Delizioso Breakfast Cafe

Santai, kesan yang pertama kali saya dapet waktu datang ke tempat ini, segala sesuatunya berjalan lambat. Saya nyaris merasa diharuskan duduk santai berlama-lama menikmati suasana, bahkan kalo ndak ada suara kendaraan bermotor yang lalu-lalang di depan, mungkin sampeyan merasa sedang nongkrong di warung antah berantah nun jauh di lereng gunung sana. Dan ini sudah sesuai dengan namanya, beginilah seharusnya cafe, walaupun cafe ini lain daripada yang lain, cafe spesialis sarapan, Delizioso Breakfast Cafe.

Ini kali kedua saya datang di cafe yang terletak di Jl Pulosari, Malang, berjarak satu rumah dari Masjid Miftahul Huda. Setelah minggu kemaren saya makan Chicken Cashew alias Ayam Mente, sekarang saya pesen Kung Pao Chicken, maklumlah perut saya ini perut jawa sejati, makan bukanlah makan kalo tanpa nasi.

Rasanya? Lanjut membaca

Lima Tahun, Lima Bulan, dan Tujuh Hari

Ada sebuah ungkapan di pabrik tempat saya mburuh

Mutasi adalah sebuah keniscayaan. Semua pasti akan pindah, hanya yang kuat yang bertahan, dan yang paling kuat akan bertahan paling lama.

Saya percaya bahwa sebuah ungkapan ndak akan muncul tiba-tiba, kalopun ndak ada teori-teori canggih di belakangnya minimal ungkapan itu sudah didasarkan pada ilmu titen, ndak sukur njeplak serta waton muni seperti pemilik blog ini. Tapi kalo sampeyan ndak percaya juga ndak papa, ndak haram, ndak bakal seharam cara beristrinya Eyang Subur atau hubungan Fathonah dengan Vitalia Sesha yang cantik nan semlohay serta mengilerkan itu.

Vitalia Sesha, mengilerkan tho...

Vitalia Sesha, mengilerkan tho…

Konon di jaman dahulu kala, bukan jaman Majapahit, sampeyan jangan membayangkan sekuno itu, apalagi jamannya pitecantropus erectus, ndak sejadul itu. Lanjut membaca

Istri Lapor SPT Sendiri, Bagaimana Caranya?

Musim SPT Tahunan PPh Orang Pribadi memang sudah berakhir pada tanggal 31 Maret 2013, tapi ternyata pertanyaan tentang cara pengisian SPT Tahunan tersebut belum berhenti. Kemaren sore di warung Mbok Darmi yang sudah lama ndak saya kunjungi ada Kang Noyo, dengan kertas dan pulpen di tangan, memasang muka bingung, yang membuat saya bingung.

Bukan muka bingungnya yang membuat saya bingung, tapi auranya, saya terheran-heran ada orang yang walaupun mukanya bingung tapi aura kemakinya tetep ndak ilang. Biar bingung asal sombong, sunggguh prinsip hidup yang membingungkan, konsisten, tapi tetep saja membingungkan.

“Ono opo tho Kang?” Tanya saya, dengan nada rendah tentunya.

“Susah ini Le, kamu juga ndak bakal ngerti.” Cetus Kang Noyo, dengan nada kemaki pastinya.

“Ini soal PPh terutang yang diitung secara proporsional karena istri mau melaksanakan kewajiban perpajakannya sendiri. Paham ora?” Hawa kemaki makin sangit tercium.

Oalah, jadi ceritanya istri Kang Noyo itu punya NPWP dan mau laporan pajak sendiri, ndak masuk SPT-nya Kang Noyo. Kebetulan istrinya Kang Noyo itu punya usaha toko kelontong yang lumayan berhasil. Kang Noyo sudah konsultasi sama AR di KPP Pasuruan, katanya si istri harus melaporkan SPT dengan metode penghitungan PPh secara proporsional.

Makhluk opo itu? Penghitungan PPh secara proporsional? Lanjut membaca

Billing System, Bayar Pajak via ATM dan Internet Banking

Jaman sekarang ini konon banyak manusia yang hidup di dua alam, alam nyata dan alam ghoib maya. Sebagian waktu mungkin sampeyan habiskan untuk nongkrong di poskamling atau warung Mbok Darmi, tapi sebagian waktu yang lain bisa jadi sampeyan habiskan untuk nggedabrus di dunia antah berantah, entah itu dalam wujud update status facebook, ngoceh di twitter, atau mungkin nggambleh di forum-forum semacam kaskus dan kawan-kawannya.

Salah satu konsekuensinya, setiap organisasi atau entitas yang berorientasi pada pelayanan publik, baik yang mengharap laba maupun nirlaba harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Menyesuaikan diri atau mati. *bahasanya ketinggian, saya tahu*

Salah satu yang bisa sampeyan lihat adalah metode pembayaran. Jaman saya sekolah dulu antrian di loket Koperasi Unit Desa setiap menjelang tanggal 20 adalah pemandangan lumrah.

Ngapain?

Mbayar listrik, atau bahasa kerennya membayar tagihan PLN. Belum ada istilah membayar tagihan PLN pasca bayar karena jaman itu memang belum ada listrik pra bayar.

Memangnya sekarang sudah ndak ada antrian?

Lha mbuh, mungkin masih ada, tapi bagi sebagian orang sudah ada pilihan yang lebih nyaman untuk mbayar listrik, juga untuk mbayar tagihan-tagihan yang lain, dari mulai mbayar PDAM sampai mbayar zakat, semua bisa dilakukan tanpa antri dan ndak perlu pindah-pindah loket. Paling ndak ada tiga pilihan cara, lewat ATM, sms banking dan internet banking.

Di warung sebelah senior saya Esdoger sudah ngasih tau gimana cara mbayar pajak dengan cara “biasa”, sekarang saya mau ngasih tau gimana mbayar pajak dengan cara yang “luar biasa”. Lanjut membaca

Penomoran Faktur Pajak Baru, Apa Yang Harus Saya Lakukan?

Berita di berbagai media baik cetak, elektronik, termasuk juga media online beberapa hari terakhir ini agak monoton, kalo ndak soal Raffi Ahmad ya Ahmad Fathanah. Lama-lama membosankan, sedangkan yang saya tunggu-tunggu gambar utuh dan jujurnya Maharani yang menyediakan jasa dengan tarif lima juta per jam malah ndak muncul-muncul.

Dan di sinilah saya, di pojokan warung Mbok Darmi, menyesap kopi pelan-pelan sambil menikmati aroma dari asap putih tipis yang menggantung di udara. Sedang berpikir bahwa jasa escort bukanlah termasuk jasa yang dikecualikan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai, kalo dalam sehari pengusaha jasa semacam Maharani mendapat dua konsumen saja, masing-masing dua jam, berarti omset sehari 20 juta. Misalnya sebulan terdapat 20 hari kerja berarti omset sebulan 400 juta, setahun 4,8 milyar, jauh melebihi batasan minimal untuk ditetapkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

Eh, tapi omset 4,8 milyar berarti dia ndak boleh pake norma penghitungan netto, jadi pembukuannya harus tertib. Kalo dia bukan mahasiswa akuntansi mungkin jadi agak mumet juga, kasihan. Atau dia terpaksa mempekerjakan seseorang untuk mencatat semua penghasilan dan pengeluarannya?

Trus kalo misalnya dia membuat faktur pajak untuk setiap transaksinya, apakah faktur itu bisa dikreditkan dalam laporan PPN? Kira-kira jasa yang dia berikan terkait langsung dengan kegiatan usaha yang dilakukan konsumennya ndak? Mungkin masuk dalam biaya entertainment? Berarti piye kuwi perlakuan perpajakannya? Lanjut membaca

Laporan Pajak SBY Tidak Benar, Lengkap, dan Jelas?

The Jakarta Post, dalam headline hari Rabu tanggal 30 Januari 2013 menulis berita tentang laporan pajak Presiden SBY beserta dua anaknya, Mayor Agus Harimurti, dan Edhie Baskoro dengan judul First family tax returns raises flags. Beritanya kurang lebih seperti ini :

An old phrase says nothing in life is certain but death and taxes. At a time when the nexus of power and wealth is viewed with skepticism, a peek into their tax returns might be expected to reveal the financial affairs of Indonesia’s first family.

Just like any other eligible, law-abiding citizens, President Susilo Bambang Yudhoyono and his two sons — Maj. Agus Harimurti and Edhie “Ibas” Baskoro — file tax returns.

Documents obtained by The Jakarta Post show Yudhoyono’s 2011 tax returns, submitted in the first quarter of 2012. He earned Rp 1.37 billion (US$143,000) during that year as President, in addition to Rp 107 million in income from royalties.

The validity of these documents was confirmed by sources at the Finance Ministry’s taxation directorate general. Lanjut membaca

Vosco Coffee, Malang

Jadi ceritanya di seberang Pasar Blimbing, Malang, tempat saya biasa beli bawang merah dan cabai keriting, di deretan ruko-ruko yang membuat Malang semakin jauh dari kesan kota sejuk nan hijau, berdiri sebuah cafe baru, namanya Vosco Coffee.

Sekilas yang saya lihat waktu lewat tempatnya nyaman, dan yang jelas selalu ramai kalo malem, parkirannya ndak cukup buat nampung mobil yang datang, meluber sampai ke jalan. Yang nongkrong di situ juga saya lihat sepintas agak mbois, seendak-endaknya ada beberapa mbak-mbak sekseh dengan hot pant lagi turun dari mobil waktu saya lewat.

Penasaran tho saya, bukan karena pengen liat mbak-mbak yang sekseh dengan hot pant dan tank top, walaupun ndak munafik kalo itu adalah bagian dari keindahan alam yang bisa membuat saya melamun jorok kemana-mana. Tapi hot pant dan tank top saja ndak selalu bisa menjadi keindahan kan? Ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa membuat hot pant memicu hasrat muntah yang tak biasa. *dan tulisan ini makin melantur ndak tentu arahnya*

Ok, balik lagi ke topik semula, walaupun buruh pabrik macem saya ini defaultnya memang harus puas dengan kopi ala Mbok Darmi yang harganya nyaris ndak pernah terpengaruh tingkat inflasi, tapi adakalanya saya juga pengen merasakan ngopi yang rada gaul, melihat orang-orang yang multitasking sedang memangku laptop, mencet-mencet blekberi di tangan kanan sambil mata melirik tablet android di sebelah kiri, dan masih bisa tertawa mendengar guyonan orang di depannya.

Makin penasaran karena beberapa kali lewat situ dan masih saja parkirannya penuh mobil. Sebuah tanda tanya besar bergoyang-goyang di kepala saya, memangnya kopi di situ seenak apa? Lanjut membaca