Nokia 1280, Kembali Ke Fungsi Dasar

Titit… titit….

Tolong jangan berpikiran kotor dulu, bagi sampeyan yang sudah berinteraksi dengan handphone sebelum mereka sepintar sekarang tentu tahu bahwa itu adalah salah satu ringtone sms yang cukup legendaris dari produsen HP asal Finlandia, Nokia.

“Lhah! Hapemu nggilani tenan.” Kang Noyo terheran-heran melihat saya sedang membaca SMS.

“Nggilani?”

“HP kok… yang begitu?” Kang Noyo nanya dengan jeda di tengah kalimat cukup lama, mungkin saking bingungnya nyari spesifikasi apa yang mau lebih dulu ditanyakan.

“Memangnya HP itu harus yang gimana?” Saya nanya balik.

“Yo minimal itu bisa MP3, trus layarmu itu lho, wong sekarang HP murah-murah saja sudah ada tevenya kok.”

Supaya sampeyan bisa ikut merasakan frustasinya Kang Noyo liat HP saya, inilah spesifikasinya : Phonebook 500, loudspeaker, radio FM, …., trus apa ya?

Layar monokrom 96 x 68 piksel, dan mmm…. ada senternya.

Nokia 1280

Nokia 1280

Yup, inilah HP saya, Nokia 1280. Serasa kembali ke jaman di mana Nokia 3310 masih menjadi HP sejuta umat, disusul dengan adiknya Nokia 3315 yang masih tetap laris tapi ndak sefenomenal seri sebelumnya.

Coba sampeyan ingat-ingat lagi sejarah perhapean di negeri kita ini. Saya ingat dulu terkagum-kagum melihat tanda bola dunia berputar-putar di pojok layar HP berwarna pertama yang saya punya, Nokia 3530, waktu temen saya mengirim wallpaper lewat MMS. Saya jadi ikut merasa canggih.

Dan mendadak teknologi baru bermunculan begitu cepatnya, HP itu harus bisa muter lagu, nonton pilem, dan tentu saja internetan.

Lalu muncullah smartphone, telepon pintar, yang membuat orang-orang seperti saya ini merasa harus memilikinya, supaya ikut merasa pintar.

Pertanyaan yang sampeyan terima bukan lagi, “Berapa nomer HP?” tapi, “Berapa PIN BB? Punya whatsapp? Viber?”

Kalo dulu pembunuh kebersamaan waktu acara makan bareng keluarga adalah koran, sekarang posisinya sudah diganti HP. Dulu nongkrong di WC cukup ditemani sebatang rokok, sekarang masih ditambah HP. Acara kumpul-kumpul pun ndak lengkap kalo belum difoto pake HP, yang hasilnya langsung diunggah ke facebook dan twitter. Ada momen menarik? Untunglah ada HP, langsung posting ke Posterous.

Kata salah seorang senior saya, “Yang seperti ini jangan dianggap HP, ini lebih mirip komputer atau laptop.”

Oh, baiklah, menurut saya si telepon pintar ini memang mirip laptop.

“Maksudnya bisa diotak-atik programnya gitu yo Le?”

Untuk orang-orang tertentu mungkin iya, tapi kalo buat saya maksudnya mirip komputer adalah boros baterainya.

Memang bener tho?

Coba saya tanya, berapa kali dalam sehari sampeyan nge-charge telepon pintar sampeyan?

Tiap kali ada acara keluar kota saya biasanya harus mematikan dulu koneksi internet, kalo masih ndak yakin kadang saya matikan HP-nya, untuk irit baterai.

Lama-lama saya mikir, sepertinya saya sudah terlalu dilenakan oleh fungsi-fungsi tambahan sampe lupa akan kebutuhan dasar. Handphone itu fungsinya ya biar saya gampang dihubungi, dan orang-orang biasanya menghubungi saya lewat telpon sama SMS. Tambah satu syarat lagi, baterainya haruslah tahan lama.

Maka kemaren malem saya datang ke sebuah counter HP di Malang, saya bilang nyari HP yang cukup bisa nelpon sama SMS saja, dan baterainya tahan lama. Ketika ditawarkan mbaknya yang sekseh semlohay yang layarnya masih monokrom saya malah seneng, harusnya monokrom lebih irit baterainya tho?

“Jadi itu saja alasanmu beli si Nokia 1280?” Tanya Kang Noyo.

“Iya, yang penting bisa nelpon, sms, dan baterainya tahan lama.” Jawab saya mantap.

“Yakin cuma itu?” Tanya Kang Noyo penuh selidik.

“Iya!”

“Beneran yakin cuma itu?” Nada suara Kang Noyo makin mbikin anyel.

Baiklah, saya pilih Nokia 1280 karena harganya murah, cuma Rp 200.000.

Jiyan!

17 comments on “Nokia 1280, Kembali Ke Fungsi Dasar

  1. putrimeneng mengatakan:

    :)) saya masih punya yang 3310, masih mulus masih nyala dan bisa berfungsi normal😀 dibeli dari uang hasil ngasih bimbingan belajar sama anak-anak di kompleks perumahan terkenal di kota saya jaman masih kuliah *bangga bener*

    #stein:
    komplek perumahan terkenal, elit pastinya😆

  2. alfakurnia mengatakan:

    Huihihihi… Gara-gara si BB belum bisa dipake di sini karena pulsanya yang mahal banget saya sekarang juga balik ke Nokia minimalis kaya punya mas stein gitu cuma udah warna. Asli irit banget baterainya 4 hari standby baru abis :))

    #stein:
    ini kayaknya juga awet, kata yang jual sih 5 hari ndak perlu nge-charge:mrgreen:

  3. suryaden mengatakan:

    wah hapene apik-apik, nggonanku wis rusak sing kuwi je

    #stein:
    kuwi sih anyar mas dab😆

  4. Haqqi mengatakan:

    Haha, sama. Bawa smartphone itu kebutuhan untuk mobile. tapi kebutuhan “tahan lama”, saya tetap bawa HP soner yg bisa tahan setidaknya 3 hari nyala terus.. :))

  5. budiono mengatakan:

    xixix… saya skrg pake nokia 6080 bro!
    (+ tablet android, jika butuh kerja agak serius)

  6. sugiman mengatakan:

    Ngomong-ngomong…..

    nomer HPmu piro? nomermu ilang….ketut kecelup neng sop…

  7. Emanuel Setio Dewo mengatakan:

    Coba nambah 100rb mas, sudah dapat nokia yg warna, tapi memang cuma punya fungsi dasar, hehehe…

  8. surya mengatakan:

    Terima kasih atas infonya,mungkin kita bisa bertukar informasi melalui http://unsri.ac.id

  9. susihariyanti mengatakan:

    wauuu keren banget ,aku suka itu
    ada lebih baiknya lagi kunjungi aja websiti kami di http://ict.unsri.ac.id
    terima kasih.

  10. zaldy mengatakan:

    terimah kasih ya,,,,,, infonya bagus bnget ya!!!

    kita bisa bertukar infokan ,,, liat infonya disini ya : http://www.unsri.ac.id/

  11. Rido Sandi Atmanto mengatakan:

    Saya make nokia C3. Tapi malah jadi kaya orang yang sibuk sendiri dan sudah bosan pake hape bagus. InsyaAlloh mau ganti nokia 1280. Satu lg yg penting buat saya selain bisa telp, sms, batere kuat, yaitu phone book yg memadai. Kalau mastein bilang 500 phonebook jd tambah yakin ganti hape.

    Tau sendiri anak2 jaman sekarang kyk jualan nomer. hedhewh

    Nice POST!

  12. afif mengatakan:

    harganya sekarang tinggal 185 ribu

  13. Jessica mengatakan:

    hahhahahahahaha… itu hp awet banget ya mas😛
    kalo mau beli hape canggih bisa kali buka website ini http://www.dmarket.co.id
    mungkin nanti ada yang mas suka gitu😀

  14. Adha mengatakan:

    kalo mau blokir no kontak di n 1280 gimna ya agan2??
    karena ada nomer yg sering telp, sms berkali2. Padahal udah saya diemin tp tetep aja gitu. Saya merasa terganggu karena dia menghubungi saya tidak kenal waktu. Tengah malam telp berkali2. huufft
    Kalo saya mau ganti nomer tidak bisa,,karena itu nomer kerja.
    Tolong ya agan2,mas2, mbak2…mohon dibantu.
    makasih🙂

  15. madu ndotkom mengatakan:

    saya juga pakai nokia 1280, lebih simple, ukurannya imut dan..batrenya aweeet! Kemana2 saya tidak pernah bawa smartphone yang besarnya bikin susah di kantongin! Pokoke saya cinta HP jadul!

  16. aaker mengatakan:

    Hello admin ternyata kita sama pake nokia1280…yg buat saya heran,ada karakter dari bbm yg dikirim sebagai sms ke nokia 1280 lansung mati klo sms itu kita mau buka untuk baca….saya hanya mau nanya hape itu cara kerja smsnya gimana ya?kok ada karakter dr bbm bisa memberi perintah off pada mesinnya….mksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s