16 Juli 2009

Entah apa yang dulu ada di pikiran bapak dan simbok saya waktu saya lahir. Di kampung terpencil yang ndak punya jalan, empat sisi kampung saya dibatasi kali yang waktu itu belum ada jembatannya. Saya yakin harapan jadi yang terbaik tapi entah wujud nyata apa yang diharapkan terjadi pada saya.

Dengan penghasilan yang ndak seberapa dari bayaran sebagai pak guru dan hasil panenan 3 petak sawah mungkin orang tua saya juga ndak mengharapkan yang muluk-muluk.

Satu hal yang pasti, saya diharapkan jadi orang yang ndak melenceng dari ajaran agama. Dari kecil bapak saya sendiri yang ngajar saya ngaji di mushola kecil dekat rumah, kegiatan rutin setiap habis sholat maghrib. Setelah itu saya dan temen-temen main di depan mushola, betengan atau dhelikan, permainan ala kampung. Ndak ada yang terburu-buru pulang untuk nonton sinetron karena waktu itu kampung saya belum ada listrik.

Bapak dan simbok saya walaupun orang kampung tapi sangat memperhatikan pendidikan. Buktinya waktu SD kelas 3 saya dipindah ke SD yang konon katanya terbaik di kecamatan saya, setelah 2 tahun pertama saya sekolah di SD ndeso tempat semua anak di kampung saya sekolah.

Pun waktu SMP waktu temen-temen saya sudah pada petentang petenteng bawa motor bapak saya cuma bilang, “kalo kamu minta motor ndak papa, tapi ndak usah sekolah wong duitnya sudah dipake beli motor. Bapak ndak punya harta, cuma ilmu yang bisa bapak wariskan.”

Waktu SMA saya mulai merantau, 4 bulan pertama sering nangis karena masih mbok-mboken, home sick kata orang kulon. Ndak sekedar belajar pelajaran sekolah, tapi belajar tentang hidup dan kehidupan. *Halah!*

Bangga tenan bapak sama simbok saya waktu saya diterima di perguruan tinggi kaum dhuafa kedinasan, soale di kecamatan saya waktu itu ya cuma saya yang keterima. Lebih-lebih saya berangkat ujian dengan status underdog karena masa-masa SMA saya yang jauh dari membanggakan. Kebanggaan yang harus ditebus ibu saya dengan deg-degan tiap akhir semester karena takut saya Drop Out.

Lulus dari Jakarta Tangerang saya mulai mburuh di pabrik, lebih dari 1,5 tahun di Pasuruan setelah sebelumnya 5 tahun mburuh di Probolinggo.

Malam ini saya mencoba merenungkan yang sudah saya lakukan, yang sudah saya dapat, samar-samar terlintas yang ingin saya gapai.

Apakah bapak dan simbok saya sudah melihat yang mereka harapkan waktu saya lahir pada diri saya sekarang? Apakah saya sudah jadi “orang”? Apakah saya sudah jadi suami yang baik, bapak yang baik? Apakah saya sudah jujur pada diri sendiri?

Malah jadi terlalu banyak “apakah”. Mungkin sebaiknya saya ndak usah nganggap malam ini istimewa, sama saja seperti malam-malam lainnya, malam yang saya habiskan dengan mendengkur sambil berharap besok saya masih berjumpa pagi. Mengulang momen-momen istighfar dan hamdallah.

Malam ini satu lagi penanda umur saya lewati.

About these ads

48 comments on “16 Juli 2009

  1. Mas Adien mengatakan:

    ngaturaken sugeng tambah yuswa dimas…barokalloh..mugi2 tansah pinaringan kasarasan lan kasembadan sedaya ingkang dipun kersaaken…

  2. racheedus mengatakan:

    Selamat ulang tahun, Mbah Stein. Moga panjang umur dan diberkati Sang Maha Kudus.

  3. arman mengatakan:

    happy birthday ya!!
    wish you all the best! :)

  4. christin mengatakan:

    sugeng tambah yuswa, mas stein. yang penting niat dan usahanya untuk bisa membahagiakan orang-orang di sekitar sampeyan, sisanya diatur ama Yang Kuasa :D

    btw, adek saya juga lulusan situ, sekarang lagi prajab hehehe jadi inget selalu ikut deg2an tiap semester takut DO

  5. warm mengatakan:

    orangtua saya juga guru, mas
    tapi ndak punya sawah :)
    dan petuah bapak sampeyan itu persis dengan kata-kata abah saya, cuma ilmu warisannya, bukan harta …

    dan..
    met ultah, mas
    smoga selalu yang terbaik dilimpahkan-Nya buat sampeyan beserta keluarga..

  6. adipati kademangan mengatakan:

    Selamat bertambah tua, semoga semakin bertambah pula kebijaksanaan dan kedewasaannya. Ooo sekarang sudah jadi “orang” toh, jadi sebelum ini jadi apa mas ? pitik ? *nyungsep sebelum dilempar panci*

  7. Vicky Laurentina mengatakan:

    Kenapa setiap kali berulangtahun orang selalu sibuk bertanya-tanya? Mbok kali ini nanyanya libur dulu. Shut up and enjoy the cake!

    Selamat ulang tahun, Mas Stein!

  8. egah mengatakan:

    wah mas wingi ndisiki aku sori…ternyata hari iki baru ultah,gara2 english-ku elek nang fb disebutkan ultah sampeyan thursday,sak ilingku thursday iku rebo ternyata setelah ngecek thursday iku kemis hehehehe.. :D

    met ultah om stein :D

  9. mbelgedez mengatakan:

    .
    Selamat Ulang Taon, boss…

    Semoga tulisan sayah kemaren bisa menjadi kado inspiratif buat situh melangkah kedepan…

  10. mawi wijna mengatakan:

    Apalagi? Mas Stein?

    (jadi inget postingan saya yang ituh)

  11. masibud mengatakan:

    Jatah hidup semakin berkurang seiring dengan berlalunya waktu. ber muhasabah adalah hal terbaik untuk bisa mengukur pencapaian dan evaluasi diri. Tolok ukurnya tetap FirmanNya dan Sabda RasulNya.

    Selamat berulang tahun.

  12. bayu200687 mengatakan:

    lha? STAN juga Om?
    salam kenal y [kemarin udah belum ya?]
    betengan bukannya yg kaya main kerajaan gitu? jaga benteng?
    masa kecil yg hampir mirip dengan saya….

    http://rumahdanmimpi.blogspot.com/

  13. Chic mengatakan:

    weits… selamat tambah tuwa loh maaaas :D

  14. mang kumlod mengatakan:

    selamat ulang taun mas stein, semoga semakin menjdi “orang” :D

  15. sugiman mengatakan:

    selamat bro, semoga tercapai apa yg kau inginkan, terjawab apa yang kau pertanyakan…

  16. renungan yang mungkin dilupakan orang…. padahal berguna untuk membangun hari esok….
    info yang bagus sekali….trim’s

  17. ireng_ajah mengatakan:

    Selamet ulang tahun mas.. Moga Allah selalu memberikan kemudahan untuk segala urusan dunia dan akhirat kelak (dan keluarga). Aminn..

  18. yensye mengatakan:

    mat ulang tahun mas a.. eh stein….
    kadonya ini aja ya…
    nge bookmark blog ini firefox-ku
    qqqqq

    hehehhehe
    tulisannya sederhana tapi bagus
    suka sayah…

  19. KangBoed mengatakan:

    HMM..
    SEMOGA MENJADI AWAL PERJALANAN MENCARI HIDUP SEBENAR BENAR HIDUP.. DUKUUUUUUUNG
    SALAM SAYANG

  20. kucrit mengatakan:

    selamat ulang tahun mas.. .. gak selametan kang?

  21. -=«GoenRock®»=- mengatakan:

    Walah, sama seperti yang diucapken Bapak saya pas SMP: “kamu boleh punya motor, tapi nanti ndak usah sekolah yaaa, soalnya duitnya yang buat mbayar sekolah udah buat beli motor” :lol:

    Akhirnya saya punya motor ya baru pas kuliah :D

    Sugeng tanggap warsa ya maaas :D

  22. elqoyyim mengatakan:

    Sugeng tanggap warsa Cak.
    Mugi tansah binerkahan, kaparingan panjang yuswa, lan rejeki ingkang murwat.
    Dadi eling biyen ak sak durunge mangkat sekulah neng “sekulah urip sing asramane dhuwur tenan” iku didhawuhi Bapak ngene: “Le, Bpk usaha nyekolahke awakmu nengkono, tp ojo dipadakne konco2mu yo. Bpk ga iso ngirimi bulanan koyo Bapake konco2mu. Iki kabeh mung nggo sangu uripmu mbesok”.
    Jadi apapun sekarang, yg jelas perjalanan itu tak sia2 Cak.
    Ayo kpn2 “nginguk” mrono yuk? Wis suwe tenan ak ra rono..

  23. samsul arifin mengatakan:

    selamat ulang tahuuuunnn!!
    semoga umur njenengan bermanfaat mas. aku yakin, njenengan sudah bisa jadi “orang”, jadi suami yang baik, jadi anak yang baik nan soleh, dan jadi ayah yang baik. hanya saja, aku yakin njenengan bisa lebih baik dari hari ini ke depannya.

  24. hawe69 mengatakan:

    ahhhhh… Cancer lagi cancer lagi..
    kenapa saya selalu tertarik dengan pria berbintang Cancer yah.. hahhahaa *digorok istri mas stein*

    kutukan 69 nih! (69=lambang bintang cancer)

    • si-69 mengatakan:

      eh, lupa..
      hepi biday yah Mas..
      semoga cepat insaf dan berkelakuan sesuai umur..
      hauauauaua

      btw, domain Mas jadi agak lama nih karena ada aplikasi
      Rate this itu kali… jempol atas jempol bawah tuh..

  25. Eka Situmorang-Sir mengatakan:

    Mas’eeeee Selamat Ulang Tanggal :)
    Semoga tetap sehat biar kuat mburuh :p lalu tetap dermawan (biar ditraktir terus :P hehhehe)
    terlebih lagi semoga keluarga mas Stein rukun, langgeng bersama mas’Bara dan calon adik nanti.

    Tuhan Berkati :)

  26. Ade mengatakan:

    Selamat ulang tahun ya Mas!
    Semoga.. Semoga.. dan Semoga terus *hehehe opo tho yo..*

    Saya malah ga diterima tuh mas di sekolah kedinasan ituh.. padahal dah jauh2 dateng dari Padang numpak bis *coba bayangkan dulu ya*

    He, kok malah curcol :mrgreen:

  27. […] 16 Juli 2009 Entah apa yang dulu ada di pikiran bapak dan simbok saya waktu saya lahir. Di kampung terpencil yang ndak punya jalan, empat sisi kampung saya dibatasi kali yang waktu itu belum ada jembatannya. Saya yakin harapan jadi yang terbaik tapi entah wujud nyata apa yang diharapkan terjadi pada saya. Dengan penghasilan yang ndak seberapa dari bayaran […] […]

  28. marshmallow mengatakan:

    terlambat. *sigh*

    tapi tidak ada kata terlambat untuk sebuah doa, semoga usia yang baru ini berkah, memberikan kebaikan bagi kehidupan mastein ke depan dan seterusnya. amin.

  29. asri mengatakan:

    owalaaa, milad tho mas…
    :p

    met milad mas,

    semoga diberikan yg terbaik selama kehidupannya :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s