajah-jajahan hehe…

  33. uke poet berkata:

    saya rasa wanita bersikap demikian (seperti yg ditertawakan sama temen2 mas) karena mereka tahu bgmn kepribadian suaminya yg sebenarnya haha… jadi harus dipantau terus2an. kl saya mah capek hati kl mikirin begituan. tp emang yah, kadang2 suka merasa jadi pelayan di rumah. melayani anak. melayani suami. mana suami sementang ada istri jdnya mau dilayani terus. pdhl kemarin2 aja sendirian di rumah baik2 saja.
    lah kok saya malah curhat. maaf mas!

  34. Rossa berkata:

    bagi saya, seorang suami harus meninggikan derajat istri nya dengan menghargai istrinya, bukan menuruti semua perintah istri nya.
    lagipula, gak sopan banget kalo istri merintah suami.

  35. Akmal Online berkata:

    Hehehe..
    Ilmu buat pria lajang seperti saya..

  36. Rossa berkata:

    ganti topic ahh..

  37. Ely berkata:

    belahan jiwa harusnya ya setara ya mas …. kalau aku suka bikin wedang jahe buat BK ku mas 😛

  38. ichanx berkata:

    belum punya istri…. jadi belum bisa ngasih komen… :))

  39. topera berkata:

    muito bom seu blog

  40. marshmallow berkata:

    seneng membaca opini mastein.
    yak, saya setuju ada me time, dan setiap pasangan harus mampu menghormati ini dari pasangan masing-masing. contoh-contoh yang terlihat itu tidak praktis mengindikasikan bahwa lelaki itu kalah dan “diperbudak”. seperti istri yang ngomel karena suaminya belum pulang, itu mungkin ekspresi kekuatiran yang dilandasi rasa cinta toh? mungkin caranya saja yang mustinya dipermanis.

    bukan karena saya seorang wanita sehingga berbicara seperti ini lho.

  41. Muzda berkata:

    Wah, ngerti spa ro hang out barang tho Mas ?
    hahaa..
    Sip sip ..
    Beruntung lah istri Mas yang jadi penjaga pintu itu 😀
    Beginilah seharusnya laki-laki, kata Bapakku, tak keberatan dan malah senang saat harus mencuci dot dan mencuci popok.

  42. Erikson berkata:

    keren…. suka aku postingannya… secara masih bnujang ini jadi buka wawasan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s