Rasa Adalah Pilihan

“Kang, kalo punya istri kayak gini mungkin kita di rumah bakal sarungan terus ya? Ndak sempet pake celana.” Kata kang Noyo sambil mengangsurkan gambar di sebuah majalah dewasa. Perempuan semlohai dengan tonjolan yang mantap di tempat-tempat yang tepat, kalo istilah saya, mengilerkan.

Kata saya, “Mungkin Kang, tapi mungkin juga ndak. Kayaknya sih kalo beneran ini mbak-mbak sekseh kawin sama sampeyan, rasanya ya sama saja. Gambarnya menggoda, karena statusnya bukan milik sampeyan.”

“Mosok sih?”

Saya bilang, “Mungkin.”

Kata simbah saya hidup itu sawang sinawang, masing-masing ngiler dengan yang dimiliki orang lain. (lagi…)

Diterbitkan di: on November 6, 2009 at 10:39 Komentar (7)
Tags: , , ,

ATM Hacker, Rahasia Lima Hacker

Sudah agak lama saya dapet imel ini, ingin minta pendapat sampeyan-sampeyan yang mungkin lebih senior dibanding saya dalam jagad tipu menipu internet. Judulnya manteb, Rahasia 5 Hacker. Satu hacker saja sudah manteb, apalagi ini lima! :lol:

Konon katanya imel ini berisi ilmu rahasia yang diperoleh dengan ilmu lelaku dan tirakat tingkat tinggi oleh LIHAPENEM (baca: lima hacker penyebar email). Biar lebih jelas mari kita baca dan pelajari sama-sama. Pelan-pelan saja mbacanya, ingat, ini konon katanya ilmu tingkat tinggi.

AWAS HATI-HATI DENGAN BISNIS ONLINE YANG DITAWARKAN

KARENA HANYA AKAN MENGUNTUNGKAN WEB MASTERNYA DAN ANDA AKAN MENYESAL DI BELAKANG HARI

Sepertinya lima hacker ini orang baik, buktinya ngasih peringatan untuk berhati-hati. Peringatan seperti ini mirip-mirip dengan artikel di blognya mas preaxz yang mengingatkan agar berhati-hati terhadap Joko Susilo dengan Formula Bisnis-nya. (lagi…)

Diterbitkan di: on November 4, 2009 at 12:22 Komentar (13)
Tags: ,

Black Clouds & Silver Linings

black clouds

Kemaren saya ditanya sama seorang kawan, “Seberapa suka sampeyan sama Black Clouds & Silver Linings?”

Saya bilang, “Opo kuwi? Ndak pernah denger.”

Kata temen saya, “Lha, katanya suka Dream Theater, itu album 2009!”

Wogh! Bener-bener memalukan (lagi…)

Diterbitkan di: on November 3, 2009 at 15:51 Komentar (8)
Tags: , ,

Paké, Mbok Santai Dulu…

Walaupun sebagai anak saya ini termasuk ndableg tapi kadang saya memperhatikan juga jejak-jejak perjuangan orang tua. Jejak opo? Misalnya slip gaji yang menyebutkan take home pay-nya tinggal 50 ribu rupiah, kepotong utang sana sini. Slip angsuran ke BRI kecamatan A, BRI kecamatan B, BKK (Bank Perkreditan Kecamatan), Koperasi. Hidup jangan dihitung ala matematika kata bapak saya, kalo dihitung dengan cara matematika maka kami bertiga anak-anaknya ndak akan ada yang kuliah.

The power of kepepet telah menjadikan bapak dan ibu saya orang tua yang tangguh. Sadar bahwa bayaran sebagai guru dan hasil dua petak sawah ndak cukup untuk biaya sekolah anak-anaknya, orang tua saya pun mencoba beternak, mulai dari kambing, bebek, ayam petelur, ayam pedaging, ayam kampung, sapi, semua yang bisa nambah penghasilan. Toh itu pun ndak cukup, utanglah pelariannya. Gali lubang tutup lubang sudah biasa. (lagi…)

Diterbitkan di: on at 09:13 Komentar (18)
Tags: ,

Tentang Masalah

Perhatian : tulisan ini sudah nangkring duluan di ngerumpi[dot]com, merupakan pencerahan yang saya dapet dari Om Suwung.

panjarOrang hidup tidak akan pernah lepas dari masalah, besar atau kecil, berat maupun ringan. Masalah orang hidup baru akan berhenti saat meninggal, tapi itupun bukan berarti masalah selesai, hanya berganti judul saja menjadi masalah orang mati.

Mengeluh itu manusiawi, yang bisa diterjemahkan secara terbalik kalau sampeyan ndak pernah ngeluh berarti sampeyan bukan manusia. Bolehkah mengeluh saat ada masalah? Tentu boleh, selama keluhannya tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. *halah!* :lol:

Masalah selalu memiliki dua aspek, rasa dan fakta. Fakta harus dihadapi dengan logika, tapi logika sering macet saat hati masih gundah oleh rasa. Untuk itulah kadang mengeluh itu perlu, menangis pun wajar, agar perasaan tersalur. Tentu jangan kebablasan, mengeluhlah sewajarnya lalu biarkan logika berkuasa. (lagi…)

Diterbitkan di: on November 2, 2009 at 14:33 Komentar (16)
Tags: , , , ,

Mencari Miyabi

miyabi googletrendBerawal dari info seorang penghuni ngerumpi[dot]com, tentang pencarian dengan keyword miyabi aka maria ozawa di rumah paklik gugel. Hasilnya Indonesia menduduki peringkat pertama dengan Yogyakarta sebagai kota dengan pemburu Miyabi terbanyak. :lol:

Hebatnya lagi dari 7 kota yang disebutkan, Indonesia menempatkan 4 kota. Mantab! Yuk nyari Miyabi lagi juragan… :mrgreen:

Diterbitkan di: on at 10:59 Komentar (6)
Tags: , ,

Sebuah Cerita Dari Blora

Di akhir tahun 80-an ada cerita dari sebuah kampung kecil di pelosok Blora, Jawa Tengah. Sepintas ndak ada yang istimewa dari kampung ini, hanya sebuah kampung kecil yang terdiri dari 67 rumah dengan pekerjaan penduduknya sebagian besar petani. Kampung ini terisolir, ndak ada jalan akses keluar kecuali jalan setapak di pematang sawah. Memang kampung terdekat hanya berjarak sekitar satu kilometer, tapi itupun harus menyeberangi sungai yang di musim hujan nyaris mustahil dilewati, dengan sisi terjal bersudut 45 derajad yang (lagi-lagi) juga hanya terdapat jalan setapak.

Di kampung itu hanya ada beberapa warga yang punya pesawat televisi, hitam putih tentunya. Jadi sudah jamak apabila tetangga berkumpul untuk menonton, sambil ngerumpi tanpa dotcom. Sudah biasa juga saat lagi asik-asiknya nonton pertandingan Mike Tyson tiba-tiba gambar di tipi mengecil dan semua yang ada di situ berlarian pindah ke tetangga lain yang punya tipi. Maklum belum ada listrik. Gambar di tipi mengecil adalah pertanda bahwa sudah waktunya aki distroom selama beberapa hari di kota kecamatan.

Ada seorang warga yang punya mimpi, alangkah enaknya kalau punya listrik. Berharap program listrik masuk desa? Mungkin butuh waktu bertahun-tahun lagi, mungkin pemerintah juga ndak mau melirik karena ndak ada akses jalan ke sana. Untuk membangun jalan pun mungkin pemerintah juga males karena nyaris ndak ada potensi ekonominya. (lagi…)

Diterbitkan di: on Oktober 30, 2009 at 23:32 Komentar (24)
Tags: , ,

Tips Menulis

menulisMeskipun saya termasuk penulis pemula, ijinkan saya membagi sedikit tips menulis.

Buat saya menulis itu gampang-gampang susah. Kadang kalo lagi lancar banyak ide bermunculan begitu saja di kepala, menusuk melalui sela-sela rambut, mengering, dan rontok berjatuhan. *halah!*

Sekarang yang serius, ide bisa muncul dari mana saja, bisa sesuatu yang terjadi secara nyata di sekitar kita, bisa juga suatu pikiran yang sekonyong-konyong koder muncul dari negeri antah berantah. Yang sering membuat ide terbuang sia-sia adalah sampeyan percaya bahwa ide itu begitu kuatnya sehingga yakin ndak akan lupa, beberapa jam berlalu dan hilanglah ide itu, yang tersisa hanya pikiran, “Kayaknya tadi pengen nulis sesuatu, apa ya…?”

Tips pertama, selalu catat ide yang muncul walaupun ide belum tentu selalu jadi tulisan. Saya biasa mencatat di buku, atau kalau lagi ndak bawa buku kadang saya catat di draft sms henpon. (lagi…)

Diterbitkan di: on Oktober 28, 2009 at 16:40 Komentar (14)
Tags: ,

Cinta Selalu Bersyarat

love

Cinta sejati adalah cinta tak bersyarat, saat di mana sampeyan bisa menerima pasangan apa adanya. Kalo orang kulon kali sana bilang, “You don’t have to change a hair“.

*maap kalo salah mengutip, boso linggis saya memang memprihatinkan*

Mohon maap untuk para true love believers yang semacam itu, saya termasuk yang percaya bahwa cinta selalu bersyarat. Bagaimana mungkin dua kepala, dua cara pandang, dua pengalaman, disatukan tanpa adanya benturan dalam proses pencarian bentuk yang mengakomodasi kedua belah pihak. Cinta dalam tataran tertinggi pun masih berembel-embel surga, neraka, atau (lagi…)

Diterbitkan di: on Oktober 26, 2009 at 14:50 Komentar (8)
Tags: ,

Kita Mau Kemana tho Pak?

Suatu siang di seberang alun-alun Kota Malang, sebuah taksi menepi, seorang bapak setengah baya melangkah masuk, “Jalan pak, ke arah Blimbing.”

Sopir taksi agak bingung tapi nurut saja, taksi bergerak ke arah Blimbing. Menjelang lampu merah pertigaan Blimbing si bapak penumpang memberi instruksi lagi, “Pertigaan lurus saja pak.”

Lampu hijau, taksi bergerak perlahan. Setelah lewat BCA instruksi diberikan lagi, “Gang depan belok kiri ya pak.”

Lampu sein menyala, taksi berbelok menyusuri Jalan Piranha Atas. Si bapak ngomong lagi, “Itu sebelum SD belok kiri pak.”

Sopir taksi mulai mumet, tapi masih ndak ngomong apa-apa. Beberapa instruksi lagi diberikan sampai akhirnya si bapak meminta taksi menepi, di dekat gerobak Es Doger Borobudur. Penumpang turun sambil ngomong, “Es di sini enak lho pak, kalo saya lagi berkunjung ke Malang pasti ndak lupa beli es di sini.”

Sopir taksi membalas, “Lain kali sampeyan cukup bilang mau ke Borobudur Pak, biar ndak muter-muter. Saya juga tau jalan kok…”

********************

Sebagai buruh saya kadang mendapat perintah sepotong-potong, saat semua selesai saya mbatin, “Kalo saja boss ngasih tau tujuannya dari awal mungkin saya bisa membantu menentukan langkah apa yang harus saya lakukan.”

Diterbitkan di: on Oktober 24, 2009 at 20:20 Komentar (9)
Tags: ,