Selamat Ulang Tahun Keenam

Belum lama ini ayah menulis tentang kamu, mungkin bukan sepenuhnya tentang kamu, bahkan mungkin tulisan itu bukan tentang kamu. Lebih tentang ayah yang tidak cukup meluangkan waktu, tentang ketakutan akan datangnya masa di mana kamu merasa ayah bukan lagi sosok yang menyenangkan untuk dipeluk, bukan sosok yang ramah untuk diajak berbagi rasa, bukan tempat yang tepat untuk berbagi ceria.

Barra Faid Azizan

Waktu terus berjalan, dan sekarang umurmu menginjak tahun keenam. Selamat ulang tahun nak, semoga suatu saat kamu membaca dan mengerti apa yang ayah rasakan, saat kamu telah menengadah ke langit menantang hujan.

Refresh!

Don’t judge a book by its cover kata orang kulon kali sana. Jangan menilai sebuah buku dari kulitnya. Saya yakin sampeyan juga bukan tipe orang yang menilai buku dari judulnya, paling parah mungkin sampeyan menilai setelah melihat daftar isinya. Cukuplah melongok sebentar ke Gramedia, liat daftar isi, sekilas baca kata pengantar, dan sampeyan merasa sudah cukup tau apa isi bukunya. *dikeplak rame-rame*

Sekarang jaman sudah makin canggih katanya, jaman paperless alias sudah ndak musim lagi mengukur berat kertas demi mencari harga termurah. Apa yang ingin sampeyan tahu, cukup ketik sebaris kalimat di Google, dan semua informasi akan langsung tersaji. Di manapun, kapanpun, kecuali sampeyan sedang mengalami nasib buruk dengan layanan provider yang busuk. Kutuklah nasib buruk sampeyan sendiri, karena korporat ndak pernah salah.

Di halaman web biasanya ndak ada daftar isi, jadi ilmu kemeruh apa yang bisa sampeyan pakai untuk bisa merasa sudah tau topik yang dibahas dalam sebuah tulisan? Baca lebih lanjut

7th

wedding ringKecupan tipis di pipi dan ucapan happy anniversary membuka pagi, mengingatkan saya hari ini tanggal 02 Juli. Tujuh tahun terlewati, biar tulisan ini sebagai prasasti.

Tiga Tahun, Satu Bulan, Sebelas Hari

Saya baru nyadar ternyata blog jelek saya ini sudah berumur 3 tahun lebih sebulan. Sejak tulisan pertama saya posting tanggal 16 Januari 2009 sampe sekarang sudah terbit 420 postingan. Iseng-iseng saya baca tulisan-tulisan awal, ternyata dulu saya begitu nulisnya, jauuuh lebih memalukan dibanding tulisan beberapa blogger baru yang saya sambangi, rata-rata tulisan mereka sudah “berbentuk”. Tapi itulah proses belajar saya, ndak nyangka setelah tiga tahun ternyata masih jelek juga. jumlah postingan

Dengan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Baca lebih lanjut

Selamat Hari Ibu

Rasanya terlalu sombong kalo saya menguraikan kebaikan-kebaikan yang saya terima dari ibu. Apakah saya mampu mengetahui dan mengingat tiap pikiran, ucapan, dan perbuatan ibu buat saya? Bahkan kalopun ada beberapa diantaranya yang saya tau, bisakah saya tau apa yang sengaja beliau ndak ucapkan, dan apa yang beliau ndak lakukan, yang juga untuk saya?

Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas

Ibu…

Dua Tahun Umurnya

Rasanya belum begitu lama saat saya pertama kali menggendongnya, di lantai dua sebuah klinik yang bersebelahan dengan rumah dinas walikota. Kecil, kelihatan begitu lemah tanpa daya.

Sempat kuatir waktu umurnya hampir setahun dan belum ada gigi yang tumbuh, sampai pernah nanya ke dokter gigi, “Ada gak sih dok, terapi buat numbuhin gigi?” Baca lebih lanjut

Enam Tahun

Malam Sabtu, tanggal dua Juli, enam tahun yang lalu, persis seperti sekarang, yang berbeda hanyalah waktu itu saya lagi berada di sebuah kamar, di rumah Pak Haji Pendi, salah seorang Ketua RW di daerah Kalideres, Jakarta Barat. Saya lagi bengong, lebih tepatnya pura-pura bengong, karena dalam hati saya sedang berlatih keras menghapalkan sederet kata yang tidak boleh salah diucapkan.

Sebenarnya ndak papa salah karena boleh mengulang, tapi kalo diucapkan dengan mantab dan sekali jadi sepertinya akan lebih meyakinkan, dan saya bisa melakukannya dalam sekali tarikan nafas. Hari yang sama, tanggal yang sama, semoga hati kami pun akan terus selalu sama.

Klentingan Saya

Peringatan: Ini postingan ndak jelas, ndak mutu, dan cenderung narsis

Semalem saya mbuka-mbuka file lama di komputer, ternyata ada satu folder isinya potongan-potongan lagu ndak jelas. Lagu-lagu ini saya rekam dengan peralatan seadanya di kamar mes pabrik jaman saya masih mburuh di Probolinggo. Saya pasang di sini tapi saya cukup tau diri untuk ndak berharap sampeyan bisa menikmati.

Baca lebih lanjut

Lari Untuk Pemula

Sampeyan masih inget kejadian yang menimpa Aji Massaid? Meninggal karena serangan jantung selesai bermain bola. Ada beberapa kawan saya di pabrik yang bilang kalo salah satu yang jadi penyebab kejadian itu adalah ndak rutinnya selebriti DPR itu berolahraga. Saya sendiri ndak gitu ngerti detil alasan medis yang ada di belakang semua itu, tapi kejadian yang terus-terusan diekspose media itu mbikin saya merasa ndak nyaman karena saya perokok dan nyaris ndak pernah berolahraga.

Masih anget berita soal Aji, dateng lagi berita dari seorang senior saya di salah satu kota di bagian timur Indonesia, dia pingsan usai main tenis meja, serangan jantung ringan. Ediyan! Mbikin tambah deg-degan. Kalo kata orang kulon kali sana ini wake up alarm, mengingat usia yang makin nambah seiring daya tahan remaja labil yang berangsur menghilang (halah!), mungkin sudah saatnya saya sedikit menggerakkan badan. Dan berhubung saya ini ndak suka olahraga yang berbentuk permainan, pilihan saya adalah joging. Baca lebih lanjut