Pidato di Awang-awang

“Semalem nonton pidatonya SBY ndak?” Tanya Kang Noyo waktu ngopi tadi pagi di pabrik.

“Ndak, saya ada rapat RT tadi malem, selesai rapat trus diajak istri nyoba tempat minum kopi yang baru buka di deket jalan Sukarno Hatta, mbawa si precil juga.” Jawab saya.

“Heh? Anakmu mbok ajak ke tempat nongkrong kayak gitu?” Kang Noyo terheran-heran.

“Ndak papa wong cuma kedai kopi, lha mau tak tinggal nangis je.” Saya beralasan. “Ngomong-ngomong ada apa sampeyan nanya-nanya pidatonya SBY?”

Sambil nyeruput kopi Kang Noyo mulai ndobos, “Kamu tau apa yang paling nggemesin di tempat kita selama dua minggu terakhir ini? PLN yang byar pet sehari bisa sampe lima kali sama SBY yang nanak nunuk kayak orang ndak punya sikap. PLN sudah berapa hari ini ndak gitu nggemesin, ndak byar pet lagi, dan SBY juga sebenernya punya kesempatan untuk membuang predikat nggemesinnya itu tadi malem. Tapi ya itu, kalo kata anak sekarang pidatonya itu ndak nendang blas. Dataaaaarr pol!”

Jeda sejenak untuk mengambil nafas, “Ada yang bilang sikap presiden yang ndak tegas kayak gitu bakal memicu gerakan people power, Baca lebih lanjut

Sini Negara Polri, Situ Negara KPK

kpk

Saya sebenarnya ndak gitu intens mengikuti perkembangan konflik yang terjadi antara KPK dan Polri, tapi berita di Okezone ini mau ndak mau mbikin saya ketawa miris.

Di satu berita ada keterangan dari Kadiv Binkum Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Sutadi bahwa perbuatan Kabareskrim Susno Duadji menemui tersangka korupsi Anggoro Widjojo di Singapura bukanlah merupakan pelanggaran kode etik. Alasannya waktu itu polisi tidak tau posisi Anggoro adalah tersangka, “Masa saksi enggak boleh ditemui, bagaimana memeriksanya?”

Yang lucu adalah pernyataan Aryanto berikutnya, yang menyatakan bahwa kalopun status Anggoro adalah tersangka tetap saja Kabareskrim tidak melanggar kode etik, Baca lebih lanjut

Rani Juliani, Seleb Blog Terbaru

kuda-hijau

Rani Juliani, siapa yang ndak tau nama ini. Dalam beberapa hari terakhir nama ini begitu ngetop sejak kasus pembunuhan yang konon melibatkan ketua KPK menghiasi headline hampir semua surat kabar, baik versi cetak maupun situs berita online.

Saya pribadi ndak gitu tertarik dengan berita ini, kalo yang diberitakan di beberapa media itu benar sungguh konyol, konyol yang pertama mencintai angkot sampe merasa bahwa angkot itu adalah mobil pribadinya, konyol yang kedua adalah membuang 10 milyar (klaim pengacara korban soal biaya pembunuhan) untuk membunuh demi rebutan angkot. Semoga saja cerita sebenernya ndak seperti itu, terlalu sederhana dan terlalu bodoh.

Saya lebih tertarik dengan fenomena pengunjung blog yang konon punyanya si Rani Juliani, http://rani-juliani.blogspot.com/. Sejak berita ini mencuat blognya dibanjiri ribuan pengunjung. Bandingkan dengan blog saya yang untuk dapet seratusan pengunjung tiap hari saja susahnya minta ampun. *nyadar saya ini bukan seleb*

Dalam sisi otak saya yang paling konyol terlintas pikiran seperti ini, secara ndak sadar mbak Rani ini sudah melakukan strategi SEO yang paling ampuh, yakni melibatkan diri dalam perkara kriminal. :mrgreen: Strategi ini sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh salah satu politisi kita, Pak Hadi Djamal.

Tapi jangan ditiru ya sodara-sodara, mosok ya sampeyan mau menyusahkan diri sendiri hanya untuk jadi seleb blog. 😆

catatan: poto di atas bukan potonya Rani Juliani, sumpah!