Satrio Piningit

Satu lagi orang yang mengaku dirinya satrio piningit, pemimpin spiritual Global Ikhwan, Abuya Asaari Muhammad Tamimi mengklaim bahwa dirinya adalah satrio piningit. Dan karena penganut kejawen meyakini bahwa satrio piningit adalah orang yang linuwih alias punya kemampuan di atas manusia biasa maka Abuya mengklaim bahwa dirinyalah yang mendatangkan bencana tsunami Aceh.

“Ampuh tenan yo Mbah, kalo menurut sampeyan gimana?” Tanya saya kepada Mbah Suto waktu ketemu di warung Mbok Darmi tadi malem.

Mbah Suto mesem, “Wong kayak gitu saja kok dibahas. Orang lagi meracau itu ndak usah didengarkan Le.”

Saya pikir Abuya memang lagi meracau. Kalo suatu saat saya mbikin pengakuan bahwa sayalah yang mengguncang Jogja dengan gempa, maka saya juga lagi meracau.

“Yo wis kalo sepakat, ndak usah meracau lagi.” Ujar Mbah Suto.

Tapi sebenernya saya masih penasaran, satrio piningit itu beneran ada atau ndak? Bisa saja satrio piningit itu muncul dari adanya kebiasaan masyarakat yang seneng instan dipadu dengan kepercayaan yang kuat akan adanya kekuatan di atas kekuatan manusia. Daripada mumet-mumet mikir gimana memperbaiki negara ini tahap demi tahap lebih enak berharap suatu saat ada pemimpin sakti mandraguna yang secara ajaib bisa membawa kemakmuran negeri ini.

Saya pernah ketemu orang yang dengan yakinnya berkata, “Pokoknya kalo presiden negara ini bukan muridnya Abah, jangan berharap bencana akan berhenti.”

Abah adalah guru spiritualnya yang walaupun sudah meninggal konon masih bisa berkomunikasi dengan murid-muridnya. Saya ndak bisa bilang muridnya abah ini orang bodoh karena dia seorang sarjana yang dulunya terkenal pinter di kampung. Tapi sepertinya dia juga bukan orang pinter, karena orang pinter ndak berargumen dengan awalan POKOKNYA. Baca lebih lanjut

Bang One : Efek Gayus

efek gayus

mosok ndak punya alphard?

Ada sebuah video di situsnya stasiun tipi milik grupnya salah satu orang terkaya di Indonesia yang konon kemaren lagi tersangkut kasus pajek. Dalam video yang berjudul Bang One : Efek Gayus tersebut ada kalimat-kalimat yang dilontarkan seorang anak kecil kepada seseorang yang (mungkin) digambarkan sebagai pegawai pajak sebagai berikut :

Bapak pegawai pajak?
Masak rumah reyot begini?
Ke kantor naik motor…??
Nggak punya mobil, apartemen…??
Perhiasan juga tidak…??
Tabungan cuma puluhan juta rupiah…??
Kesimpulanku cuma dua…!!
Kamu pembohong…!! atau kamu gila…!!

Jadi kalo misalnya saya seorang pegawai pajek dan tiap hari ke kantor naik motor maka hanya ada dua kemungkinan, saya ini orang gila, atau saya pembohong.

Itu menurut Bang One?

Menurut saya sih bukan, itu menurut orang-orang, atau setidaknya itulah yang menurut Bang One ada di pikiran orang-orang. Baca lebih lanjut