Porno, Sekedar Persepsi?

Sore itu Dadap dan Waru sedang ngobrol di pojok kampung, di warung Mbok Darmi yang konon katanya dari Wonogiri. Memulai ritual dobosan mereka dengan menyeruput kopi yang lebih kental aroma jagungnya, nikmat.

Rokok pertama dinyalakan. Dadap memulai pembicaraan, “Kang, katanya Miyabi ndak jadi datang ke Indonesia, takut mungkin ya?”

“Halah! Sampeyan ini ngapain ikut-ikutan ngomong soal Miyabi? Sudah mulai jadi pemerhati gosip tho?” Sahut Waru.

“Bukan gosip Kang. Semua orang juga mbahas kok, saya heran sama orang yang ngundang dia, mbikin pilem saja ngajaknya bintang pilem porno, kayak ndak ada yang lain.” Ujar Dadap.

“Kalo skenario yang dibikin memang ada Miyabi mosok yang diajak main Julia Perez, ya Miyabi tho. Lagian sampeyan ngomong porno-porno, porno itu apa? Porno, mesum, itu kan tergantung persepsi sampeyan. Kalau dasarnya otak sampeyan sudah konslet, orang pakai baju komplit pun bisa kelihatan mesum. Porno buat sampeyan, bisa jadi ndak porno buat saya. Batasannya apa? Wong ini soal persepsi saja kok.” Ucap Waru.

“Jadi menurut sampeyan porno ndak porno itu cuma masalah persepsi?” Dadap jadi agak emosi.

“Iya!” Jawab Waru.

“Jancuk! Asu sampeyan ini Kang!” Mendadak Dadap misuh-misuh.

“Lho! Kok misuh sampeyan??” Waru jadi emosi juga.

“Apa? Misuh? Apa itu misuh?” Tanya Dadap sambil mesem-mesem gak jelas.

“Lha ya itu tadi! Sampeyan mengeluarkan pisuhan, makian, kata-kata kotor!” Waru masih emosi.

“Ah, itu hanya persepsi sampeyan saja. Saya cuma mengeluarkan kata-kata tertentu dengan nada-nada tertentu. mungkin dasarnya otak sampeyan itu sudah konslet, makanya kata-kata saya jadi terdengar seperti makian.” Ujar Dadap kalem.

“Itu tadi jelas-jelas makian!” Waru makin emosi.

Sambil mengisap rokok Dadap meneruskan, “Sampeyan itu terlalu meninggikan derajad persepsi Kang. Persepsi hanyalah penghubung antara sebuah aksi dengan rasa yang merupakan reaksi di kepala sampeyan. Saat seseorang memaki, mungkin reaksi orang lain-lain, ada yang marah, ada yang takut, ada yang sabar, ada yang jadi semangat, macem-macem lah, tergantung bagaimana sampeyan memandang orang yang memaki itu. Tapi satu hal di sini, bukan karena sampeyan marah maka kata-kata saya divonis sebagai makian, apapun reaksi orang, kata-kata saya tetaplah makian.”

“Jadi maksud sampeyan apa??” Potong Waru.

“Bukan persepsi yang membuat suatu kata jadi makian, persepsi hanya membuat reaksi orang berbeda atas makian itu. Makian adalah entitas tersendiri.” Sahut Dadap.

“Jadi kalo menurut saya Kang, porno itu bukan sekedar persepsi. Persepsi hanya akan mempengaruhi rasa sampeyan atas sebuah aksi porno, apakah sampeyan jadi nafsu, atau jijik, atau biasa saja. Tapi sampeyan harus ingat, bukan reaksi sampeyan yang membuat sesuatu jadi porno, porno adalah entitas tersendiri.” Pungkas Dadap.

“Tapi gimana kalo misalnya ada orang yang berpakaian komplit tapi saya masih napsu?” Waru masih ngeyel.

“Nafsu dan porno itu dua hal yang berbeda Kang, yang sampeyan lihat itu bukan porno tapi sampeyan masih napsu, berarti memang otak sampeyan konslet.”

8 comments on “Porno, Sekedar Persepsi?

  1. detx mengatakan:

    kwkwkwkwkw… semprul!

  2. Mawi Wijna mengatakan:

    apa yg porno atau yg bukan.
    apa yg saru atau yg bukan.
    apa yg pisuh atau yg bukan.
    Semuanya kok ya yang menghakimi itu manusia dan lucunya cuma sekelompok manusia aja. Mungkin karena rasa tak pernah terkadar. Lapar dan kenyang tak kan pernah bisa diukur.

  3. marshmallow mengatakan:

    hahaha… dadap dan waru keren, yah? pake ngomong persepsi, entitas segala macam. kopinya tuh yang nggak klik banget. mosok diskusi mantap begini minumannya kopi yang banyak campuran jagungnya, mas?

  4. adipati kademangan mengatakan:

    cerdas men dadap kuwi. Maka kembalikanlah perbuatan mesum itu ke asalnya. Kalau perbuatan mesum itu dilakukan di kamar dan gelap, ya jangan diumbar ke masyarakat umum dan 3gp.

  5. Vicky Laurentina mengatakan:

    Dadap dan Waru ini ngomongnya keren-keren, tapi kok konsumsinya ngebul sama kopi dan jagung thok..

  6. Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    Hmmm dapat pencerahan baru mengenai persepsi dan entitas 🙂

  7. Ferry ZK mengatakan:

    wah baru kali ini nemu postingan tentang porno yang gak konslet diantara berjuta blogger yang konslet wakakakakaka…

    salam kenal…

  8. Arai nJ mengatakan:

    Sip dah bang Ferry Zk…kalo bisa diperbanyak artikel yang beginian kang?? keep we are right things>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s