Perubahan Tarif PPh Badan Tahun 2010

Tahun 2010 sudah berakhir, sebagian orang mungkin sedang mengevaluasi resolusi yang dulu mereka buat di awal tahun, sebagian juga sedang menyiapkan resolusi-resolusi baru yang diharapkan bisa diraih di tahun yang baru. Tapi ada yang ndak kalah ruwet dan mbikin mumet bagi sebagian yang lain, merekap laporan keuangan dan membuat Surat Pemberitahuan Tahunan 2010, atau dalam bahasa sederhana buruh pabrik macem saya biasa disebut laporan pajek.

Salah satu di antara orang-orang yang mumet itu adalah Mbah Suto, juragan dari kampung saya yang masih sering berlagakĀ  kere walaupun omset pabriknya sudah bermilyar-milyar.

Kebetulan sore kemaren saya ketemu beliau waktu lagi ngopi di warung Mbok Darmi. Saya lagi nyeruput kopi sambil makan tempe gembus yang sekarang disajikan tanpa cabe, konsekuensi dari harga cabe yang merambat makin tinggi dan pemerintah ndak bisa berbuat apa-apa karena konon ndak ada dasar hukum yang bisa dipake untuk menangani masalah ini, waktu Mbah Suto menepuk bahu dan duduk di samping saya.

“Piye Le? Biasanya buruh macem kamu ini kan cukup makan nasi sama sambel, sekarang sambel pun pasti kamu ndak mampu mbikin, melas tenan.” Ledek Mbah Suto sambil menyalakan rokoknya.

Asyem! šŸ˜Æ Baca lebih lanjut

Diskon 50% Tarif PPh Badan

Sepulang dari warung Mbok Darmi kemaren saya diajak mampir ke rumahnya Mbah Suto, ndak lama katanya, ada yang mau ditanyakan soal pajek. “Ini sudah agak mepet Le, SPT Tahunan PPh Badan kan paling lambat 30 April,” Kata beliau.

“Ini lho Le, kemaren aku ditelpon sama orang pajek, katanya tarif untuk PPh Badan tahun ini ndak sama kayak tahun kemaren. Trus untuk yang omsetnya dibawah 50 miliar ada diskon tarif. Bener tho?” Tanya Mbah Suto.

Saya harus sedikit memuter otak, inget-inget obrolan di pabrik kemaren sama orang-orang yang ngurusi pajek. “Kayaknya sih bener Mbah.” Jawab saya agak ragu-ragu.

“Kalo begitu itung-itungan pajekku ini gimana?” Tanya beliau sambil mengambil selembar kertas dengan tulisan angka-angka di atasnya.

Omset

:

48.000.000.000

Biaya

:

(45.000.000.000)

Penghasilan Kena Pajak

:

3.000.000.000

PPh Badan
10% X 50.000.000

:

5.000.000

15% X 50.000.000

:

7.500.000

30% X 2.900.000.000

:

870.000.000

Jumlah PPh Terutang

882.500.000

“Itu menurut undang-undang yang lama Mbah.” Kata saya.

“Kalo yang baru piye?” Tanya Mbah Suto. Baca lebih lanjut