Seks = Tabu?

Konon katanya bangsa kita ini termasuk bangsa yang paling sopan. Karena saking sopannya maka sering ada penghalusan bahasa, misalnya pelacur diganti pekerja seks komersial, miskin diganti kurang mampu, busung lapar diganti kurang gizi.

Atas nama kesopanan juga ada beberapa hal yang tabu untuk diomongkan, salah satunya tentang seks.

Saya ndak ngerti kenapa istilah untuk alat kelamin diganti menjadi kemaluan, sesuatu yang memalukan? Ada juga yang menggunakan istilah “anu”. Kenapa? Adakah masalah dengan kata penis dan vagina? Apakah bagian tubuh ini lebih rendah derajadnya daripada organ tubuh yang lain sehingga menyebutnya pun seolah-olah najis?

Sebagai akibat dari penabuan ini terjadi kesulitan komunikasi orang tua dan anak untuk membicarakan seks. Anak perempuan bingung pada waktu mendapat menstruasi, anak cowok ndak ngerti waktu dapet mimpi basah. Sungkan mau nanya ke orang tua karena yang ditanyakan adalah hal yang tabu, sesuatu yang dianggap memalukan.

Sadarkah sampeyan dengan penabuan itu bisa berakibat anak-anak ndak tau kalo mereka telah dilecehkan secara seksual? Bahkan dalam beberapa kasus mereka tau telah dilecehkan tapi ndak berani ngomong. Kenapa? Karena pembicaraan yang menyangkut alat kelamin ditabukan. Secara ndak langsung hal ini telah membuat para korban pelecehan seksual terpojok dengan kata-kata, “seharusnya sampeyan malu karena telah menjadi korban pelecehan seksual!”

Tapi ndak ada istilah mati untuk belajar. Bukankah sekarang sudah banyak situs yang menyediakan konten alat kelamin? Video-video yang mengexplore alat kelamin pun ndak kalah banyak beredar. Jadilah sekarang remaja tanggung ndak malu-malu lagi waktu beli kondom. Jangan salahkan kalo mereka ndak ngerti resikonya, lha wong hal yang menyangkut anu tabu dibicarakan kok. *eh, saya kok ikut-ikutan ngomong anu*

Berlanjut pada waktu dewasa dan menikah. Konon katanya banyak lho wanita yang ndak pernah merasakan apa itu orgasme. Sementara si lelaki ndak merasa ada yang salah dalam kehidupan seks mereka karena anaknya sudah dua atau tiga. Akhirnya karena sungkan mau ngomong sama suami tentang orgasme (tabu juga tho) ada istri yang memilih untuk belajar dengan orang lain. *ini komentar pengunjung blog jelek saya*

Seks adalah bagian dari hidup kita, bukan sesuatu yang najis atau memalukan. Jangan ditabukan, karena justru dengan penabuan seks berpotensi jadi memalukan.

15 comments on “Seks = Tabu?

  1. Mas Adien mengatakan:

    just wanna say sex is not “tabu” jika dikemas dengan cara yang pas..nah cara yang pas itu gimana? hayo sapa yang tau…

  2. kucrit mengatakan:

    jadi nggak tabu to si anu itu…??

  3. […] Seks = Tabu? Konon katanya bangsa kita ini termasuk bangsa yang paling sopan. Karena saking sopannya maka sering ada penghalusan bahasa, misalnya pelacur diganti pekerja seks komersial, miskin diganti kurang mampu, busung lapar diganti kurang gizi. Atas nama kesopanan juga ada beberapa hal yang tabu untuk diomongkan, salah satunya tentang seks. Saya ndak ngerti kenapa istilah untuk alat kelamin diganti […] […]

  4. […] Seks = Tabu? Konon katanya bangsa kita ini termasuk bangsa yang paling sopan. Karena saking sopannya maka sering ada penghalusan bahasa, misalnya pelacur diganti pekerja seks komersial, miskin diganti kurang mampu, busung lapar diganti kurang gizi. Atas nama kesopanan juga ada beberapa hal yang tabu untuk diomongkan, salah satunya tentang seks. Saya ndak ngerti kenapa istilah untuk alat kelamin diganti […] […]

  5. big sugeng mengatakan:

    Dalam islam, pelajaran seks itu ada tahapannya, biasanya kalau menjelang balig maka fiqihnya juga menyangkut masalah tersebut. Makanya pelajaran anak SD fiqihnya yaa beda dengan anak SMP dst. Misalnya masalah kebersihan menghadapi mimpi, haid dsb

  6. Biyung Nana mengatakan:

    yup, kalo sex tabu untuk dibicarakan bisa gawat.. wong itu kan kebutuhan kita.. hak kita.. dan wajib dibahas jika berkendala tapi kalo untuk edukasi bagi anak2… mmm sepertinya tak masalah jika kita menyebut kata penis dan vagina instead of kemaluan… biar jelas.. ga ragu2.. kalo penis punya cowo dan vagina punya cewe.. kalo cm bilang kemaluan.. mmm kok kesannya jadi tambah ndak jelas kelaminnya 😀

    lagipula membicarakan sex dan segenap aksesorisnya bukanlah hal kotor… tergantung cara menyampaikannya saja… malah kalo ndak betul2 paham ttg itu bisa sesat dijalan… 😉

    *lah kok saya antusias bgt yah njawabnya* 😀

  7. samsul arifin mengatakan:

    bener mas, seks memang sudah bukan hal tabu untuk didiskusikan. pendidikan seks untuk anak seharusnya juga dieksplore sejelas mungkin kalau bisa. jangan sampai mereka ga tahu sumber “kenikmatan dunia” mereka. hehehehe. :mrgreen:

  8. Billy Koesoemadinata mengatakan:

    tabu karena selalu ditutupi.. tapi kemudian pas dibuka pun jadinya ga sreg

    emang, Indonesia itu aneh banget.. serba nanggung

  9. adipati kademangan mengatakan:

    Saya kira pendidikan biologi tentang alat-alat reproduksi yang diajarkan di SMP dan SMU baik hewan dan manusia sama kok. Saya tidak merasakan ada yang aneh ketika sudah masuk dalam ranah pengetahuan keilmuan.

    • mas stein mengatakan:

      seinget saya dulu jaman SMP waktu pelajaran biologi mbahas soal ini ngajarnya gantian om, yang cowok diajar ceweknya disuruh keluar dulu, nanti cowoknya keluar baru cewek disuruh masuk kelas :mrgreen:

      katanya biar kelas ndak heboh 😆

  10. masibud mengatakan:

    sex = coitus = jima’ bukan suatu yang harus ditutup tutupi. Tapi sebaliknya dia bukan sesuat yang boleh dibuka / dibincang / dibahas / diexplore secara berlebihan. Seperti yang banyak ada pada situs porno atau tayangan pembangkit sex lainnya.

    Sex itu suci. Bahkan ada rahmat Allah yang banyak, saat suami isteri berhubungan dalam rangka ibadah. Dalam rangka memberi kebahagian batin pada pasangannya. Sehingga pagi hari disapa oleh pasangan dengan senyum diwajah cerianya.

  11. arman mengatakan:

    sungkan ngomong ama suami jadi belajar ama orang lain? huahaahha… what an excuse… 😛

  12. warm mengatakan:

    tapi memang harus ada batas, kan mas ? 🙂

  13. luvaholic9itz mengatakan:

    nah lho.. diriku demen ngomong anu,,

    soale,,, anu artinya bisa macem2. dari anu yang beneran nganu sampe anu yang sama sekali engga’ nganu

    tergantung siapa yang anu nganuin anu,,

    wkwkwkwkwkwkw, nyeleneh..

    tapi situ bener lho mas, entu gara2 si penis en vagina engga’ pernah naek daon kalah tenar sama anu. jadi ribet kalo lagi pinteran dikit en kudu ngebahas yang il mi akkhhhhh.

    mumet akuuuuuu

  14. andyan mengatakan:

    wah, perlu mulai belajar ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s