Susno Duadji Dikorbankan?

Sampeyan mungkin sudah tahu kalo salah satu yang membuat korupsi sulit diberantas adalah karena hal itu berjalan secara sistematis, buruh korupsi karena harus nyetor ke mandor, mandor minta upeti karena harus nyetor ke atasnya lagi, atasan mandor juga rutin minta jatah karena level di atasnya harus ngasih jatah piaraannya. Sepintas mirip seperti rantai makanan. Ndak usah mimpi korupsi bisa berhenti kalo level pimpinan ndak punya integritas.

Di kepolisian pernah ada selintas mimpi untuk lepas dari pungli saat salah seorang Kapolda mengumpulkan para perwira Satuan Lalu Lintas yang menjadi bawahannya dan meminta agar budaya pungli serta upeti ditiadakan, mereka diberi waktu tujuh hari untuk berbenah dengan ancaman copot jabatan bagi yang masih main-main. Saya ndak menutup mata bahwa pungli terbesar di kepolisian sebenarnya bukan di Satuan Lalu Lintas, tapi gebrakan seperti itu patut mendapat acungan jempol.

Sampeyan tau siapa Kapolda yang saya maksud? Dialah Susno Duadji, yang waktu itu berpangkat Irjen dan menjabat Kapolda Jawa Barat.

Baca lebih lanjut

Sini Negara Polri, Situ Negara KPK

kpk

Saya sebenarnya ndak gitu intens mengikuti perkembangan konflik yang terjadi antara KPK dan Polri, tapi berita di Okezone ini mau ndak mau mbikin saya ketawa miris.

Di satu berita ada keterangan dari Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Sutadi bahwa perbuatan Kabareskrim Susno Duadji menemui tersangka korupsi Anggoro Widjojo di Singapura bukanlah merupakan pelanggaran kode etik. Alasannya waktu itu polisi tidak tau posisi Anggoro adalah tersangka, “Masa saksi enggak boleh ditemui, bagaimana memeriksanya?”

Yang lucu adalah pernyataan Aryanto berikutnya, yang menyatakan bahwa kalopun status Anggoro adalah tersangka tetap saja Kabareskrim tidak melanggar kode etik, Baca lebih lanjut