(Bukan Review) Eiffel I’m in Love 2

Sampeyan sudah nonton Dilan 1990? Film penuh adegan absurd yang berhasil membuat banyak perempuan (dan juga laki-laki) keluar bioskop dengan senyum malu-malu. Saya nonton film itu. Walaupun berbeda dengan kebanyakan orang –mereka senang, saya sedih- namun saya tidak bisa bilang film itu jelek. Dilan adalah film yang romantisnya receh, ringan dikunyah, semacam oase di sela hidup sampeyan yang makin ruwet. Iya, hidup sampeyan, hidup saya sih… sama juga.

Dengan euforia kedilanan semacam itu, istri saya ngajak nonton film Indonesia lainnya, Eiffel I’m in Love 2. Saya liat trailernya waktu nonton Dilan, dialog semacam: “Nama gue Tita, bukan Tit!” sepertinya cukup menjanjikan. Another receh movie. Hidup sudah kebanyakan mikir, mosok nonton film juga nyari yang masih butuh mikir?

Film ini dibuka dengan foto-foto adegan dari Eiffel I’m in Love yang dirilis 12 lebaran yang lalu. Lengkap dengan soundtrack lawas gubahan Melly Guslaw yang walaupun sedikit diubah namun masih mampu membawa kenangan sampeyan ke masa itu. Jaman kreditan motor belum lunas, bayaran masih kecil, cicilan rumah sering nunggak. Dan juga kenangan saat Tita dan Adit, kedua tokoh utama film ini, masih belasan tahun dan sedang lucu-lucunya, tentu saja. Baca lebih lanjut

Iklan