Nyaman Dengan Diri Sendiri

Pernahkah sampeyan merasa ndak nyaman dengan penampilan fisik sampeyan? Kalo saya jujur saja pernah merasa sangat ndak nyaman dengan keadaan fisik saya sampe umur SMP. Sering saya bertanya-tanya kenapa saya kurus kering ndak punya otot, kenapa rambut saya kriwul, kenapa muka saya jerawatan, hal ini diperparah lagi dengan tiap kegiatan olahraga saya selalu jadi bahan ledekan karena ndak mumpuni blas.

Waktu SMA saya mengalihkan semua energi negatif itu dengan jadi anak bandel. Paling ndak saya harus punya sesuatu yang dibanggakan, semua orang di sekolah kenal saya, dan saya pun dapet tempat di kumpulan anak-anak yang “disegani”. Selain itu karena dalam pelajaran dan olahraga saya merasa ndak berbakat akhirnya saya menyalurkan hobi saya ke musik, belajar gitar abis-abisan karena sebagai cowok saya harus punya sesuatu yang bisa dibanggakan.

Sampeyan dapet poin saya gak? Berawal dari fisik yang ndak membanggakan berujung ke belajar gitar abis-abisan. Sebenarnya inti masalahnya bukan di penampilan fisik, tapi tingkat kenyamanan pada diri sendiri.

Saya punya kenalan, perempuan umurnya hampir empatpuluhan, tapi kalo sampeyan liat dia pasti sampeyan akan nyangka dia masih umur tigapuluhan. Langsing, putih, cantik. Sekitar setahun kemudian saya ketemu dia lagi, makin langsing, makin putih, makin cantik. Baru kemudian saya denger biaya kecantikannya, rambutnya berapa juta, giginya berapa juta, wajahnya berapa juta, perutnya, pinggangnya. Dan itu pun dia masih sering ngeluh soal tubuhnya, sering terintimidasi kalo ada cewek cakep ada di dekatnya.

Sampeyan percaya kalo dia bermasalah dengan fisiknya? Saya pikir masalahnya sama, ndak merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Sampeyan pernah liat iklan pemutih di tipi yang dibuat berseri? Seorang cewek yang ditinggal cowoknya karena kepincut sama cewek lain, dia make pemutih yang diiklankan, trus suatu saat cowoknya ketemu dia lagi, ngajak balik, dan seterusnya dan seterusnya.

Sumpah gemes banget saya sama iklan itu, menurut saya itu iklan yang menyesatkan dan merendahkan wanita. So what gitu loh kalo misale sampeyan ndak putih?! Menyesatkan karena seolah-olah hanya wanita dengan kulit putih kemayu yang bisa mendapatkan segalanya.

Apakah saya ndak tertarik sama wanita yang sekseh semlohay macem aura kasih? Bohong besar kalo saya bilang ndak tertarik, kesan pertama itu perlu, sama halnya sampeyan kalo di jalan melirik mobil yang bodinya mulus. Tapi kalo setelah itu si wanita yang sekseh semlohay ternyata diajak ngobrol ndak nyambung, ndak humble, riwil, sudah pasti nilainya akan jatuh sejatuh-jatuhnya.

Apakah salah menguruskan badan atau memutihkan kulit? Ndak salah, yang salah adalah menyalahkan kondisi fisik atas ketidaknyamanan yang sampeyan alami.

Jadi daripada sampeyan sibuk meratap-ratap dengan kekurangan sampeyan kenapa ndak mencoba menghabiskan waktu dan menyalurkan energi untuk meraih sesuatu yang lain, sesuatu yang bisa sampeyan banggakan, sesuatu yang akan membuat sampeyan merasa nyaman dengan diri sendiri.

Iklan

17 comments on “Nyaman Dengan Diri Sendiri

  1. […] Nyaman Dengan Diri Sendiri Pernahkah sampeyan merasa ndak nyaman dengan penampilan fisik sampeyan? Kalo saya jujur saja pernah merasa sangat ndak nyaman dengan keadaan fisik saya sampe umur SMP. Sering saya bertanya-tanya kenapa saya kurus kering ndak punya otot, kenapa rambut saya kriwul, kenapa muka saya jerawatan, hal ini diperparah lagi dengan tiap kegiatan olahraga saya selalu jadi bahan […] […]

  2. suryaden berkata:

    trully mencerahkan dan menyemangati mas 😀

    memang kadang orang terlalu stuck dengan kekecewaan yang hanya secuil dan nggak berarti…, harus segera sadar dan terbuka dengan orang yang dipercayai, betapa bangunan sosial juga harus dibangun lewat pertemanan dan persahabatan…

  3. Mawi Wijna berkata:

    Jujur mas, dulu saya juga sering minder kok. Ya itu, jadi bual-bualan temen-temen sekolah saya. Tapi kok ya, pas udah dewasa ini, ternyata-nyata ada juga cewek yang seneng sama saya. Nah kan? Kalau dipikir buat hidup di jaman sekarang ini, cewek sekarang lebih melirik ke skill ketimbang fisik. Buat apa body sekseh tapi otak kosong? Tul?

  4. si doel oman berkata:

    Oo.. jadi bandelnya smpeyan biyen iku ora aseli tooo stein?? tapi, bener kah semua orang di sekolah kenal sampeyan? mungkin yang sampeyan maxud guru BP, pak yapin, mr. zein… itu benerrr.. tapi pak suroso? hmm, doubtful.
    Kumpulan anak yang “disegani” itu sapa sih?

  5. zee berkata:

    Mastein, met lebaran dulu nih, maaf lahir batin.

    Bicara soal rasa tidak nyaman dengan diri sendiri, itu pasti pernah saya alami. Manusiawi menurut saya, ya namanya juga kita manusia, terbiasa membanding2kan.
    Dulu saya sering diejek hitam, dan terobsesi punya kulit putih (sampai sekarang klo ada yg bilang saya kok tambah item saya pasti sebel krn merasa heran kenapa emg dgn kulit gw? mo item jg emgnya kenapa??)
    Dan memang benar sih, perawatan itu mahal. Lihat saja si KD itu, kurang nyaman terus sama dirinya sampai semua di tubuhnya dipermak….

  6. Pakde Cholik berkata:

    Benar mas, kita jangan jadi manusia “rata-rata air”. Harus ada satu bidang yang membedakan antara kita dengan orang lain, tentunya yang positif tho.

    Selamat Idul Fitri 1430 H
    Minal aidin wal faizin
    Maaf lahir batin
    Salam hangat dari Surabaya

  7. mandor tempe berkata:

    ya di situ masalahnya, merasa terintimidasi ketika ternyata tetanga sebelah punya sesuatu yang kita tidak punya.
    Kalimat terakhir mungkin mejadi salah satu alternatif jalan keluar.

  8. KangBoed berkata:

    Satu kata yang tiada tergantikan
    Kata MAAF nan tulus dan ikhlas
    Keluar dari lubuk hati terdalam
    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Buruk laku tindak tandukku
    Hanya Harap dan MAAF terucap
    Mudah mudahan esok lebih baik
    Saat Hari Kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    Murnikan Jiwa dalam genggamanNYA
    sucikan keping hati di hari nan Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari :
    “Kang Boed Sekeluarga”
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllllllll

  9. KangBoed berkata:

    Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
    Malam penghujung hari yang indah ini
    Genderang Perang sudah di tabuh.
    Pekik Kemenangan dikumandangkan
    Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
    Suara Riang Gembira berkeliling kota
    Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama
    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”
    Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih
    Tiada kata yang terungkap lagi
    Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari :
    ” Kang Boed Sekeluarga “
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  10. luvaholic9itz berkata:

    yuhuuuuuuu aku datanggggggggg

    bawa OOT ini :

    DIAN SASTROWARDONO, SANDRA DEWO, LUNA MOYO n QUEENY O GUSSOVA mengucapkan MINAL AIDIN WAL FAIDZIN muhun mahab lahir en batin. Angkat GELAS mu panjenengan, LET’S CELEBRATE *ROCK*

  11. samsul arifin berkata:

    aku cukup nyaman dengan diriku sendiri kok, om.
    btw mohon maaf lahir dan batin ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s