Kadang saya kasian liat bapak dan ibu guru yang kebetulan didapuk jadi bendahara BOS alias bantuan operasional sekolah. Lebih-lebih saat mereka wira-wiri ngurusi laporan pajek. Sampeyan bayangkan, seseorang yang ndak pernah dapet pendidikan khusus soal akuntansi dan pajek tiba-tiba harus mbikin laporan keuangan plus melototi aturan pajek yang di sekolahnya Gayus saja butuh waktu tiga tahun belajar.
Lebih parah lagi waktu mereka dapet pengarahan dari Dinas Pendidikan ternyata yang ngasih pengarahan juga aslinya ndak mudheng soal pajek, alhasil waktu ke kantor pajek laporannya masih harus direvisi lagi. Belum cukup, karena waktu dateng ke kantor pajek petugasnya hanya menerangkan sekilas akhirnya bulan depan saat mau laporan mereka harus belajar lagi, dan waktu pulang dari kantor pajek sudah lupa lagi.
Siklus yang selalu berulang setiap bulan. Mumet tho?
Sebenernya kalo diliat secara sederhana kewajiban perpajakan bendahara BOS itu cuma menyangkut dua hal :
-
Pada saat pembayaran gaji dan honor
-
Pada saat pembelian barang dan jasa
Monggo kita bahas lebih lanjut
Pembayaran Gaji dan Honor
Pajak yang terkait dengan pembayaran gaji dan honor adalah Pajak Penghasilan Pasal 21. Biar ndak bingung kita samakan dulu terminologi gaji dan honor. Menurut temen-temen di pabrik yang pernah belajar pajek
Gaji adalah pembayaran yang sifatnya tetap dan teratur, sedangkan honor adalah pembayaran yang sifatnya insidentil.
Untuk gaji ndak usah dibahas panjang lebar karena berdasarkan pengamatan di lapangan ndak ada gaji dari dana BOS yang terutang pajek, nilainya terlalu kecil.
Untuk pembayaran honor ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:
Tarif Pajak
-
Pegawai Negeri Sipil (PPh Final)
|
Golongan Pegawai |
Tarif |
|
Golongan II ke bawah |
0% |
|
Golongan III |
5% |
|
Golongan IV |
15% |
-
Selain Pegawai Negeri Sipil (PPh Tidak Final) mohon perhatian untuk pembayaran honor/jasa non pegawai dasar pengenaan pajaknya 50% dari jumlah pembayaran.
|
Punya NPWP/Tidak |
Tarif |
|
Ber-NPWP |
5% |
|
Tidak ber-NPWP |
6% |
Pembayaran
Pembayaran dilakukan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya dengan kode pembayaran pada Surat Setoran Pajak sebagai berikut :
|
Kode pembayaran PPh 21 honor PNS |
411121 – 402 |
|
Kode pembayaran PPh 21 honor selain PNS |
411121 – 100 |
Pelaporan
Pelaporan dilakukan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya dengan formulir SPT Masa PPh Pasal 21.
Teori cukup sampai di situ, nanti kalo kebanyakan malah ndak ada yang nyantol. ![]()
Jadi misalnya sampeyan adalah bendahara BOS dan sampeyan melakukan pembayaran gaji/honor, inilah yang harus sampeyan lakukan:
-
Membuat Bukti Potong PPh Pasal 21 dua rangkap (untuk arsip dan penerima honor)
-
Menyetor PPh Pasal 21 yang sudah dipotong
-
Melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21, yang terdiri dari :
- 1721 halaman 1
- 1721 halaman 2
- Daftar Bukti Potong PPh Pasal 21
- Surat Setoran Pajak
Biar ndak makin mumet kita langsung ke contoh kasus
Contoh Soal
Bendaharawan BOS SDN Kandang Menjangan pada bulan Januari 2011 melakukan pembayaran gaji dan honor sebagai berikut :
-
Membayar gaji 5 honorer masing-masing Rp 500.000
-
Membayar honor panitia pentas seni dengan perincian :
- Zaini, ber-NPWP, PNS golongan II Rp 100.000
- Cipto, ber-NPWP, PNS golongan III Rp 100.000
- Kasiman, ber-NPWP, PNS golongan IV Rp 100.000
- Dulmatin, penceramah, belum ber-NPWP, non PNS, Rp 300.000
Penghitungan PPh Pasal 21
-
Gaji 5 honorer @Rp 500.000 tidak terutang PPh Pasal 21 karena nilainya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak
-
Honor panitia :
- Zaini : 0% x Rp 100.000 = Rp 0 (PPh Final)
- Cipto : 5% x Rp 100.000 = Rp 5.000 (PPh Final)
- Kasiman : 15% x Rp 100.000 = Rp 15.000 (PPh Final)
- Dulmatin : 6% x 50% x Rp 300.000 = Rp 9.000 (PPh Non Final)
Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh bendahara BOS SDN Kandang Menjangan adalah sebagai berikut:
-
Membuat bukti potong untuk setiap penerima honor
Harus diingat bukti potong ada dua macem, bukti potong PPh Final untuk honor PNS dan bukti potong PPh Tidak Final untuk Non PNS
-
Menyetor PPh Pasal 21 ke bank/kantor pos
Surat Setoran Pajak juga harus dibedakan antara yang Final untuk honor PNS dan Tidak Final untuk honor Non PNS
-
Laporan ke kantor pajek
Untuk laporan ini bukti potong ndak usah disertakan, cukup dua lembar SPT Masa 1721, Surat Setoran Pajak, dan daftar bukti potong PPh Pasal 21.
Masih ada dua seri lagi buntut dari tulisan ini, masing-masing membahas Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan Pasal 23, semoga sedikit mengurangi kemumetan para Bendahara Biaya Operasional Sekolah. ![]()








Matur nuwun mas fiskus….. berharga banget meniko….
Waduh, saya buta huruf nek yang beginian ini, Mas. Saya tak mikir daftar belanjaan saja, deh
[...] PPh Pasal 21. Untuk melihat apa dan bagaimana kewajiban PPh Pasal 21 dilaksanakan monggo sampeyan baca tulisan saya sebelumnya. Sekarang kita lanjut ke pembahasan [...]
pernah mengalaminya mulanya ribet tapi setelah dijalani enjoy saja
sepertinya perlu pelatihan pajak ya,, biar yang diberi tanggungjawab jadi lebih ngerti…
Weleh-weleh, kaang kang. Beli obat pusing bikin laporan BOS disini kang http://www.siapbos.net.
[...] PPh Pasal 21. Untuk melihat apa dan bagaimana kewajiban PPh Pasal 21 dilaksanakan monggo sampeyan baca tulisan saya sebelumnya. Sekarang kita lanjut ke pembahasan [...]
[...] kemaren saya membahas soal PPh Pasal 21 dan Pajak Pertambahan Nilai, yang ini adalah seri terakhir dari tiga seri panduan laporan pajak [...]