Patah Hati

After all you’ve said to me

You broke my confidence

Took it all. Why can’t you see?

It makes no difference to you, it seems

What happens to me

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan patah hati sebagai ‘kecewa karena putus percintaan; kecewa karena harapannya gagal’. Sementara dalam buku The Tattoo Encyclopedia: A Guide to Choosing Your Tattoo, Teresa Green membuat visualisasinya dalam bentuk hati yang terbelah di tengah.

Tak penting lagi untuk dibahas bahwa simbol yang terlanjur populer tersebut menurut sebagian besar pendapat sebenarnya berasal dari bentuk jantung. Patah hati adalah suatu metafora yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional yang dirasakan seseorang setelah kehilangan orang yang dicintai. Atau bagi beberapa orang: kehilangan seseorang yang bahkan belum pernah dimiliki.

Sebagian orang mungkin akan mengatakan bahwa patah hati sebenarnya tak lebih dari sekadar omong kosong. Sebagaimana romantis adalah bagian dari romantika, sedih dan gembira pun hanyalah tentang kemampuan dalam mengolah rasa. Semua itu sebenarnya hanya ada di dalam kepala.

Benar kah demikian?

Benar dan salah dalam hidup memang tak pernah sederhana. Namun, setidaknya sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ethan Kross, seorang psikolog dari Universitas Michigan, bisa menunjukkan sesuatu kepada kita. Hasil riset yang dilakukan psikolog tersebut menyebutkan bahwa tersiram kopi panas dan ditinggalkan orang yang disayangi adalah dua jenis rasa sakit yang berbeda, namun sama-sama diproses oleh area otak yang bernama somatosensory cortex dan dorsal posterior insula.

Hasil penelitian itu bisa memberi sedikit gambaran bahwa patah hati memang sesuatu yang nyata. Bukan sekadar perasaan menye-menye yang dibuat-buat. Kalau sampeyan ingin mempelajari lebih lanjut silakan baca artikelnya di sini dan di sini. Bukannya saya tak mau menjelaskan, tapi lebih karena kemampuan bahasa Inggris saya yang amat memprihatinkan.

Dalam artikel lain dijelaskan bahwa saat sampeyan stress, otak akan mengirimkan kortisol dan epinephrine, hormon yang menimbulkan reaksi perlawanan dan melarikan diri. Misalnya dalam kondisi yang berbahaya, hormon kortisol akan akan memicu otot untuk bergerak menghindarinya. Di sini lah celakanya. Karena, saat patah hati tidak ada gerak fisik yang terjadi, sampeyan hanya lari dari kenyataan.

Berlebihnya hormon kortisol membuat sistem kekebalan tubuh kelelahan sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan bakteri dan virus. Pada saat yang sama kehadiran hormon tersebut juga mengganggu aliran darah ke sistem pencernaan, sehingga nafsu makan menghilang dan terjadi gangguan pencernaan. Hal ini membuat seseorang makin kehilangan energi dan mempengaruhi seluruh tubuh.

Sebagaimana jenis sakit-sakit lainnya, reaksi tiap orang bisa jadi berbeda-beda. Ada yang biasa saja, ada yang mendadak puitis, ada juga beberapa yang memilih untuk melarikan diri dengan cara-cara di luar nalar. Akan tetapi, satu hal yang pasti, patah hati itu nyata.

Proses penyembuhan patah hati secara umum terbagi dalam empat tahap:

  • Mengidentifikasi perasaan atau rasa sakit yang mengganggu. Apakah itu marah, benci, kecewa, dan sebagainya;
  • Berdamai dengan perasaan tersebut;
  • Memiliki motivasi untuk bergerak maju;
  • Berkomitmen untuk mulai melangkah.

Lingkungan yang kondusif bisa mempercepat proses penyembuhan. Betapa pun keluhan yang berlebih membuat orang sedih jadi terlihat menyedihkan, berilah lebih banyak empati alih-alih penghakiman. Jangan seperti Kang Noyo.

Apa pasalnya?

Syahdan, jaman Kang Noyo masih sekolah, ada mbak-mbak teman mainnya yang curhat. “Mas, aku baru saja putus. Mantanku kok jadi begitu ya? Stress, sering mabuk-mabukan,” kata si Mbak.

Bukannya memberi saran semacam, “Mbok kamu nitip ke kawan-kawannya biar dijaga, ditemani selama proses recovery.”

Kang Noyo cuma bilang, “Lha mbok ben, biasa itu. Dia cuma nyari perhatian. Nanti kan ya sembuh sendiri.”

Sekian waktu berlalu, perilaku sang mantan makin mengkhawatirkan. Pun begitu, saat si Mbak curhat lagi, Kang Noyo cuma berkomentar, “Percaya lah, what doesn’t kill you make you stronger. Cowok ndak serapuh itu, kok. Ndak usah khawatir, ndak ndak kalo dia mati.”

Saya hampir yakin, Kang Noyo meneruskan dalam hati, “Kalau pun dia mati, itu namanya seleksi alam.”

Kejam sepertinya, dan sepertinya memang kejam. Namun, Kang Noyo ternyata menyimpan motif tersembunyi. “Apa itu, Kang?” tanya saya bertahun-tahun kemudian.

Kang Noyo menjawab lirih, “Waktu itu ada satu hal yang ndak sempat kusampaikan ke mbaknya, biarkan saja mantanmu, aku jane yo seneng kowe…”

Oalah, Kang.

Jiyan.

 

Lirik di awal tulisan dicuplik dari lagu What Happens to Me, McAuley Schenker Group. Gambar diambil dari sini.

Iklan

8 comments on “Patah Hati

  1. Pradirwan berkata:

    Curiga, jangan-jangan ini pengalaman mas tein sendiri nih…

  2. espanaramadhona berkata:

    Kang noyo bahagia melihat rivalnya menderita

  3. Savia berkata:

    proses penyembuhannya sebenernya tinggal tunggu waktu sampe melupakan semua itu, sama jangan berinteraksi dulu sementara waktu sama yang bersangkutan *jadicurhat* hahaha

  4. irvan hermawanto berkata:

    Patah hati!!!

    selalu dan selalu
    yakin dia yang terbaik nyatanya malah meninggalkan
    yakin dia yang tersayang nyatanya dia malah selingkuh

    menyedihkan

  5. Turi CCTV berkata:

    Berlebihnya hormon kortisol membuat sistem kekebalan tubuh kelelahan sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan bakteri dan virus. Pada saat yang sama kehadiran hormon tersebut juga mengganggu aliran darah ke sistem pencernaan, sehingga nafsu makan menghilang dan terjadi gangguan pencernaan.
    ——————–
    hmm pengaruhnya negatif sekali… ternyata terlalu sedih malah mengundang penyakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s