Kualat Rojo Koyo

Di kampung saya dulu hewan ternak disebut sebagai rojo koyo, karena simbol kekayaan para priyayi jaman dulu selain tanah yang luas juga punya hewan ternak yang banyak. Biar rumah reot pun kalo punya sapi tetep dipandang lumayan kalo di kampung.

“Itu kan dulu, sekarang sudah ndak jaman menumpuk ternak sebagai simbol kekayaan.” Sergah kang Noyo.

“Mosok sih Kang? Di kampung saya masih kok.” Kata saya.

“Halah! Maksudku di sini Le, di kota. Sekarang simbol status itu mobil, blekberi, baju modis, sepatu mahal. Ndak mungkin kamu naruh sapi di rumahmu, wong rumah cuma pintu masuk tiga langkah sudah ketemu pintu keluar.” Kang Noyo ngakak.

Asem! Batin saya. Ngomong-ngomong soal simbol kekayaan ini konon banyak orang yang jadi lebih miskin gara-gara ndak mau kelihatan miskin. Baca lebih lanjut