Uncensored = 100 Miliar?

Agak kaget juga waktu saya mbaca berita di salah satu situs berita bahwa pembuat pilem Hantu Puncak Datang Bulan, K2K Production terancam denda 100 miliar rupiah gara-gara mereka memasang cuplikan pilem yang belum disensor ke youtube. Ediyan! Mahal banget dendanya!

“Padahal angka 12,7 miliar yang dibutuhkan untuk pembuatan pilem Sepuluh sudah terhitung mahal untuk ukuran pilem kita. Berarti dendanya bisa dipake bikin 10 pilem lagi.” Kata kang Noyo sambil mengepulkan asap rokoknya.

Karena penasaran saya mencoba nyari-nyari Undang-undang yang mengatur perpileman, Undang-undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman yang sempat menuai protes banyak pihak itu. Di pasal 57 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap pilem dan iklan pilem yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan harus memperoleh tanda lulus sensor.

“Berarti yang dulu mengunggah video klip Mari Bercinta-nya Aura Kasih di youtube yang konon tanpa sensor itu bisa kena pasal juga yo Le.” Ujar Kang Noyo sambil terkekeh.

Selama ini memang banyak trailer pilem yang belum disensor sudah diunggah duluan ke youtube sebagai sarana promosi, termasuk yang akhirnya dilarang beredar, pilem ML (Mau Lagi) misalnya.

Saya sendiri belom liat trailer pilem Hantu Puncak Datang Bulan yang diunggah ke youtube tersebut, maklum sebagai warga miskin koneksi dan fakir benwit saya harus tahu diri. Tapi dari beberapa pemberitaan yang saya baca, juga poto-poto yang ada di internet, sepertinya pilem ini ndak jauh beda dari beberapa pilem sejenis sebelumnya, misalnya Suster Keramas yang menampilkan bintang pilem porno jepang Rin Sakuragi, atau Hantu Binal Jembatan Semanggi, pilem horor yang merangsang. 😆

Terlepas dari pro kontra soal perlu tidaknya penerapan sensor pada pilem yang jelas sebuah undang-undang setelah disahkan bersifat mengikat seluruh rakyat, jadi setiap pelanggaran tentu ada konsekuensinya.

“Tapi pelaksana undang-undang kita masih banyak yang ndak konsisten kok Le.” Sergah Kang Noyo.

“Halah! Ini lagi ngomong soal sensoran pilem kok ya mbeloknya ke situ!” Kata saya dalam hati.

Ngomong-ngomong soal denda 100 miliar itu, sepertinya ada yang salah. Saya lihat di pasal 80 UU No 33 tahun 2009 menyebutkan bahwa denda untuk orang yang mempertunjukkan pilem yang ndak lulus sensor “cuma” 10 miliar. Denda 100 miliar yang diatur di pasal 81 dikenakan untuk perbuatan yang berkaitan dengan monopoli usaha perfilman.

“Eh, ada ndak ya Le tempat jualan potongan-potongan pilem yang ndak lulus sensor? Kalo ada aku mau beli.” Kata Kang Noyo.

Halah!

*gambar (yang mirip poster Hantu Puncak Datang Bulan) ngambil secara semena-mena dari sini

Iklan

16 comments on “Uncensored = 100 Miliar?

  1. big sugeng berkata:

    Kalau nggak mau didenda yaa jangan bikin film yang aneh2 biar lulus sensor

  2. mang kumlod berkata:

    Hahah perfileman Indonesia sedang menggali kuburnya lagi dengan tema-tema seksnya. Gapeduli lah mau angka dendanya berapa yg penting dunia film Indonesia bisa selamat.

  3. mawi wijna berkata:

    coba itu ubah dulu selera masyarakat kita yang senengnya nonton hantu seksi, baru setelah itu biacara masalah denda…

  4. gile mahal sekali
    apa gak salah itu

  5. clingakclinguk berkata:

    hahaha….saya jg mau kerja di LSF jadi bagian cleaning service pun ndak apa2, ntar sambil nyapu ngumpulin potongan2 film yang disensor, trus dibawa pulang, dilem sepotong demi sepotong jadi sebuah film berjudul SENSOR (membayangkan LSF itu seperti usaha tukang jahit, banyak potongan kain perca berserakan)

  6. weirdaft berkata:

    semahal itu pun mas, msh gak bikin mereka kapok bikin film horor/komedi merangsang.

  7. bitch, the berkata:

    hihi. lucu ya orang2 indonesia itu.

  8. itikkecil berkata:

    gak bisa dibuka youtubenya…
    saya gak punya akun youtube. harus 18 tahun ke atas baru bisa lihat…

  9. oglek berkata:

    saya udah nonton video itu, menurut saya film itu 75% nya bokep, 10 % horor dan sisanya wagu dan gak jelas 😀

  10. deeedeee berkata:

    hihihih.. jd penasaran mo liat videonya, tp sayangnya saya termasuk warga yg miskin koneksi kayak sampean, mas 😦 *mo banting modem tp cuman satu2nya.. sabaaaar…*

  11. budiono berkata:

    sokor ben dirasakne!

  12. venus berkata:

    sedih sebenernya ya? industri film kita kayak balik ke taun delapan puluhan. isinya ga jauh2 dari selangkangan. padahal kalo mau, bisa aja mereka bikin film keren loh. bisa banget. asli sedih *halah* 😀

  13. Huang berkata:

    mendingan nonton bokep aja 😀

  14. Mengartis berkata:

    terlalu banyak tuh 100 milyar, potensi aparat kongkalikong dengan managemen film jadi besar.

  15. ujenzitoday.info berkata:

    Your blog, “Uncensored = 100 Miliar? mas stein”
    was indeed well worth writing a comment here!
    Simply wished to say you did a good job. I appreciate
    it -Sherlyn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s