Diskon 50% Tarif PPh Badan

Sepulang dari warung Mbok Darmi kemaren saya diajak mampir ke rumahnya Mbah Suto, ndak lama katanya, ada yang mau ditanyakan soal pajek. “Ini sudah agak mepet Le, SPT Tahunan PPh Badan kan paling lambat 30 April,” Kata beliau.

“Ini lho Le, kemaren aku ditelpon sama orang pajek, katanya tarif untuk PPh Badan tahun ini ndak sama kayak tahun kemaren. Trus untuk yang omsetnya dibawah 50 miliar ada diskon tarif. Bener tho?” Tanya Mbah Suto.

Saya harus sedikit memuter otak, inget-inget obrolan di pabrik kemaren sama orang-orang yang ngurusi pajek. “Kayaknya sih bener Mbah.” Jawab saya agak ragu-ragu.

“Kalo begitu itung-itungan pajekku ini gimana?” Tanya beliau sambil mengambil selembar kertas dengan tulisan angka-angka di atasnya.

Omset

:

48.000.000.000

Biaya

:

(45.000.000.000)

Penghasilan Kena Pajak

:

3.000.000.000

PPh Badan
10% X 50.000.000

:

5.000.000

15% X 50.000.000

:

7.500.000

30% X 2.900.000.000

:

870.000.000

Jumlah PPh Terutang

882.500.000

“Itu menurut undang-undang yang lama Mbah.” Kata saya.

“Kalo yang baru piye?” Tanya Mbah Suto.

Pajak Penghasilan Badan di Undang-undang No 36 Tahun 2008 alias undang-undang PPh yang baru menganut tarif tunggal, 28%, mungkin maksudnya biar lebih sederhana. Selain itu ada fasilitas diskon 50% dari tarif normal yang diatur dalam Pasal 31E undang-undang tersebut. Diskon itu berlaku untuk Wajib Pajak Badan yang omsetnya ndak lebih dari 50 miliar, yakni tarifnya cuma 14% dari bagian peredaran bruto sampe 4,8 miliar.

“Maksudnya piye tho Le? Bahasane kok mbulet wae.” Ujar Mbah Suto.

“Langsung contoh wae Mbah, biar ndak mumet. Misalnya pajek sampeyan yang tadi kita itung pake tarif baru.” Kata saya sambil nulis di kertas.

“Omset sampeyan di bawah 50 miliar, berarti sampeyan dapet fasilitas diskon juga.” Kata saya.

Dari itung-itungan di atas, jumlah Penghasilan Kena Pajak Mbah Suto yang dapet fasilitas tarif 14% adalah :

(4.800.000.000/48.000.000.000) X 3.000.000.000 = 300.000.000

“Jadi dari keuntungan sampeyan yang 3 miliar itu 300 jutanya cuma kena tarif 14% Mbah, sisanya baru kena tarif 28%,” Ujar saya.

Omset

:

48.000.000.000

Biaya

:

(45.000.000.000)

Penghasilan Kena Pajak

:

3.000.000.000

PPh Badan
14% X 300.000.000

:

42.000.000

28% X 2.700.000.000

:

756.000.000

Jumlah PPh Terutang

798.000.000

“Lumayan tho Mbah, mbayarnya lebih sedikit daripada tahun kemaren.” Kata saya.

“Kalo misalnya omsetku ndak lebih dari 4,8 miliar piye Le?” Tanya Mbah Suto lagi.

“Ya berarti semua keuntungan Sampeyan cuma kena tarif 14% Mbah.” Jawab saya.

“Opo omsetku tak ganti jadi 4,8 miliar wae yo…?”

“Oalah mbah mbah, mosok sampeyan mau niru-niru Bakrie!” Kata saya dalam hati.

Jiyan!

About these ads

15 comments on “Diskon 50% Tarif PPh Badan

  1. mawi wijna mengatakan:

    jiyan! mbah Suto sugih tenan! dodol opo isa nganti entuk duwid semono yo Kang?

  2. sugiman mengatakan:

    Dasar AR…(Arek Ruwet)

    hahaha….:))

  3. suwung mengatakan:

    makasih infonya ya bos
    jadi bisa buat spt nih

  4. hersu mengatakan:

    lha nek koyo aku mbayare piye yo? aku wis ora kerjo tp yo nduwe npwp…

  5. James mengatakan:

    mas stein
    aku arep takon ni…sing dimaksud OMSET iku opo???
    total kabeh penjualan opo total penjualan dikurangi karo harga pokok penjualan (HPP)..tulung dijawab..suwun yoo

  6. James mengatakan:

    mas stein
    aku arep takon meneh ni..tapi akeh ni pertanyaannya
    no.1 Laporan PPh badan misal PT.A untuk th 2009 udah dilapor tapi laporannya kliru kabeh, trus piye iki..carane ngoreksi?? opo aku bikin pembetulan atau dimenengke wae iku laporan ..
    no.2 Kalau pembetulan laporan apakah nantinya diperiksa laporan kita yg sudah2..
    no.3 Soal PPN kalau kita nyicil bisa ngaak??

    • mas stein mengatakan:

      nek gak salah ngene om:
      1. nggawe pembetulan wae om, mengko nek dimenengke wae trus sampe diperiksa sampeyan sing repot, pembetulan masih dimungkinkan sebelum dilakukan pemeriksaan.

      2. pemeriksaan biasanya dilakukan apabila SPT menyatakan lebih bayar, sing jelas ndak ono kriteria yang menyatakan pemeriksaan dilakukan karena ada pembetulan.

      3. nyicil PPN? ketoke ndak iso kuwi om. memang opo’o sampe nyicil?

      • James mengatakan:

        mas stein..takon maneh nii

        1. seumpama wis dibetulke..tapi ternyata laporan keuangannya masih rugi?? trus piye iku..kiro-kiro dipriksa nggak??..kalo dipriksa mending sing mrikso mas stein ..oke hehehe
        2.soal nyicil PPn…emang aku ora dhuwe duwit akeh..dadi isone cuman bayar cicil

  7. James mengatakan:

    mas stein..takon maneh nii

    1. seumpama wis dibetulke..tapi ternyata laporan keuangannya masih rugi?? trus piye iku..kiro-kiro dipriksa nggak??..kalo dipriksa mending sing mrikso mas stein ..oke hehehe
    2.soal nyicil PPn…emang aku ora dhuwe duwit akeh..dadi isone cuman bayar cicil
    Balas

    • mas stein mengatakan:

      kalo saya ndak salah prioritas pemeriksaan adalah SPT lebih bayar, baru SPT rugi. jadi kalo sampeyan cuma rugi berdoa saja banyak yang lebih bayar, biar nanti wong pajek ndak sempet meriksa punya sampeyan :mrgreen:

  8. akhdian oky mengatakan:

    Pajak…sip artikelnya mas

  9. [...] Le, aku mau nanya, diskon tarif Pajak Penghasilan untuk Wajib Pajak Badan yang seperti tahun lalu itu masih berlaku ndak?” Tanya beliau setelah cukup [...]

  10. pinus mengatakan:

    nice posting..matur nuwun om:-)

  11. reza mengatakan:

    Thanks loh info nya,,, :)

    lagi dicari bgt infony buat skripsi,,

    #stein:
    kalo mau info yang kumplit monggo dibuka http://ortax.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s