Sertifikasi Guru Agama Bermasalah Part II

Waktu saya mbikin tulisan soal tunjangan gratifikasi sertipikasi bapak saya yang ndak cair-cair itu saya sempet minta tolong sama pak mbel, yang jamaah sesat pembacanya lumayan banyak, dan kemampuan menulis novel porno artikelnya sangat menggelikan (maksud saya kita bisa mbaca sambil ketawa dengan tetap menangkap pesan yang disampekan) untuk ikut menyampaikan keluhan saya. Siapa tau dengan jangkauan yang lebih luas beliau bisa ikut njawil-njawil pejabat yang berwenang. Saya ndak tau apa beliau percaya sama apa yang saya tulis, atau jangan-jangan malah ndak kepikiran blass. Hehe, whatever lah…

Lha ini tadi ndelalah pas saya mbrowsing-mbrowsing situs-situs bokep berita, ternyata ada koran nasional yang juga membahas macetnya tunjangan sertipikasi guru agama. Koran yang pertama saya baca adalah kompas, koran ini memberitakan soal tuntutan guru-guru agama ber-NIP kepala 13 (artinya guru yang secara struktural berada di bawah Diknas) agar pemerintah segera mencairkan tunjangan sertipikasi yang memang sudah menjadi hak mereka, kalo masih macet juga mereka ngancem mo lapor ke pak hansip KPK. Dalam hati saya bersorak bersukur, bukannya apa-apa, saya lega karena beliau-beliau ini sadar akan hak mereka dan gak sekedar nerimo ing pandum. Klo memang ada yang bener harus dibenerin, yang macet dilancarin, yang mempersulit dihancurin, klo Depag rada tuli ya harus diteriakin.

Koran kedua yang juga nulis soal sertifikasi guru adalah Suara Merdeka, harian ini mengutip Kepala Bidang Mapenda Kanwil Depag Jawa Tengah (Jateng), Drs H Khaeruddin MA yang mengatakan bahwa tunjangan sertifikasi guru agama memang belum bisa cair karena harus menunggu Peraturan Presiden yang sampe sekarang belum ditandatangani. Klo menurut saya ini ucapan basi, sekedar obral janji thok, persis seperti yang akan dilakukan para caleg dalam waktu dekat ini. Lha coba sampeyan perhatikan, beliau bahkan ndak nyebut draft Perpres ini udah dibikin ato belom, kalo udah dibikin draftnya udah nyampe meja presiden ato belom, ato mungkin baru di menteri, saya curiga malah beliau ini baru kepikiran untuk njawab tuntutan para guru dengan jawaban “Perpresnya lho belum ditandatangan…”

About these ads

One comment on “Sertifikasi Guru Agama Bermasalah Part II

  1. mbelgedez mengatakan:

    .
    sayah waktu ituh lagi nyoba selusuri apa beda dari keduanya, karena ndak mungkin sayah langsung posting tanpa tau duduk persoalannya.
    Namun masa survey dan riset ( halah ) belom kelar, udah ada pemberitaan tentang ituh…

    Menurut sayah, berita ituh harus terus di blow up agar gaungnya tetep kedengeran…

    mas stein:
    ini salah satu yang masih harus saya pelajari dari sampeyan pak mbel, artikelnya ditulis setelah survey, riset dan pemikiran yang mendalam, jadi ndak terasa cetek dan ndak mutu kayak tulisan saya.

    btw makasih sudah mau mampir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s