Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Seri II (1770 S)

Setelah kemaren saya membahas soal pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770SS yang luar biasa simpelnya, sekarang saatnya kita naik kelas, membahas SPT Tahunan Orang Pribadi 1770S yang satu setnya terdiri dari tiga halaman. Masih tetep sederhana tapi ndak pake sangat, cukup sederhana saja. *iki opo tho?*

Sampeyan yang boleh make SPT jenis ini adalah yang :

  1. Penghasilannya berasal dari mburuh alias kerja ikut orang tapi nilai brutonya lebih dari Rp 60.000.000 setahun
  2. Ndak punya usaha sendiri
  3. Punya penghasilan dari dalam negeri lainnya
  4. Punya penghasilan yang dipotong PPh Final dan atau bersifat final*)

    *termasuk dalam kategori yang dianggap final adalah penghasilan istri yang cuma kerja di satu pabrik dan PPh 21-nya sudah dipotong sama pabriknya

“Kok mbulet tho Le?” Tanya Kang Noyo.

“Cara gampangnya, sampeyan pake SPT jenis ini kalo sampeyan adalah karyawan dengan penghasilan kotor di atas Rp 60 juta setahun, atau penghasilan kotor di bawah Rp 60 juta tapi istri sampeyan juga kerja di pabrik.” Ujar saya menjelaskan.

Untuk mengisi SPT 1770S inilah langkah-langkah yang bisa sampeyan lakukan :

  1. Siapkan bukti pemotongan pajak dari pihak ketiga

    Bukti potong yang pertama dan utama adalah formulir 1721 A1 untuk pegawai swasta, atau 1721 A2 untuk PNS. Trus misalnya sampeyan pernah ngisi ceramah di mesjid Satpol PP, nulis artikel di majalah, yang saat sampeyan dibayar harusnya dikasih bukti potong PPh Pasal 21, kumpulkan semua. 1721 A1 atas1721 A1 bagian bawah

  2. Isi formulir 1770S – II

    Formulir ini kalo di setnya ada di halaman tiga. Ada empat bagian dalam lembar ini :

    1. Penghasilan yang Dikenakan PPh Final / Bersifat Final

      Misalnya sampeyan punya penghasilan dari hadiah undian, atau istri sampeyan adalah seorang pekerja pabrik yang sudah dipotong PPh Pasal 21, silakan masukkan di sini.

    2. Harta Pada Akhir Tahun

      Silakan isi daftar harta sampeyan di kolom ini. Yang perlu sampeyan perhatikan, nilai yang ditulis adalah harga perolehan, alias harga yang sampeyan bayar saat dulu pertama kali membelinya, bukan harga pasar.

    3. Kewajiban/Utang Pada Akhir Tahun

      Silakan isi dengan saldo utang sampeyan.

    4. Daftar Susunan Anggota Keluarga

      Monggo sampeyan isi daftar keluarga yang masih menjadi tanggungan sampeyan, dimulai dari Kepala Keluarga.

  3. Isi Formulir 1770S – I

    Formulir ini letaknya di halaman dua, terdiri dari tiga bagian :

    1. Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya

      Misalnya sampeyan punya penghasilan lain yang belum dipotong pajak dan bukan termasuk objek PPh Final, silakan sampeyan isi di sini. Contoh, suatu saat ada orang ngamplopi sampeyan Rp 5.000.000, sudah sampeyan tolak, tapi ternyata orang tersebut mendadak berubah jadi asap hitam dan menghilang.

    2. Penghasilan yang Tidak Termasuk Objek Pajak

      Misalnya sampeyan dapet warisan dari orang tua, silakan masukkan di sini.

    3. Daftar Pemotongan / Pemungutan PPh Oleh Pihak Lain

      Bukti potong yang sudah sampeyan kumpulkan di langkah nomor satu tadi silakan sampeyan tulis di sini.

  4. Isi Formulir 1770S (formulir induk)

    Angka-angka yang harus sampeyan isikan di sini pada dasarnya adalah rekap dari rincian yang sudah sampeyan tulis di halaman satu dan dua, misalnya :

    1. Penghasilan Neto Dalam Negeri Sehubungan Dengan Pekerjaan

      Adalah jumlah penghasilan neto dari bukti potong/pungut yang sampeyan tulis di formulir 1770S – I bagian C

    2. Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya

      Adalah pindahan dari jumlah yang sampeyan isikan di formulir 1770S – I bagian A

      Zakat yang bisa sampeyan isikan di sini adalah zakat yang sampeyan salurkan melalui lembaga-lembaga tertentu, daftarnya bisa sampeyan liat di sini.

Cara ngitung pajaknya gimana?

Urut-urutan ngitung pajak adalah sebagai berikut :

  1. Penghasilan Neto – Penghasilan Tidak Kena Pajak = Penghasilan Kena Pajak
  2. Penghasilan Kena Pajak x tarif PPh Pasal 17 = Pajak Terutang

Penghasilan Tidak Kena Pajaknya Berapa?

Wajib Pajak Tidak Kawin

Kode

Jumlah

Tanpa tanggungan

TK/0

Rp 15.840.000

Tanggungan 1 orang

TK/1

Rp 17.160.000

Tanggungan 2 orang

TK/2

Rp 18.480.000

Tanggungan 3 orang

TK/3

Rp 19.800.000

Wajib Pajak Kawin

Kode

Jumlah

Tanpa tanggungan

K/0

Rp 17.160.000

Tanggungan 1 orang

K/1

Rp 18.480.000

Tanggungan 2 orang

K/2

Rp 19.800.000

Tanggungan 3 orang

K/3

Rp 21.120.000

Tarifnya berapa?

Lapisan Penghasilan

Tarif

≤ Rp 50.000.000

5%

Rp 50.000.000 < s.d ≤ Rp 250.000.000

15%

Rp 250.000.000 < s.d ≤ Rp 500.000.000

25%

Rp 500.000.000 <

30%

Jadi misalnya penghasilan kena pajak sampeyan Rp 60.000.000, tarif yang dikenakan ke sampeyan ada dua lapis, yang Rp 50 juta kena tarif 5%, sisanya yang Rp 10 juta kena tarif 15%. Ini adalah contoh pengisian formulir induk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770S :

Bayar pajaknya?

Silakan ke kantor pos atau bank persepsi terdekat, dengan kode pembayaran 411125 – 200.

Jangan lupa diisi identitas serta ditandatangani, dan sekarang SPT sampeyan sudah siap.

Gimana, mumet kan?

Silakan baca lagi, apabila mumet berlanjut hubungi Account Representative di kantor pajak terdekat.

*)Formulir 1770S bisa sampeyan download di sini

65 comments to Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Seri II (1770 S)

  1. putrimeneng mengatakan:

    alhamdulillah kalo ngisi spt tahunan saya udah lulus mas, kalo ga salah dijelasin juga sama mas stein cuma lupa di mana ngerumpi apa ya :)

  2. Marthin mengatakan:

    kalo misalkan harta akhir tahunnya motornya dijual, apa tetap saya laporkan juga?trus uang penjualan motornya juga dilaporkan?? mohon tanggapannya. :) thanks

    #stein:
    motor yang sudah dijual ya ndak usah ditulis, kan sudah ndak ada barangnya. trus duitnya gimana? duit itu kan larinya kalo gak ke tabungan ya konsumsi, kalo misalnya nambah tabungan ya sampeyan laporkan jumlah tabungannya nambah. kalo duitnya habis untuk ngopi-ngopi ya ndak usah dilaporkan.

    kenapa?

    karena definisi penghasilan adalah tambahan kemampuan ekonomis, sedangkan kalo sampeyan njual motor logikanya ndak ada tambahan ekonomis. harta sampeyan tetep, cuma berubah bentuk dari motor ke duis cash.

  3. ahmad tohir mengatakan:

    kalau untuk yang formulir 1770 gimana mas ?

    #stein:
    nulis 1770 butuh waktu, secangkir kopi, dan sebungkus rokok, sik yo mas :D

  4. tionsmg mengatakan:

    sebenarnya sih mudah jika di pelajari, cuman kebanyakan orang indonesia malas…hehhehe http://tionsmg.wordpress.com/2012/02/09/menjadi-wirausaha/

  5. gargoyle mengatakan:

    nice post mas bro…
    tambahan dari saya :
    1. Untuk penjualan motor kalo harga jualnya lebih tinggi dari harga perolehannya (eh mungkin nggak ya? :D ), selisihnya dimasukkan dalam penghasilan….
    2. Kata “Departemen” dalam formulir agar diganti dengan “Kementerian”

  6. [...] PPh final diantaranya : bunga tabungan/deposito, hadiah undian, selengkapnya bisa anda lihat pada bagian A lampiran II SPT PPh Orang Pribadi 1770S. sedangkan yang bersifat final diantaranya penghasilan istri yang hanya bekerja pada satu tempat [...]

  7. [...] PPh final diantaranya : bunga tabungan/deposito, hadiah undian, selengkapnya bisa anda lihat pada bagian A lampiran II SPT PPh Orang Pribadi 1770S. sedangkan yang bersifat final diantaranya penghasilan istri yang hanya bekerja pada satu tempat [...]

  8. gantoyib mengatakan:

    nanya dong mas bro …
    untuk 1770 S ini koq saya nggak nemu peraturan yg seperti mas bro bilang “ndak punya usaha sendiri” … apakah maksudnya pekerjaan bebas ?
    bukannya bisa dimasupin ke dalam lampiran I.A.6 ?
    matur suwun …

    #stein:
    di pasal 2 Per 34 tahun 2010 menyebut bahwa 1770S dipake oleh WP yang mempunyai penghasilan:
    a. dari satu atau lebih pemberi kerja;
    b. dari dalam negeri lainnya; dan/atau
    c. yang dikenakan Pajak Penghasilan final dan/atau bersifat final,

  9. Alo mengatakan:

    Mas Stein, kalo kondisinya sudah lebih dari setahun ngak kerja karena lagi cuti panjang(sakit) dan ngak ada penghasilan, pake formulir yg mana toh lapornya ? matur nuwun sanget.

    #stein:
    statusnya karyawan atau usaha sendiri? kalo karyawan pake saja 1770SS, minta formulir 1721-A1 ke perusahaan, walaupun nanti isinya nihil karena gak ada gaji yang dibayar. kalo usaha sendiri ya pake formulir 1770 :smile:

    • Alo mengatakan:

      status sudah tidak bekerja dikantoran, sekarang sedang sekolah , jadi form spt mana yg paling tepat ? apakah 1770 atau 1770S? terus pelaporan spt tahunan NIHIL apakah valid ? karena memang belum ada penghasilan lg, matur nuwun.

  10. terimakasih buat informasinya ,

  11. Kalo hutang sama temen di cantumkan gak ?

  12. abah odiiiil mengatakan:

    saya baru tahun ini punya npwp,karena menjual aset hrs punya npwp katanya! dg sebab saya sdh fakum sekian tahun dari pekerjaan sendiri yg selama itu saya kerjakan,ya terpaksa lah jual aset buat nopang kebutuhan rmh tangga.terus gimana mas setatus saya ini berikut aset2 saya kyk rumah dll itu?
    apa itu semua adalah objek pajak? jawab ya mas,matur suwun

    #stein:
    kalo memang tidak ada pekerjaan lagi mendingan NPWP sampeyan dinon-efektifkan saja, hubungi kantor pajak tempat sampeyan terdaftar. aset sampeyan selama tidak dijual bukan merupakan objek pajak penghasilan.

  13. susihariyanti mengatakan:

    terima kasih atas infonya,mungkin kita bisa bertukar informasi melalui http://unsri.ac.id

  14. pengen jadi ayah dan suami yg baik mengatakan:

    mas, saya pindah pekerjaan per oktober, jadi skrg saya punya 2 bukti pemotongan pajak…gimana ngisi formulir 1770s nya? matur nuwun

    #stein:
    seharusnya saat sampeyan pindah bukti potong dari perusahaan lama sampeyan kasih ke perusahaan baru, jadi nanti diperhitungkan di bukti potong perusahaan yang baru.

    kalo ternyata belum diperhitungkan ya dua-duanya sampeyan masukkan di SPT

    • pengen jadi ayah dan suami yg baik mengatakan:

      waduh…sudah terlanjur karena ketidaktahuan, berarti nilainya di total semua gitu..?.atau bikin/ngisi 2 pelaporan…trus lampirannya tetap 1 set aja? atau bgmana? makasih mas.

  15. [...] PPh Orang Pribadi sudah semakin dekat. Semoga sampeyan yang karyawan sudah beres dengan pengisian SPT 1770 S dan 1770 SS. Sekarang saatnya bagi sampeyan yang kerjanya ndak ikut orang, alias punya usaha [...]

  16. [...] PPh Orang Pribadi sudah semakin dekat. Semoga sampeyan yang karyawan sudah beres dengan pengisian SPT 1770 S dan 1770 SS. Sekarang saatnya bagi sampeyan yang kerjanya ndak ikut orang, alias punya usaha [...]

  17. [...] PPh Orang Pribadi sudah semakin dekat. Semoga sampeyan yang karyawan sudah beres dengan pengisian SPT 1770 S dan 1770 SS. Sekarang saatnya bagi sampeyan yang kerjanya ndak ikut orang, alias punya usaha [...]

  18. rian mengatakan:

    Mlm mas,
    mau tanya, ada info yang saya baca klo sekarang orang dengan penghasilan lebih dari 60jt dan punya penghasilan cuman dari 1 badan tanpa ada penghasilan lain selain bunga bank, itu isinya tetep boleh 1770SS. Benar begitu? terima kasih

  19. kamal mengatakan:

    Halo mas,

    infonya bermanfaat, mas bisa tolong di contohin ga kalo punya bukti potong dari 2 perusahaan, saya pindah ke kantor baru di september,

    thanks

    • mas stein mengatakan:

      seharusnya pada saat sampeyan pindah kerja langsung laporkan bukti potong yang sudah didapat dari perusahaan lama, biar diakumulasi, sehingga di akhir tahun hanya ada satu bukti potong yang dipake. tapi kalo sudah terlanjur ya dilaporkan saja dua-duanya :)

  20. Rosita Priyanti mengatakan:

    mas, mau tanya donk, kalau dari kantor dapet 1721 A1 dan dari pihak lain dapat bukti potong, angka di bukti potongnya dimasukkan ke 1770 S dimananya, ato dilampirkan saja? terimakasih.

    • KPP Pratama Pasuruan mengatakan:

      lihat di tulisan, masukkan di poin 3 huruf c (formulir 1770 S – II bagian C)

      • mas stein mengatakan:

        yup, kurang lebih begitu :)

      • Rosita Priyanti mengatakan:

        terimakasih penjelasannya. trus kemaren saya melaporkan punya teman, kebetulan dia pakai formulir SS karena penghasilan kurang dari 60 juta, tapi disuruh pakai formulir S karena bukti potongnya tidak ada 1721A1. itu gmn ngisinya ya?
        apa semua bruto dan pajak di total, trus kolom brp aja yang diisi? terima kasih lagi.

        • mas stein mengatakan:

          kalo gak ada 1721 A1 harusnya gak bisa pake 1770S karena 1770S dan 1770SS wajib melampirkan bukti potong 1721A1/A2, harus pake 1770. kalo ini ngisinya agak panjang, soale harus diruntut dulu, itu penghasilan dari mana? apakah usaha sendiri, atau dari gaji?

          • Rosita Priyanti mengatakan:

            kebetulan bekerjanya sebagai konsultan jadi uangnya sebagai imbalan sebagai tenaga ahli. kmren waktu lapor dikasih sama admin pemeriksanya 1770S

            • mas stein mengatakan:

              minta lagi 1770 :)

              mungkin si petugas lagi mumet karena sudah tanggal tua, jadi salah ngasih formulir :mrgreen:

              silakan konsultasikan dengan account representative, via telpon aja kalo misalnya sampeyan lagi repot

  21. ita mengatakan:

    Makasih penjelasannya ya..
    Mau nanya kalo beli rumah secara cash bertahap tapi belum lunas, rumah tsb perlu dilapor apa tidak?

  22. mizpa mengatakan:

    mas, mau tanya.. untuk SPT 1770 ( melakukan pekerjaan bebas )
    jika WP status PNS, punya Praktek dirumah, juga bekrja di RS swasta. yang mau saya tanyakan.. untuk Bukti Potong dari RS swasta tsb. apakah masuk kedalam Form 1770-III bagian A. point 16 ATAU 1770-I bagian B point 4??
    mohon pencerahan,,, thx

  23. Dedy Apriyadi mengatakan:

    Mau tanya mas..Sampeyan kerja di mana toh kok kayaknya ngeh bgt masalah pajak ato Sampeyan punya toko buku ya…? :)
    Matur nuwun infonya..kebetulan tahun ini pertama kali saya pke formulir 1770 S, sebelumnya cuman yang 1770 SS yang isinya sambil merem aja bisa… :)

  24. azhariesta mengatakan:

    mas tein, kalau pkp nya 353 misalnya. Kena tiga lapis yach ? terus ngitungnya gimana mas ?
    makasih sebelumnya. salam

    • mas stein mengatakan:

      5% x 50 jt = 2.500.000
      15% x 200jt = 30.000.000
      25% x 100jt = 25.000.000
      total jenderal Rp 57.500.000

      • azhariesta mengatakan:

        15 % kok 200 mas. Bukannya batasnya ampai 250 yach ?

        • azhariesta mengatakan:

          oh ya nanya lagi mas. masih boleh yach :-) . Kalau dalam satu tahun kerja di dua tempat, penghitungannya gimana mas ? Kalau digabungkan kok hitung-hitungannya masih harus bayar lagi dari mas ? Padahal hitung-hitungan spt 1721 di kedua perusahaan itu dah benar, tapi giliran digabungin ke 1770 s kok masih harus nombok ? :-(

          #stein:
          bisa nombok bisa ndak, itu karena ada lapisan tarif. misal di perusahaan A penghasilan sampeyan 26jt, kena 5%, di perusahaan B 26jt, kena 5%. padahal kalo ditotal 52jt, yang 50jt kena 5%, yang 2jt kena 15%, akhirnya itungan jadi ndak pas.

          lain kalo kalo misal sampeyan pindah, serahkan bukti potong dari perusahaan lama ke perusahaan yang baru, biar diperhitungkan, itungannya biar pas.

          • azhariesta mengatakan:

            terus satu lagi mas. Kalau dapat pesangon atau uang jasa ditaruh di ponit mana ya mas ? Pakai dilampirkan juga nggak bukti finalnya ? Asli atau copinya ? Sori nanya terus mas. Habisnya bingung. Makasih sebelumnya ya mas ….

            #stein:

            pesangon masuk di formulir 1770 S – II bagian A nomor 5, dilampirkan fotokopi bukti potongnya saja.

          • azhariesta mengatakan:

            trim mas. tapi masalahnya spt 1721 dari kedua pt barengan baru saya terima. Jadi belum sempat bukti potong yang lama saya serahkan ke tempat baru. Terus gimana bikin laporannya mas ?

            #stein:
            dua-duanya dimasukin, konsekwensinya ada kemungkinan terjadi kurang bayar :)

            • azhariesta mengatakan:

              cuman dimasukkan ke bagian 1770 S-II no 5 aja kan mas ? Emang itu pesangon di spt1721nya masuk dipoint mana sih mas kalau boleh nanya lagi he he …..

              #stein:
              di SPT 1721 atau bukti potong 1721-A1? di SPT 1721 masuk di halaman 2, kalo di 1721-A1 ndak ada karena bentuk bukti potongnya lain

              • azhariesta mengatakan:

                oh ya mas di 1721 A1. jadi bukti final itu yang masuk di 1770 S II itu,cuman sebatas laporan aja yach kalau dah bayar pajaknya, mas. sedang di 1721 A1 jumlah pesangon yang didapat memang tidak dialokasikan kesana. gitu mas ?

                #stein:
                benar, sudah tidak perlu diperhitungkan lagi karena sifatnya final. dia ndak masuk 1721-A1 karena 1721-A1 dipake untuk ngitung yang ndak final

            • azhariesta mengatakan:

              waduh…kok gitu mas. artinya melenceng dari formula pajak sendiri dong :-(

  25. azhariesta mengatakan:

    terus nanya lagi mas. Gak pakai bayar kan ? :-) . Kalau punya istri itu artinya K0 atau K1 mas ?

    #stein:
    punya istri = K/0, punya istri+anak 1 = K/1

  26. John mengatakan:

    mau tanya.. barusan beli rumah. AJB 120 jt.. di NJOP 255jt.. yg di laporkan di daftar harta akhir taon brp ya mas..

    • mas stein mengatakan:

      yang dicantumkan dalam SPT adalah harga perolehan, bukan harga pasar, dalam kasus sampeyan berarti harga dalam AJB 120jt.

      NJOP selalu berkembang mengikuti harga pasar.

  27. didok mengatakan:

    Bang setelah baca panjang banget sampe k’post temen2,skrg ada pertanyaan nihh bang..
    Kalo misalnya dg status TK/0,dlm 1th gaji dibawah 60 jt dan g ad penghasilan lain diluar dari buruh,aku pake form yg mana?? Yg 1770-SS apa bisa juga yg 1770-S?? Bukti potong dari perusahaan 1721-A1 sihh ad juga bang..
    Mohon pencerahannya bang..
    Hatur Nuhun . .

  28. anti mengatakan:

    Mau tanya dong mas….klo saya iburt tp kerja freelance sama teman yg kbtln dia ada side job yg pembayarannya menggunakan npwp saya. lapor sptnya pakai form yg mana ya 1770 or 1770s tp saya ngk punya form 1721 – A1nya karna freelance hanya ada bukti potongnya saja.

  29. thomas5684 mengatakan:

    formulir 1721 A1 wajib dilampirkan ya? klo perusahaan tidak bersedia memberikan formulir 1721 A1, gmn ya?

  30. santos mengatakan:

    hatur nuwun mas, sip banget dah

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s