Gadis Manis Dalam Bis

Karena motor saya masih belum bisa dipake gara-gara kecelakaan kemaren maka terpaksa saya naik Mercedes Benz 55 seats alias bis Antar Kota Dalam Propinsi. Jangan dibayangkan bisnya senyaman busway, bayangkan kopaja versi gede.

Waktu saya naik di terminal saya sebenernya ngincer tempat duduk di sebelah kiri, karena perjalanan dari Malang ke Pasuruan arahnya ke utara, biar ndak kena matahari langsung. Tapi saya lihat semua tempat di sebelah kiri sudah terisi masing-masing satu penumpang.

Sempat tergoda untuk tetep ngambil tempat duduk di sebelah kiri, di samping seorang mbak-mbak yang manis, akhirnya saya ngambil tempat duduk di barisan kanan, masih banyak yang kosong, nyari yang lega.

Bodohnya saya yang nyaris ndak pernah naik bis ke pabrik, begitu bis keluar dari terminal langsung penumpang berjubel. Hilang sudah kenyamanan mengangkangi tiga kursi sendirian. Yang ada saya harus desak-desakan sama mbok-mbok di sebelah. Nyaris ndak ada ruang, di tengah pun penuh dengan penumpang yang berdiri.

Dalam keadaan seperti itu saya jadi menyesal, kenapa tadi ndak milih duduk di sebelah mbak yang manis.

Tapi kalo dipikir-pikir, ada beberapa hal di sini. Saya punya kesempatan memilih duduk di samping mbak yang manis, saya kurang pengetahuan tentang jumlah penumpang di jam berangkat mburuh, juga sebenarnya ada kemungkinan di kursi yang saya pilih akan duduk mbak yang lebih sekseh semlohay daripada mbak yang pertama, walaupun kenyataannya mbok-mbok kelebihan gajih yang dateng.

Memiliki pengetahuan biasanya membantu, tapi kadang benar atau salah baru kelihatan setelah pilihan dijatuhkan.

About these ads

14 comments on “Gadis Manis Dalam Bis

  1. Orang Aneh mengatakan:

    gak da pothonya ya??? :cry:
    salam damai dari Orang Aneh

  2. mawi wijna mengatakan:

    Dah baca ini di Ngerumpi, tapi tak komentarin juga ah. Lain kali kalau kursi kosong disamping mbak-mbak manis, sikat aja mas, hehehe.

  3. mas stein mengatakan:

    terinspirasi tulisan Dahlan Iskan tentang keputusan bisnis yang kadang bisa benar, bisa juga salah :)

  4. Vicky mengatakan:

    Saya sih punya kecenderungan milih duduk di samping wong ganteng, Mas. Siapa tau dapet rejeki gitu, hehehe..

    Tapi saya suka ogah duduk di sebelah cewek manis. Kasihan kalau dia sudah berusaha keras tampil manis, tiba-tiba segala upaya jadi gagal gara-gara tersaingi saya.. :-P

  5. nh18 mengatakan:

    Simpel aja mas stein …

    Iku wis nasib mas … !!!

    (hahahaha)
    (I like this story )

  6. adipati kademangan mengatakan:

    kalo sudah duduk ya terima nasibmu.

  7. Eka Situmorang - Sir mengatakan:

    Mas’e inget yang di rumah…
    ingeeeet dulu ! ;) cari pemandangan terus hehhehehe

    *njawab imel yg di milist di sini aja :
    kabar saya baek mas’e ;) salam buat ibunya mas Bara yah :)
    Semoga selalu diberi kemudahan, kesehatan dan keselamatan. Amin ^_^

  8. Teungku As'arie mengatakan:

    wajib sabuk pengaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s