Sini Negara Polri, Situ Negara KPK

kpk

Saya sebenarnya ndak gitu intens mengikuti perkembangan konflik yang terjadi antara KPK dan Polri, tapi berita di Okezone ini mau ndak mau mbikin saya ketawa miris.

Di satu berita ada keterangan dari Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Sutadi bahwa perbuatan Kabareskrim Susno Duadji menemui tersangka korupsi Anggoro Widjojo di Singapura bukanlah merupakan pelanggaran kode etik. Alasannya waktu itu polisi tidak tau posisi Anggoro adalah tersangka, “Masa saksi enggak boleh ditemui, bagaimana memeriksanya?”

Yang lucu adalah pernyataan Aryanto berikutnya, yang menyatakan bahwa kalopun status Anggoro adalah tersangka tetap saja Kabareskrim tidak melanggar kode etik, karena Anggoro adalah tersangka dalam perkara yang sedang diusut KPK, bukan Polri. Kata Aryanto, “Enggak melanggar apa-apa karena bukan tersangka kita (polisi). Kan waktu itu dia tersangkanya KPK, bukan tersangka dalam kasus yang sedang kita usut.”

Saya baru tau kalo tersangka pun punya beberapa versi. Saya membayangkan betapa repotnya kalau ada pihak yang minta seseorang dicekal tapi sama pihak imigrasi diloloskan karena menurut imigrasi mereka ndak punya urusan sama orang yang dicekal, atau ada maling yang lagi dikejar sama polisi tapi dilindungi sama kejaksaan karena si maling tidak terlibat dalam kasus di kejaksaan.

Hal ini yang disindir oleh Kuasa Hukum pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Bibid Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, Taufik Basari, “Apakah kita ada negeri KPK, ada negara Polri?” 🙂

*gambar diambil dari sini

Iklan

11 comments on “Sini Negara Polri, Situ Negara KPK

  1. balista berkata:

    he,,heee kalo istilah sunda KAPOLRI VS KPK itu (PAKOKOR COKOD, EMBUNG ELEH ASA AING ANU KAWASA!) 🙂

  2. sedjatee berkata:

    ya udah bikin negara sendiri-sendiri aja…

    sedj

  3. wongiseng berkata:

    Ndak di posting di politikana mas stein ? 🙂

  4. Waduh makin panas aja ya Mas konflik 2 lembaga ini, haha :mrgreen:

  5. big sugeng berkata:

    Bagi-bagi hutan biar masing-masing menjadi raja hutan

    kalau tujuannya baik mestinya yaa saling bantu memmabntu

    tapi kalau karena kepentingan yang terganggu jadinya nggak mutu

  6. detx berkata:

    lagi-lagi dagelan hukum!

  7. MisterPopo berkata:

    menyedihkan sekali negeri ini, semoga negeri ini terhindar dari bencana akibat kelaliman penyelenggara negara

  8. Vicky berkata:

    Jadi mikir, kayaknya kalo ada buronan Interpol masuk Indonesia, kayaknya kita juga bakalan cuek-cuek aja. Lha si buronan kan bikin kejahatannya di negara orang lain, bukan di Indonesia sini. Jadi kita nggak ada urusan cekal-mencekal si buron, hahahah..

  9. Anas berkata:

    saknoe negara kita, kabeh podo ribut..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s