Vosco Coffee, Malang

Jadi ceritanya di seberang Pasar Blimbing, Malang, tempat saya biasa beli bawang merah dan cabai keriting, di deretan ruko-ruko yang membuat Malang semakin jauh dari kesan kota sejuk nan hijau, berdiri sebuah cafe baru, namanya Vosco Coffee.

Sekilas yang saya lihat waktu lewat tempatnya nyaman, dan yang jelas selalu ramai kalo malem, parkirannya ndak cukup buat nampung mobil yang datang, meluber sampai ke jalan. Yang nongkrong di situ juga saya lihat sepintas agak mbois, seendak-endaknya ada beberapa mbak-mbak sekseh dengan hot pant lagi turun dari mobil waktu saya lewat.

Penasaran tho saya, bukan karena pengen liat mbak-mbak yang sekseh dengan hot pant dan tank top, walaupun ndak munafik kalo itu adalah bagian dari keindahan alam yang bisa membuat saya melamun jorok kemana-mana. Tapi hot pant dan tank top saja ndak selalu bisa menjadi keindahan kan? Ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa membuat hot pant memicu hasrat muntah yang tak biasa. *dan tulisan ini makin melantur ndak tentu arahnya*

Ok, balik lagi ke topik semula, walaupun buruh pabrik macem saya ini defaultnya memang harus puas dengan kopi ala Mbok Darmi yang harganya nyaris ndak pernah terpengaruh tingkat inflasi, tapi adakalanya saya juga pengen merasakan ngopi yang rada gaul, melihat orang-orang yang multitasking sedang memangku laptop, mencet-mencet blekberi di tangan kanan sambil mata melirik tablet android di sebelah kiri, dan masih bisa tertawa mendengar guyonan orang di depannya.

Makin penasaran karena beberapa kali lewat situ dan masih saja parkirannya penuh mobil. Sebuah tanda tanya besar bergoyang-goyang di kepala saya, memangnya kopi di situ seenak apa? Baca lebih lanjut